Yumeko » adjektiva-na http://www.yumeko.web.id Belajar budaya dan bahasa Jepang bersama Tue, 16 Mar 2010 08:00:12 +0000 http://wordpress.org/?v=2.9.2 en hourly 1 Tutorial Watarasebashi #21 – Latihan konjugasi dasar nomina dan adjektiva http://www.yumeko.web.id/2008/09/17/tutorial-watarasebashi-21-latihan-konjugasi-dasar-nomina-dan-adjektiva/ http://www.yumeko.web.id/2008/09/17/tutorial-watarasebashi-21-latihan-konjugasi-dasar-nomina-dan-adjektiva/#comments Wed, 17 Sep 2008 03:08:14 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=198 [Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Setelah mempelajari konjugasi dasar nomina dan adjektiva-na lalu adjektiva-i, sekarang saatnya untuk latihan. Untuk tiap soal akan diberikan kata yang harus kamu konjugasikan ke bentuk tertentu. Inilah contohnya:

道 (michi): jalan

michi → deklaratif
Jawaban: michi da [I WISH: | ]

Ingat, bentuk deklaratif adalah pernyataan yang sifatnya tegas, dan adjektiva-i tidak bisa ditempeli da tersebut.

Menghafal bentuk konjugasi yang banyak bisa jadi merupakan hal yang menantang. Namun semua soal di bab ini diambil dari lagu, jadi jika dirasa memudahkan hafalan kamu bisa mencoba mendengarnya digunakan pada lagu dengan mengklik simbol ♪.

悪い (warui): buruk (tidak baik)

warui → negatif

Jawaban: warukunai [22sai no Watashi: | ]

初めて (hajimete): (melakukan sesuatu) untuk pertama kali

hajimete → lampau

Jawaban: hajimete datta [Memory Seishun no Hikari: | ]

上手 (jouzu): mahir

jouzu → negatif

Jawaban: jouzu janai [Suna wo Kamu You ni...NAMIDA: | ]

寂しい (samishii): merasa sendiri/kesepian

samishii → negatif lampau

Jawaban: samishikunakatta [Furusato: | ]

いい (ii): baik, bagus

ii → lampau

Jawaban: yokatta (ingat, konjugasinya diturunkan dari yoi) [FIRST KISS: | ]

素敵 (suteki): indah, hebat, mengagumkan

suteki → deklaratif

Jawaban: suteki da [(judul dirahasiakan): | ]

うまい (umai): mahir

umai → negatif

Jawaban: umakunai [Furusato: | ]

Perhatikan bahwa jouzu pada soal sebelumnya dan umai pada soal ini sama-sama berarti “mahir”, namun yang satu adalah adjektiva-na dan yang lainnya adjektiva-i.

一人 (hitori): satu orang, sendiri

hitori → negatif lampau

Jawaban: hitori janakatta [Sakura no Hanabira-tachi: | ]

かっこいい (kakkoii): keren, berpenampilan baik

kakkoii → negatif

Jawaban: kakkoyokunai (konjugasinya juga diturunkan dari yoi) [HEY! Mirai: | ]

嬉しい (ureshii): senang

ureshii → lampau

Jawaban: ureshikatta [FIRST KISS: | ]

同じ (onaji): sama

onaji → deklaratif

Jawaban: onaji da [Never Forget: | ]

onaji bukan adjektiva-na maupun -i. Cara menggunakannya langsung menempel ke nominanya seperti onaji basho (tempat yang sama). Namun untuk konjugasi dia seperti adjektiva-na.

幸せ (shiawase): bahagia

shiawase → lampau

Jawaban: shiawase datta [AS FOR ONE DAY: | ]

淋しい (samishii): merasa sendiri/kesepian

samishii → lampau

Jawaban: samishikatta [100kai no Kiss: | ]

Perhatikan bahwa kanji untuk samishii yang digunakan pada soal ini berbeda dengan soal sebelumnya. Yang lebih umum dipakai adalah 寂.

