Yumeko » audio http://www.yumeko.web.id Belajar budaya dan bahasa Jepang bersama Tue, 16 Mar 2010 08:00:12 +0000 http://wordpress.org/?v=2.9.2 en hourly 1 Bentuk Perintah pada Bahasa Jepang http://www.yumeko.web.id/2009/11/14/bentuk-perintah-pada-bahasa-jepang/ http://www.yumeko.web.id/2009/11/14/bentuk-perintah-pada-bahasa-jepang/#comments Sat, 14 Nov 2009 16:50:15 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=461 Ke sini!
Sini!

Pada bahasa Indonesia, banyak bentuk kamus verba yang sudah langsung merupakan bentuk perintah. Contohnya adalah “Makan!”, “Baca!”, dan “Pergi!” Di bahasa Jepang, kita tentunya juga bisa memberikan perintah. Namun kita perlu mengubah verbanya menjadi bentuk perintah terlebih dahulu. Aturannya merupakan salah satu yang tergampang di bahasa Jepang, jadi kamu bisa dengan mudah bersenang-senang (atau mendapat masalah).

Sebelumnya, ingatlah bahwa ini adalah bahasa yang sangat kasar sehingga seharusnya kamu tidak akan sering memerlukannya. Untuk meminta orang melakukan sesuatu, banyak pilihan sopan lain yang tersedia misalnya menggunakan -te kudasai.

Hanya saja, bentuk perintah sangat sering muncul di media seperti dorama, anime, dan manga sehingga kamu perlu mengetahuinya. Saat kamu menemui bentuk ini, perhatikan baik-baik konteksnya. Contohnya adalah dua orang yang sedang bertarung dan meneriakkan “shine!” (Mati sana!). Dalam hal ini, karena mereka memang berniat saling menghabisi tentunya tidak perlu bersopan-sopan.

Bentuk perintah positif

Untuk melakukan konjugasinya, kamu harus bisa membedakan antara verba-ru dan verba-u. Setelahnya ikuti aturan berikut:

Cara membuat bentuk perintah

  1. Verba-ru: Ganti ru dengan ro.
    taberutabero (makan!)
    okiruokiro (bangun!)
    tsuzukerutsuzukero (lanjutkan!/terus!)
  2. Verba-u: Ganti suara u di akhir dengan suara e.
    ikuike (pergi!)
    nomunome (minum!)
    kaerukaere (pulang!)
    hashiruhashire (lari!)
    ganbaruganbare (berusahalah!)
    shinushine (mati!)
  3. Perkecualian: suru menjadi shiro (lakukan!), kuru menjadi koi (datang!), dan kureru menjadi kure (berikan!)

Bentuk perintah negatif

Untuk membuat bentuk perintah negatif, kita tinggal menempelkan na di belakang verbanya. Aturan sederhana ini berlaku untuk semua verba. Perhatikan juga bahwa ada akhiran kalimat na yang menyatakan emosi, namun ini berbeda dengan na yang dipelajari di sini (bisa diketahui dari konteks dan intonasinya).

Cara membuat bentuk perintah negatif
Tambahkan na ke akhir verba. Contoh:

  • taberutaberu na (jangan makan!)
  • iuiu na (jangan mengatakan!)
  • shinushinu na (jangan mati!)
  • surusuru na (jangan melakukan!)

Perhatikan bahwa suru na bisa disingkat menjadi sun na.

Contoh

Di bagian ini akan diberikan beberapa contoh penggunaan bentuk perintah. Semuanya diambil dari anime CLANNAD AFTER STORY.

Download: kue.mp3 (175 KB)

朋也:ほら、食え
汐:わあ。
朋也:どうした、独りで食べられるだろう。
汐:いただきます。

tomoya: hora, kue.
ushio: waa.
tomoya: doushita, hitori de taberareru darou.
ushio: itadakimasu.

Tomoya: Nih, makan!
Ushio: Waah.
Tomoya: Kenapa? Bisa makan sendiri kan?
Ushio: Selamat makan.

