Comments on: Tutorial Watarasebashi #24 – Berkenalan dengan partikel topik wa http://www.yumeko.web.id/2008/10/28/tutorial-watarasebashi-24-berkenalan-dengan-partikel-topik-wa/ Belajar budaya dan bahasa Jepang bersama Thu, 06 Jan 2011 13:02:39 +0000 http://wordpress.org/?v=2.9.2 hourly 1 By: Yumeko » Blog Archive » romaji.org - situs online untuk mengubah tulisan Jepang menjadi romaji http://www.yumeko.web.id/2008/10/28/tutorial-watarasebashi-24-berkenalan-dengan-partikel-topik-wa/#comment-641 Yumeko » Blog Archive » romaji.org - situs online untuk mengubah tulisan Jepang menjadi romaji Tue, 07 Apr 2009 10:32:46 +0000 http://www.yumeko.web.id/?p=213#comment-641 [...] tersebut, kamu harus tahu bahwa “ha” harus dibaca “wa” saat dia sebagai partikel topik. Pada contoh teks di atas, cara membaca yang benar tentunya “watashi wa…” [...] [...] tersebut, kamu harus tahu bahwa “ha” harus dibaca “wa” saat dia sebagai partikel topik. Pada contoh teks di atas, cara membaca yang benar tentunya “watashi wa…” [...]

]]>
By: Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/2008/10/28/tutorial-watarasebashi-24-berkenalan-dengan-partikel-topik-wa/#comment-304 Agro Rachmatullah Tue, 02 Dec 2008 10:23:41 +0000 http://www.yumeko.web.id/?p=213#comment-304 @jote Terima kasih juga kunjungannya :) @jote

Terima kasih juga kunjungannya :)

]]>
By: jote http://www.yumeko.web.id/2008/10/28/tutorial-watarasebashi-24-berkenalan-dengan-partikel-topik-wa/#comment-303 jote Tue, 02 Dec 2008 10:08:17 +0000 http://www.yumeko.web.id/?p=213#comment-303 boleh juga nie blog nya,,,bisa buat belajar,,,,Terima Kasih yumeko,,,, boleh juga nie blog nya,,,bisa buat belajar,,,,Terima Kasih yumeko,,,,

]]>
By: Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/2008/10/28/tutorial-watarasebashi-24-berkenalan-dengan-partikel-topik-wa/#comment-272 Agro Rachmatullah Mon, 17 Nov 2008 23:49:38 +0000 http://www.yumeko.web.id/?p=213#comment-272 @Roy Aksi-aksi yang kamu angkat sebagai contoh semuanya bisa :). Tapi agar "feeling" dan makna kalimat bahasa Indonesianya sesuai dengan makna kalimat Jepangnya, harus diubah cara mengutarakannya. Kuncinya adalah menyadari bahwa di kalimat bahasa Jepangnya terdapat "ashita janai" (bukan besok). Misalnya untuk contoh kalimat kedua harus diubah menjadi: * Dia perginya bukan besok (mengenai dia, (perginya) bukan besok) Dalam hal ini, orang-orang yang terlibat pembicaraan sudah tahu bahwa "dia" akan "pergi". Hanya saja yang dipermasalahkan/dibicarakan waktunya kapan. "besok?", atau "bukan besok?" Kalau kalimat yang Roy-san berikan, "(dia) Tidak pergi besok", maknanya cukup beda. Yang terbayang oleh saya adalah "dia selalu pergi, tapi untuk besok dia tidak pergi". Dalam hal ini "besok"-nya sudah pasti, dan yang dibicarakan adalah pergi atau tidaknya. Padahal yang dikonjugasi menjadi negatif di kalimat bahasa Jepangnya adalah "ashita/besok". Dengan kata lain, di kalimat bahasa Jepangnya yang dipertanyakan bukanlah "pergi atau tidak pergi?" tapi "besok atau bukan besok?". Terasa bedanya kan :)? Kalimat ketiga misalnya bisa diubah jadi "dia mulai masuk sekolahnya bukan besok (tapi lusa misalnya)". Sekali lagi, yang dibicarakan bukannya "sekolah" atau "tidak sekolah", tapi "besok" atau "bukan besok". Semoga maksud penjelasannya tersampaikan. @Roy

Aksi-aksi yang kamu angkat sebagai contoh semuanya bisa :) . Tapi agar “feeling” dan makna kalimat bahasa Indonesianya sesuai dengan makna kalimat Jepangnya, harus diubah cara mengutarakannya. Kuncinya adalah menyadari bahwa di kalimat bahasa Jepangnya terdapat “ashita janai” (bukan besok).