無駄 (muda): tidak ada guna

muda → negatif

Jawaban: muda janai [Koi ING: | ]
]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/09/17/tutorial-watarasebashi-21-latihan-konjugasi-dasar-nomina-dan-adjektiva/feed/ 0
Tutorial Watarasebashi #19 – Pernyataan keadaan benda, cara mengatakan “adalah” dan “bukanlah” http://www.yumeko.web.id/2008/08/13/tutorial-watarasebashi-19-pernyataan-keadaan-benda-cara-mengatakan-adalah-dan-bukanlah/ http://www.yumeko.web.id/2008/08/13/tutorial-watarasebashi-19-pernyataan-keadaan-benda-cara-mengatakan-adalah-dan-bukanlah/#comments Wed, 13 Aug 2008 16:18:12 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=177 [Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Sekarang kita akan belajar cara menyatakan keadaan benda, yaitu mengatakan bahwa sesuatu memang sesuatu (misalnya “dia adalah murid”) dan bahwa sesuatu bukanlah sesuatu (misalnya “dia bukan murid”). Yang akan kita pelajari lebih dulu adalah bagian “adalah murid” dan “bukan murid”-nya.

Kita butuh cukup banyak pengetahuan baru untuk bisa memamahi sisa dari kalimat pertama di Watarasebashi. Tapi paling tidak, setelah membaca bagian ini kamu bisa tahu maksud datta yang ada di bagian akhir kalimat pertama tersebut.

Menyatakan bahwa sesuatu memang sesuatu menggunakan da

Untuk menyatakan bahwa sesuatu memang sesuatu, kita menempelkan da (だ) ke nomina atau adjektiva-na. Untuk adjektiva-i, aturannya beda dan akan kita pelajari belakangan. Nah, sebetulnya aturan tata bahasa untuk nomina dan adjektiva-na tidak hanya sama pada kasus ini. Untuk sebagian besar kasus, aturan bagi nomina dan adjektiva-na persis sama. Jadi selama tidak disebutkan secara eksplisit bahwa aturannya berbeda, kamu boleh berasumsi bahwa nomina dan adjektiva-na berperilaku sama.

Menyatakan bahwa sesuatu memang begitu menggunakan da

Tempelkan 「だ」 ke nomina atau adjektiva-na
isha → isha da (adalah dokter)
taisetsutaisetsu da (bersifat penting)

医者 (isha): dokter
大切 (taisetsu): penting

Inilah contohnya:

歌手だ
kashu da
adalah penyanyi

歌手 (kashu): penyanyi

黒い本だ
kuroi hon da
adalah buku hitam

黒い (kuroi): hitam
本 (hon): buku

簡単だ
kantan da
bersifat mudah

簡単 (kantan): mudah, sederhana

Pada contoh di atas, perhatikan bahwa kashu dan hon adalah nomina sedangkan kantan adalah adjektiva-na. Fungsi da kurang lebihnya sama seperti “adalah” di dua contoh pertama dan “bersifat” pada contoh 3. Intinya, da mengiyakan bahwa sesuatu memang sesuatu. Namun ada satu hal penting yang perlu kamu ingat:

Pernyataan keadaan benda positif (mengiyakan) bisa dilakukan tanpa da!

Ini sebetulnya juga sama pada bahasa Indonesia. Kita bisa menghilangkan “adalah” pada “dia adalah penyanyi” sehingga menjadi “dia penyanyi”. Lalu, “bersifat” pada “soal ini bersifat mudah” bisa dihilangkan sehingga hasilnya “soal ini mudah”.

Pada bahasa Indonesia, kata “adalah” tidak berhubungan dengan jenis kelamin maupun kesopanan. Namun di bahasa Jepang nuansa yang diberikan jauh berbeda. Keberadaan da membuat kalimatnya terdengar lebih tegas, memaksa, dan dengan kata lain deklaratif. Oleh karenanya, yang lebih sering menggunakan da di akhir kalimat adalah laki-laki. Di bahasa Jepang, gaya bahasa tegas juga berarti tidak sopan. Oleh karenanya, saat nanti belajar gaya bahasa sopan kita akan melihat bahwa da tidak digunakan sebagai akhiran kalimat. Terakhir, karena da digunakan untuk membuat pernyataan, secara umum kamu tidak bisa menggunakannya saat bertanya.