ほら (hora): lihat!
食う (kuu): makan
どうした (doushita): ada apa?/apa yang terjadi?
独り (hitori): sendiri
食べる (taberu): makan
いただきます (itadakimasu): ungkapan sebelum makan

Ini adalah pembicaraan seorang bapak kepada anaknya. Kata dasarnya adalah kuu (makan) yang merupakan bentuk vulgar taberu.

Download: ro-na.mp3 (175 KB)

直幸:それじゃ、ここで。
朋也:体に気をつけろよ。
直幸:ああ。
朋也:酒、飲みすぎるなよ。
直幸:ああ。

naoyuki: sore ja, koko de.
tomoya: karada ni ki o tsukero yo.
naoyuki: aa.
tomoya: sake, nomisugiru na yo.
naoyuki: aa.

Naoyuki: Kalau begitu, sampai di sini ya…
Tomoya: Jaga kesehatan loh!
Naoyuki: Iya.
Tomoya: Jangan terlalu banyak minum sake loh!
Naoyuki: Iya.

それじゃ (sore ja): kalau begitu
ここ (koko): di sini
体 (karada): tubuh
気をつける (ki o tsukeru): berhati-hati
ああ (aa): iya
酒 (sake): sake, minuman beralkohol
飲みすぎる (nomisugiru): minum terlalu banyak

Di atas adalah perkataan seorang anak yang sudah dewasa kepada ayahnya. Bukan cara bicara yang sopan ke orang tua, tapi mengingat bahwa si anak ditinggal ibunya sejak kecil dan si ayah hidupnya kacau, maka bisa dipahami juga bahwa anak tersebut kehilangan rasa hormatnya kepada ayahnya sehingga gaya bicaranya seperti itu.

Download: koi.mp3 (102 KB)

隠れているつもりか。丸見えだぞ。こっち来いよ、んなとこ立ってないで。
kakurete iru tsumori ka. marumie da zo. kocchi koi yo, nna toko tatte nai de.
Mau sembunyi nih ceritanya? Keliatan jelas tahu nggak. Ayo ke sini, jangan berdiri di tempat kaya gitu.

隠れる (kakureru): bersembunyi
つもり (tsumori): rencana
丸見え (marumie): kelihatan jelas
こっち (kocchi): sini
来る (kuru): datang
んな (nna): seperti itu
とこ (toko): tempat
立つ (tatsu): berdiri

Dialog di atas juga pembicaraan ayah ke anaknya. nna merupakan singkatan sonna (seperti itu).

Download: tekure.mp3 (176 KB)

渚、待ってくれよ、渚。もう少し、話をしよう。聞いてくれてるだけでいいから。
nagisa, matte kure yo, nagisa. mou sukoshi, hanashi o shiyou. kiite kureteru dake de ii kara.
Nagisa, tunggu Nagisa! Kita bicara sedikit lagi yuk. Kamu cukup dengerin aja kok.

渚 (nagisa): pantai (nama orang)
待つ (matsu): menunggu
もう (mou): lebih, lagi
少し (sukoshi): sedikit
話 (hanashi): pembicaraan
する (suru): melakukan
聞く (kiku): mendengarkan
くれる (kureru): melakukan sesuatu untuk orang lain
たげ (dake): hanya
いい (ii): baik

Ini adalah pembicaraan suami kepada istrinya yang baru melahirkan, berusaha agar istrinya tidak hilang kesadaran. Bentuk perintah dari -te kureru yaitu -te kure lebih mengandung makna permohonan dibanding bentuk perintah langsungnya (dalam hal ini mate).

Konjugasi alternatif

Selain konjugasi yang diberikan di atas, suru juga bisa memiliki bentuk perintah seyo. Selain itu, verba-ru juga bisa dibuat ke bentuk perintah dengan mengganti ru menjadi yo. Contohnya, “tabeyo!” juga berarti “Makan!” (Bedakan dengan “tabeyou” yang berarti “mari makan”).

円周率は、3.05より大きい事を証明せよ
enshuuritsu wa, san ten zero go yori ookii koto o shoumei seyo
Buktikan bahwa π (pi) lebih besar dari 3.05!

円周率 (enshuuritsu): π (pi = 3.14159…)
より (yori): dibandingkan, daripada
大きい (ookii): besar
事 (koto): hal
証明 (shoumei): bukti

Bentuk perintah sering ditemukan pada soal-soal seperti pada contoh di atas.