Misalnya untuk contoh kalimat kedua harus diubah menjadi:

* Dia perginya bukan besok (mengenai dia, (perginya) bukan besok)
Dalam hal ini, orang-orang yang terlibat pembicaraan sudah tahu bahwa “dia” akan “pergi”. Hanya saja yang dipermasalahkan/dibicarakan waktunya kapan. “besok?”, atau “bukan besok?”

Kalau kalimat yang Roy-san berikan, “(dia) Tidak pergi besok”, maknanya cukup beda. Yang terbayang oleh saya adalah “dia selalu pergi, tapi untuk besok dia tidak pergi”. Dalam hal ini “besok”-nya sudah pasti, dan yang dibicarakan adalah pergi atau tidaknya. Padahal yang dikonjugasi menjadi negatif di kalimat bahasa Jepangnya adalah “ashita/besok”. Dengan kata lain, di kalimat bahasa Jepangnya yang dipertanyakan bukanlah “pergi atau tidak pergi?” tapi “besok atau bukan besok?”. Terasa bedanya kan :) ?

Kalimat ketiga misalnya bisa diubah jadi “dia mulai masuk sekolahnya bukan besok (tapi lusa misalnya)”. Sekali lagi, yang dibicarakan bukannya “sekolah” atau “tidak sekolah”, tapi “besok” atau “bukan besok”.

Semoga maksud penjelasannya tersampaikan.

]]>
By: Roy http://www.yumeko.web.id/2008/10/28/tutorial-watarasebashi-24-berkenalan-dengan-partikel-topik-wa/#comment-270 Roy Mon, 17 Nov 2008 00:23:38 +0000 http://www.yumeko.web.id/?p=213#comment-270 Kanojo wa ashita janai Saya akan berikan suatu kemungkinannya: “Dia matinya bukan besok”. Ya, silahkan saja bayangkan sendiri settingnya, misalnya pembicaraan hidup mati seseorang antar dua malaikat. Tulis kemungkinan yang bisa kamu dapatkan di komentar ya? - Tidak menikah besok? - Tidak pergi besok? - Tidak sekolah besok? Bisa kan yah? Kanojo wa ashita janai

Saya akan berikan suatu kemungkinannya: “Dia matinya bukan besok”. Ya, silahkan saja bayangkan sendiri settingnya, misalnya pembicaraan hidup mati seseorang antar dua malaikat. Tulis kemungkinan yang bisa kamu dapatkan di komentar ya?

- Tidak menikah besok?
- Tidak pergi besok?
- Tidak sekolah besok?

Bisa kan yah?

]]>
By: Yumeko » Blog Archive » Tutorial Watarasebashi #25 - Penggunaan partikel topik dengan verba dan konsep kala taklampau http://www.yumeko.web.id/2008/10/28/tutorial-watarasebashi-24-berkenalan-dengan-partikel-topik-wa/#comment-249 Yumeko » Blog Archive » Tutorial Watarasebashi #25 - Penggunaan partikel topik dengan verba dan konsep kala taklampau Sat, 08 Nov 2008 09:34:54 +0000 http://www.yumeko.web.id/?p=213#comment-249 [...] episode sebelumnya kita telah berkenalan dengan partikel topik wa. Kali ini kita akan mengenalnya lebih jauh, yaitu [...] [...] episode sebelumnya kita telah berkenalan dengan partikel topik wa. Kali ini kita akan mengenalnya lebih jauh, yaitu [...]

]]>