Konjugasi negatif (penyangkalan)

Di bahasa Jepang, bentuk negatif dan lampau dinyatakan melalui perubahan bentuk atau konjugasi. Nomina dan adjektiva bisa dikonjugasi ke bentuk negatif untuk menyatakan bahwa sesuatu bukan X dan ke bentuk lampau untuk menyatakan bahwa sesuatu dulunya X. Mungkin kedengarannya aneh, tapi konjugasi-konjugasi tersebut tidak memiliki konotasi deklaratif sebagaimana da. Kita bisa menggabungkan konjugasi-konjugasi tersebut dengan da untuk membuatnya deklaratif, tapi caranya tidak akan dibahas di episode ini.

Pertama, untuk bentuk negatif, kamu hanya perlu menempelkan janai ke nomina atau adjektiva-na. Pada bahasa Indonesia, ini akan menjadi “bukan” seperti pada “dia bukan penyanyi” atau “tidak” seperti pada “soal ini tidak mudah”.

Aturan konjugasi untuk bentuk negatif

Tempelkan janai ke nomina atau adjektiva-na
sakana → sakana janai (bukan ikan)
jouzujouzu janai (tidak mahir)

魚 (sakana): ikan
上手 (jouzu): mahir

Ini contohnya:

友達じゃない
tomodachi janai
bukan teman

友達 (tomodachi): teman

きれいじゃない
kirei janai
tidak cantik

きれい (kirei): cantik

Konjugasi bentuk lampau

Di bahasa Indonesia, untuk menyatakan keadaan di masa lalu digunakan keterangan waktu seperti “tadi”, “tahun lalu”, “dulu”, dan “waktu itu”. Contohnya adalah “ujiannya kemarin mudah”. Di bahasa Jepang, keterangan waktu juga bisa diberikan. Namun yang wajib dilakukan adalah mengubah katanya ke bentuk lampau. Jadi walaupun sudah ada keterangan waktu, jangan lupa untuk tetap mengubah katanya ke bentuk lampau.

Untuk mengatakan bahwa sesuatu dulunya sesuatu, datta ditempelkan ke nomina atau adjektiva-na. Kita akan secara bebas menggunakan penanda waktu “dulu” maupun “waktu itu” pada terjemahannya.

Untuk mengatakan bentuk negatif lampau (dulunya bukan), bentuk negatifnya dikonjugasi menjadi bentuk negatif lampau dengan membuang i dari janai dan menambahkan katta.

Aturan konjugasi untuk bentuk lampau

  1. Bentuk lampau: Tempelkan datta ke nomina atau adjektiva-na
    tomodachi → tomodachi datta (waktu itu teman)
    jouzu → jouzu datta (waktu itu mahir)
  2. Bentuk lampau negatif: Konjugasikan nomina atau adjektiva-na ke bentuk negatif lalu ganti i pada janai dengan katta
    tomodachi → tomodachi janai → tomodachi janakatta (waktu itu bukan teman)
    jouzu → jouzu janai → jouzu janakatta (waktu itu tidak mahir)

Ini contohnya:

先生だった
sensei datta
dulu guru

先生 (sensei): guru

約束を守る人じゃなかった
yakusoku o mamoru hito janakatta
dulu bukan orang yang menepati janji

約束 (yakusoku): janji
守る (mamoru): melindungi, menjaga
人 (hito): orang

Perhatikan bahwa di bahasa Jepang digunakan ungkapan “melindungi janji” (yakusoku o mamoru) yang di bahasa Indonesia umumnya adalah “menepati janji”.

きれいじゃなかった
kirei janakatta
waktu itu tidak cantik

Perlu diperhatikan bahwa bentuk lampau di bahasa Jepang sama sekali tidak mengatakan apapun tentang keadaannya yang sekarang. Misalnya pada contoh terakhir kalimatnya diartikan sebagai “waktu itu tidak cantik”. Bagaimana keadaanya sekarang? Apakah sekarang cantik atau tidak? Nah, janakatta sama sekali tidak bisa menjawab hal tersebut. Ini sama dengan contoh di atasnya yaitu sensei datta. Bisa saja sekarang juga masih guru, namun bisa juga sekarang sudah berhenti jadi guru.