殺せ殺せすべてを殺せ
サツガイ サツガイせよ
korose korose subete o korose
satsugai satsugai seyo

Bunuh! Bunuh! Bunuh semua!
Bunuh! Bunuh!

殺す (korosu): membunuh
すべて (subete): semua
殺害 (satsugai): pembunuhan

Contoh di atas yang diambil dari lirik lagu SATSUGAI menggunakan dua kata berbeda untuk “membunuh” yaitu korosu dan satsugai suru. Bisa dilihat bahwa lagu tersebut menggunakan konjugasi seyo dan bukan shiro.

Contoh di lagu

Bernyanyi lagu anak-anak chouchou

Sebagai penutup, kita akan mengangkat satu lagu anak-anak yang berisi bentuk perintah. Lagu ini berjudul “Chouchou” yang berarti kupu-kupu. Dalam hal ini yang diperintah adalah kupu-kupu sehingga tentunya tidak ada masalah dari segi kesopanan.

Silahkan dengar lagunya di bawah ini (sumber: YouTube)

Download: chouchou.mp3 (338 KB)

ちょうちょう (chouchou, kupu-kupu)

ちょうちょう ちょうちょう 
菜の葉に とまれ
菜の葉に あいたら
桜にとまれ
桜の花の
花から 花へ
とまれよ 遊べ
遊べよ とまれ

chouchou chouchou
na no ha ni tomare
na no ha ni aitara
sakura ni tomare
sakura no hana no
hana kara hana e
tomare yo asobe
asobe yo tomare

Kupu-kupu, kupu-kupu
Hinggaplah ke daun sayuran
Kalau bosan dengan daun sayuran
Hinggaplah ke pohon Sakura
Bunganya Sakura
Dari satu bunga ke bunga lainnya
Hinggaplah, bermainlah
Bermainlah, hinggaplah

ちょうちょう (chouchou): kupu-kupu
菜 (na): tumbuhan sayuran
葉 (ha): daun
とまる (tomaru): berhenti
あく (aku): lelah, capai, bosan
桜 (sakura): pohon sakura
花 (hana): bunga
遊ぶ (asobu): bermain

(Ini adalah versi Jepang dari lagu Jerman aslinya)

Dalam lagu ini kamu bisa menemui verba tomaru (berhenti) dan asobu (bermain) pada bentuk perintahnya. Hal lain yang menarik di lagu ini adalah penggunaan verba aku (飽く) yang merupakan bentuk sastra dari akiru (飽きる, capek, bosan). (Sebagai contoh lain, bentuk sastra dari yameru (berhenti) adalah yamu)

Kalau ingin sedikit latihan tambahan, coba dengarkan lagu-lagu berikut dan cari bentuk perintah di dalamnya:

  • Buono! – Honto no Jibun: lagu | lirik
  • Buono! – Renai Rider: lagu | lirik
  • H.P. All Stars – ALL FOR ONE & ONE FOR ALL!: lagu | lirik

Penutup

Bentuk perintah akan sering ditemui sehingga kamu perlu memahaminya. Walaupun begitu, karena ini adalah bahasa kasar jadi jangan digunakan sembarangan.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/11/14/bentuk-perintah-pada-bahasa-jepang/feed/ 14
Kawatteru: aneh! http://www.yumeko.web.id/2009/10/31/kawatteru-aneh/ http://www.yumeko.web.id/2009/10/31/kawatteru-aneh/#comments Sat, 31 Oct 2009 14:47:15 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=470 Alien: aneh?
Aneh?!? – Sumber gambar: Flickr

Kanji 変 (hen) bisa memiliki arti “perubahan” maupun “aneh”. Kata kawaru (変わる) yang menggunakan kanji tersebut bisa memiliki kedua arti itu sehingga orang sering salah menerjemahkannya. Di sini kita akan membahas hal tersebut.