Pada kalimat pertama lirik Watarasebashi, kamu bisa menjumpai suki datta. Ini adalah datta yang baru saja kita pelajari, yaitu pernyataan keadaan positif lampau. Namun pembahasan lengkapnya masih akan ditahan karena kita perlu tahu lebih lanjut tentang adjektiva-na suki (suka), terutama mengenai cara penggunaannya yang umum.

Penutup

Kita telah belajar mengkonjugasikan keadaan benda ke empat bentuk yang mungkin. Inilah tabel ringkasan konjugasi yang dipelajari di bab ini.

Ringkasan konjugasi keadaan benda
untuk nomina dan adjektiva-na
Positif Negatif
Taklampau gakusei (da) adalah murid gakusei janai bukan murid
Lampau gakusei datta waktu itu murid gakusei janakatta waktu itu bukan murid

(Tulisan ini dibuat berdasarkan bab yang bersesuaian pada Tutorial Bahasa Jepang Tae Kim)

Lampiran: daftar kata

Kata-kata yang tadi muncul sebagai contoh didaftar di sini.

医者 (isha): dokter
大切 (taisetsu): penting
歌手 (kashu): penyanyi
黒い (kuroi): hitam
本 (hon): buku
簡単 (kantan): mudah, sederhana
魚 (sakana): ikan
上手 (jouzu): mahir
友達 (tomodachi): teman
きれい (kirei): cantik
先生 (sensei): guru
約束 (yakusoku): janji
守る (mamoru): melindungi, menjaga
人 (hito): orang
学生 (gakusei): murid

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/08/13/tutorial-watarasebashi-19-pernyataan-keadaan-benda-cara-mengatakan-adalah-dan-bukanlah/feed/ 3
Tutorial Watarasebashi #15 – Latihan menggunakan adjektiva http://www.yumeko.web.id/2008/08/01/tutorial-watarasebashi-15-latihan-menggunakan-adjektiva/ http://www.yumeko.web.id/2008/08/01/tutorial-watarasebashi-15-latihan-menggunakan-adjektiva/#comments Fri, 01 Aug 2008 03:48:48 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=157 [Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Setelah mempelajari adjektiva-i dan adjektiva-na, sekarang kamu akan latihan menggunakannya. Untuk tiap soal akan diberikan adjektiva dan nominanya, dan tugas kamu adalah menggunakan adjektivanya dengan benar untuk menggambarkan nominanya. Tujuannya adalah agar kamu terampil membedakan adjektiva-i dengan adjektiva-na.

笑顔 (egao): senyum
温かい (atatakai): hangat

Jawaban: atatakai egao [Motto Futari de: | ]

娘 (musume): putri
わがまま (wagamama): egois

Jawaban: wagamama na musume [Furusato: | ]

人 (hito): orang
大好き (daisuki): (sangat) suka

Jawaban: daisuki na hito [Suna wo Kamu You ni...NAMIDA: | ]

初恋 (hatsukoi): cinta pertama
淡い (awai): hanya sesaat, berlalu dengan cepat

Jawaban: awai hatsukoi [Zutto Suki de Ii desu ka: | ]

川 (kawa): sungai
綺麗 (kirei): indah

Jawaban: kirei na kawa (ingat, kirei adalah adjektiva-na) [ALL FOR ONE & ONE FOR ALL! : | ]

場所 (basho): tempat
遠い (tooi): jauh

Jawaban: tooi basho [Atarimae no Nichijou #1]

自転車 (jitensha): sepeda
変 (hen): aneh

Jawaban: hen na jitensha [Atarimae no Nichijou #2]