Pertama-tama, perlu dipahami bahwa “perubahan” sebetulnya sangat berkaitan dengan “aneh”. Sebut saja warna kulit orang. Warna kulit orang bermacam-macam, mulai dari putih, kuning langsat, sawo matang, sampai hitam. Saat ini, warna kulitmu adalah warna kulit normal manusia. Namun coba bayangkan bahwa suatu pagi kamu bangun dan warna kulitmu berubah menjadi hijau. Kamu tidak akan lagi menjadi normal, namun menjadi aneh! Jadi, “aneh” adalah keadaan yang terjadi kalau sesuatu yang normal berubah menjadi tidak normal. Oleh karenanya, tidaklah aneh (ehm) kalau makna “perubahan” dan “aneh” dijejalkan dalam satu kanji yaitu hen (変).

Contoh kata yang menggunakan hen (変)

Setelah memahami filosofi dasar kanji 変 tersebut, berikutnya kita lihat beberapa contoh kata yang menggunakannya. Tentunya kata paling sederhana yang bisa dibentuknya adalah kata hen itu sendiri yang merupakan adjektiva-na dengan arti “aneh”:

あの先生は変な人だよ
ano sensei wa hen na hito da yo
Guru itu orang yang aneh loh

あの (ano): itu
先生 (sensei): guru
変 (hen): aneh
人 (hito): orang

Kamen Rider W Henshin
Kamen Rider W: Henshin!

Namun pada kata seperti henshin (変身 = perubahan + tubuh), kanji hen artinya “perubahan”. Kalau kamu sering menonton film-film tokusatsu seperti Kamen Rider, kamu pasti sudah sangat hafal kata tersebut. Henshin!!! (berubah!)

満月を見ると彼は狼男に変身して殺人を犯す
mangetsu o miru to kare wa ookamiotoko ni henshin shite satsujin o okasu
Kalau melihat bulan purnama, dia akan berubah menjadi manusia serigala dan membunuh orang-orang

満月 (mangetsu): bulan purnama
見る (miru): melihat
彼 (kare): dia (laki-laki)
狼男 (ookamiotoko): manusia serigala
変身 (henshin): perubahan
殺人 (satsujin): pembunuhan
犯す (okasu): melakukan (kejahatan)

Kawaru: berubah? aneh?

Sekarang kita akan membahas kata bermasalah yang tadi disebutkan sebelumnya yaitu kawaru. Dia sering berarti “berubah” seperti contoh-contoh berikut:

悲しみが涙に変わる
kanashimi ga namida ni kawaru
kesedihan berubah menjadi air mata

悲しみ (kanashimi): kesedihan
涙 (namida): air mata
変わる (kawaru): berubah

結局、何も変わらない日々を送っていた
kekkyoku, nanimo kawaranai hibi o okutte ita
Pada akhirnya, aku melewati hari-hari tanpa perubahan apapun

結局 (kekkyoku): pada akhirnya
何も (nanimo): tidak apapun
変わる (kawaru): berubah
日々 (hibi): hari-hari
送る (okuru): melewati (hari, waktu, masa)

Namun kata kawaru juga bisa berarti “aneh”. Pada umumnya dia muncul dalam bentuk -te iru yaitu kawatte iru (bisa disingkat kawatteru). Dalam hal ini, -te iru bukan menyatakan “sedang berubah”, namun berarti bahwa “telah berubah menjadi aneh, dan hasilnya masih terus sampai sekarang” (baca tentang hasil berlanjut).

中でも一番変わってる帽子を買いました
naka de mo ichiban kawatteru boushi o kaimashita
Aku membeli topi yang paling aneh di ataranya

中 (naka): dalam
一番 (ichiban): nomor satu, paling
変わる (kawaru): menjadi aneh
帽子 (boushi): topi
買う (kau): membeli

Biasanya dari konteks akan sangat mudah untuk mengetahui arti yang dimaksud. Misalnya, kalau pada contoh di atas kita paksa artinya menjadi “berubah” tentu kalimatnya jadi aneh (topi yang berubah?!?).

Contoh kasus: CLANNAD AFTER STORY

Sebagai penutup, perhatikan cuplikan dari anime CLANNAD AFTER STORY berikut:

Clannad After Story

Download: kawatteru-yumeko.mp3 (47 KB)

あなたって変わってるわね~
anata tte kawatteru wa nee

あなた (anata): kamu

Pada episode tersebut, Misae bertemu laki-laki yang tidak dikenalnya sepulang sekolah. Laki-laki tersebut menanyakan apa keinginan Misae, karena katanya dia bisa mengabulkan apapun permintaannya. Kalau ketemu orang seperti itu, apa kesan kalian? Tentu saja “aneh” bukan? Oleh karenanya, terjemahan fansub yang diberikan di situ yaitu “You’ve changed quite a bit” (kamu telah cukup berubah) tidak cocok. Yang sesuai adalah “Kamu itu aneh ya…”

Penggunaan kawaru seperti ini sangat sering muncul, dan fansub yang salah menerjemahkannya juga bisa ditemui dari waktu ke waktu. Jadi semoga dengan pengetahuan ini kamu akan bisa lebih menikmati dorama, film, atau anime favoritmu dengan mengetahui arti yang sebenarnya!

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/10/31/kawatteru-aneh/feed/ 6
Menggunakan pengandaian -ba untuk menggabung dua kalimat negatif (- mo nakereba, – mo nai) http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/ http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/#comments Sun, 04 Oct 2009 03:40:43 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=439 Perhatikan dua kalimat negatif berikut:

犬はいない。猫はいない。
inu wa inai. neko wa inai.
Tidak ada anjing. Tidak ada kucing.

犬 (inu): anjing
いる (iru): ada (benda hidup kecuali tumbuhan)
猫 (neko): kucing

Dua kalimat negatif yang berurutan seperti contoh di atas bisa digabung dengan memanfaatkan pengandaian -ba sehingga artinya “Tidak ada anjing maupun kucing”. Inilah caranya:

Menggunakan pengandaian -ba untuk menggabung dua kalimat negatif

Pertama, ubah kedua partikel wa yang berkaitan menjadi mo. Lalu konjugasikan kalimat pertama ke pengandaian -ba.

Contoh kalimat: inu wa inai. neko wa inai.
Tahap 1: inu mo inai. neko mo inai.
Tahap 2: inu mo inakereba neko mo inai.

Perhatikan bahwa ini adalah pengandaian semu. Secara tata bahasa bentuknya persis dengan pengandaian -ba, namun tidak ada pengandaian sama sekali di sini! Ini hanyalah salah satu cara tingkat lanjut untuk merangkai kalimat. Lihat contoh di bawah dan perhatikan bahwa di terjemahannya tidak ada andai-andai apapun.

我が家には、犬もいなければ猫もいない
wagaya ni wa, inu mo inakereba neko mo inai
Di rumah saya, tidak ada anjing maupun kucing

我が家 (wagaya): rumah saya
犬 (inu): anjing
いる (iru): ada (benda hidup kecuali tumbuhan)
猫 (neko): kucing

Pola seperti ini cukup berkelas sehingga akan terdengar agak puitis atau seperti bahasa sastra. Kalau ingin yang lebih sederhana dan normal, tentunya kita bisa menggunakan misalnya inu mo neko mo inai.

Perhatikan contoh-contoh tambahan berikut untuk lebih membiasakan diri dengan pola ini:

私にはお金もなければ地位もない
watashi ni wa okane mo nakereba chii mo nai
Saya tidak memiliki uang maupun pangkat

私 (watashi): saya
お金 (okane): uang
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)
地位 (chii): posisi, kedudukan, status

Perhatikan asal kalimatnya: okane wa nai. chii wa nai.

あの頃、夢もなければ希望もない日々を送っていた
ano koro, yume mo nakereba kibou mo nai hibi o okutte ita
Pada waktu itu, aku menjalani hari-hari tanpa mimpi maupun harapan

あの (ano): itu
頃 (koro): waktu, masa
夢 (yume): mimpi
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)
希望 (kibou): harapan, keinginan
日々 (hibi): hari-hari
送る (okuru): menjalani, melewati

あの人は友達でもなければ知り合いでもありませんので誤解しないでください
ano hito wa tomodachi de mo nakereba shiriai de mo arimasen no de gokai shinaide kudasai
Orang itu bukan teman dan bukan juga kenalan, jadi tolong jangan salah paham

あの (ano): itu
人 (hito): orang
友達 (tomodachi): teman
知り合い (shiriai): kenalan
誤解 (gokai): salah paham