英語 (eigo): Bahasa Inggris
嫌い (kirai): benci

Jawaban: kirai na eigo (ingat, kirai adalah adjektiva-na) [1]
]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/08/01/tutorial-watarasebashi-15-latihan-menggunakan-adjektiva/feed/ 8
Tutorial Watarasebashi #14 – Pengenalan pada adjektiva http://www.yumeko.web.id/2008/07/31/tutorial-watarasebashi-14-pengenalan-pada-adjektiva/ http://www.yumeko.web.id/2008/07/31/tutorial-watarasebashi-14-pengenalan-pada-adjektiva/#comments Thu, 31 Jul 2008 09:08:25 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=156
Langit yang luas
Langit yang luas

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Untuk bisa maju ke tahap berikutnya dalam memahami lirik Watarasebashi, kita perlu tahu bagaimana suatu nomina (kata benda) digambarkan di bahasa Jepang. Nomina seperti “buku” bisa dilukiskan sifatnya lebih lanjut misalnya “buku baru” (atau “buku yang baru”), “buku hitam”, dan “buku berat”. Kata-kata yang mendeskripsikan tersebut dinamakan adjektiva (kata sifat), dan itulah pembahasan kita kali ini.

Hal terpenting yang perlu diingat adalah urutannya terbalik dengan bahasa Indonesia. Jadi adjektivanya muncul sebelum nominanya. Lalu, di bahasa Jepang terdapat dua jenis adjektiva yaitu adjektiva-i dan adjektiva-na yang aturan penggunaanya berbeda.

Adjektiva-i

Adjektiva-i dinamakan begitu karena selalu diakhiri hiragana i (い). Ini adalah okurigana yaitu bagian akhir kata yang bisa berubah bentuk. Cara menggunakannya sangat mudah karena tidak perlu disisipi apa-apa:

1) 広い空
hiroi sora
langit luas

広い (hiroi): luas
空 (sora): langit

Contoh yang pertama ini ada di akhir lagu Watarasebashi.

2) 新しい本
atarashii hon
buku baru

新しい (atarashii): baru
本 (hon): buku

Tapi kamu juga perlu hati-hati karena beberapa adjektiva-na diakhiri hiragana i. Untungnya, saya rasa yang akan kamu temui hanyalah kirei (cantik, rapi) dan kirai (benci). kirei hanya terlihat seperti adjektiva-i jika ditulis dengan hiragana (きれい). Kalau ditulis dengan kanji (綺麗), jelas bahwa sebetulnya tidak ada い yang menguntit. kirai yang ditulis dengan kanji (嫌い) memang berakhiran い karena dia diturunkan dari kata kerja kirau (嫌う, membenci).

Adjektiva-na

Adjektiva-na dinamakan begitu karena kita perlu menambahkan na padanya agar bisa menggambarkan nomina:

3) きれいなとこ
kirei na toko
tempat indah

きれい (kirei): indah
とこ (toko): tempat

4) 静かな朝
shizuka na asa
pagi hening

静か (shizuka): hening
朝 (asa): pagi

Mudah kan?

Merantai banyak adjektiva

Untuk menggambarkan suatu nomina dengan banyak adjektiva, jejerkan saja mereka sebelum nominanya:

5) 安い新鮮な魚
yasui shinsen na sakana
ikan yang murah dan segar

安い (yasui): murah
新鮮 (shinsen): segar
魚 (sakana): ikan

Tentunya dengan urutan yang lain juga bisa:

6) 新鮮な安い魚
shinsen na yasui sakana
ikan yang segar dan murah

Proses adjektiva yang memodifikasi nomina bisa digambarkan seperti berikut:

Modifikasi nomina dengan dua adjektiva

Saya minta kamu memperhatikan sejenak baris paling bawah diagram tersebut. Bisa dilihat bahwa nominanya dimodifikasi oleh lebih dari satu hal. Nanti kamu akan sangat sering bertemu pola seperti ini, yaitu suatu nomina yang dimodifikasi oleh berbagai macam hal. Dalam kasus kita ini, yang memodifikasinya adalah adjektiva-adjektiva yang sederhana sehingga kita memilah-milahnya juga gampang. Namun di teks bahasa Jepang nanti kamu akan sering menemui berbagai klausa panjang yang memodifikasi nomina. Dalam kasus tersebut, polanya sebetulnya sama persis seperti kasus yang saat ini, hanya saja yang akan menjadi tantangan pada awalnya adalah mencari batas-batas tiap komponen yang memodifikasi tersebut.

Penutup

Di bahasa Jepang terdapat dua jenis adjektiva yaitu adjektiva-i dan adjektiva-na. Ciri adjektiva-i adalah diakiri hiragana i, namun perlu diingat bahwa kirei dan kirai adalah adjektiva-na. Adjektiva-na perlu ditambahi na sebelum bisa memodifikasi nomina.

Lampiran: daftar kata

Kata-kata yang tadi muncul sebagai contoh didaftar di sini.

広い (hiroi): luas
空 (sora): langit
新しい (atarashii): baru
本 (hon): buku
綺麗 (kirei): cantik, rapi
嫌い (kirai): benci
嫌う (kirau): membenci
とこ (toko): tempat
静か (shizuka): hening
朝 (asa): pagi
安い (yasui): murah
新鮮 (shinsen): segar
魚 (sakana): ikan

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/07/31/tutorial-watarasebashi-14-pengenalan-pada-adjektiva/feed/ 5
Tutorial bahasa Jepang Tae Kim: latihan adjektiva (kata sifat) http://www.yumeko.web.id/2008/06/03/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-latihan-adjektiva-kata-sifat/ http://www.yumeko.web.id/2008/06/03/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-latihan-adjektiva-kata-sifat/#comments Tue, 03 Jun 2008 02:36:27 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=41 Soal latihan untuk bab adjektiva pada tutorial Tae Kim telah diterjemahkan. Berikutnya adalah penerjemahan tentang dasar-dasar verba (kata kerja), dan di situlah asyiknya (susahnya?) konjugasi dimulai… Sebagai informasi tambahan, sekarang pranala ke versi bahasa Indonesianya sudah ada di halaman depan versi bahasa Inggrisnya!

Apa itu Tutorial Tae Kim?

Tutorial Tae Kim adalah tutorial bahasa Jepang yang berusaha menerangkan dengan cara yang masuk akal, mengajak kamu berpikir tentang bahasa Jepang sebagaimana orang Jepang memahaminya. Di antara berbagai buku tentang bahasa Jepang yang pernah saya baca, inilah pegangan yang menurut saya terbaik dan paling mudah dimengerti (oleh karenanya saya menerjemahkannya).

Untuk menikmatinya, kamu sebelumnya harus bisa membaca hiragana dan katakana. Namun jangan khawatir, kalau saat ini kamu belum ada waktu untuk mempelajari kedua jenis huruf tersebut, artikel-artikel pada Yumeko akan seringkali mengambil materi dari tutorial Tae Kim dan disajikan dengan disertai romaji.

Nanti kalau bab yang diterjemahkan sudah cukup banyak, saya akan menyediakan versi zip-nya agar kamu bisa mudah berbagi materi belajar bahasa Jepang tersebut ke teman-teman.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/06/03/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-latihan-adjektiva-kata-sifat/feed/ 0
Tutorial bahasa Jepang Tae Kim: adjektiva (kata sifat) http://www.yumeko.web.id/2008/05/28/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-adjektiva-kata-sifat/ http://www.yumeko.web.id/2008/05/28/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-adjektiva-kata-sifat/#comments Wed, 28 May 2008 03:11:11 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=21 Bab mengenai adjektiva telah diterjemahkan pada tutorial Tae Kim. Setelah mempelajari bab tersebut, kamu bisa menggunakan kata sifat untuk memberi warna ke benda-benda yang ingin kamu bicarakan. Misalnya, kamu bisa berbicara tentang “pohon yang tinggi”, “pohon yang tidak tinggi”, “anak yang dulunya pendiam”, dan “anak yang dulunya tidak pendiam”.

Tutorial Tae Kim menggunakan kana untuk menerangkan cara baca kanji-kanji yang muncul, jadi prasyaratnya adalah mempelajari hiragana dan katakana terlebih dahulu. Setelahnya, silahkan menikmati penjelasan mengenai adjektiva tersebut.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/05/28/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-adjektiva-kata-sifat/feed/ 1