Kali ini asal kalimatnya adalah: tomodachi de wa nai. shiriai de wa nai. (de wa nai = ja nai)

Contoh berikut diambil dari novel visual Air. Bentuk asal kalimatnya sama dengan contoh terakhir di atas:

いや、錯覚ではない。何か、音がする。この世のものならざる音。足音でもなければ、声でもない。
iya, sakkaku de wa nai. nanika, oto ga suru. kono yo no mono narazaru oto. ashioto de mo nakereba, koe de mo nai.
Tidak, ini bukan imajinasiku. Aku mendengar sesuatu. Suara yang tidak mungkin berasal dari dunia ini. Bukan suara langkah kaki, bukan pula suara orang.

いや (iya): tidak, bukan
錯覚 (sakkaku): ilusi, imajinasi
何か (nanika): sesuatu
音 (oto): suara
この (kono): ini
世 (yo): dunia
もの (mono): benda
なる (naru):
足音 (ashioto): suara langkah kaki
声 (koe): suara orang

Perhatikan bahwa oto ga suru artinya adalah sesuatu mengeluarkan suara. Lalu naru di sini adalah verba klasik yang secara praktis bisa menggabungkan dua nomina (beda dengan naru yang artinya “menjadi”). Contohnya sei (聖) berarti suci, sehingga sei-naru sensou berarti perang suci. narazaru adalah bentuk negatif klasiknya (= naranai), jadi sebagai contoh sei-narazaru sensou berarti perang yang tidak suci.

Contoh terakhir adalah dari dorama Honey and Clover. Silahkan dengarkan audionya:

Honey and Clover

Download: honey_and_clover_96.mp3 (203 KB)

お金がない学生にとって、夏休みとは、ただじっと過ぎ去るのを待つ日々でしかない。〔「あ~、あっち~」〕遊ぶお金もなければ、実家にも帰らない。
okane ga nai gakusei ni totte, natsuyasumi to wa, tada jitto sugisaru no o matsu hibi de shika nai. ["aa, acchii"] asobu okane mo nakereba, jikka ni mo kaeranai.
Bagi mahasiswa yang tidak punya uang, liburan musim panas tidak lain dan tidak bukan hanyalah hari-hari menunggu dengan sabar berlalunya waktu. ["Ah... Panaaas!"] Mereka tidak punya uang untuk bersenang-senang, dan tidak pula pulang ke rumahnya.

お金 (okane): uang
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)
学生 (gakusei): murid
にとって (ni totte): bagi
夏休み (natsuyasumi): liburan musim panas
とは (to wa): menandakan hal yang ingin didefinisikan
ただ (tada): hanya
じっと (jitto): dengan sabar, tanpa gerakan, terfokus
過ぎ去る (sugisaru): lewat
待つ (matsu): menunggu
日々 (hibi): hari-hari
あっちい (acchii): panas (atsui)
遊ぶ (asobu): bermain
実家 (jikka): rumah orang tua
帰る (kaeru): pulang, kembali

Asal kalimatnya? Kali ini: asobu okane wa nai. jikka ni wa kaeranai.

Pola yang kita pelajari di sini sebenarnya juga bisa digunakan untuk menggabungkan dua kalimat positif, namun itu akan dibahas di lain waktu.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/feed/ 10
Berbicara tentang panas http://www.yumeko.web.id/2009/04/23/berbicara-tentang-panas/ http://www.yumeko.web.id/2009/04/23/berbicara-tentang-panas/#comments Thu, 23 Apr 2009 04:37:05 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=317 Korek api yang panas
Sumber gambar: Wikipedia

Beberapa teman saya baru-baru ini menggerutu tentang panasnya udara saat ini. Saya sendiri juga bisa bersimpati dengan mereka karena cuacanya memang sedang panas sekarang. Oleh karena itu, kali ini kita akan membahas kata atsui yang berarti panas.

Kanji yang berbeda

Pertama-tama, perlu diketahui bahwa orang Jepang membedakan antara konsep udara panas dengan benda panas. Hal ini direfleksikan dengan penggunaan dua kanji yang berbeda.

Untuk udara atau cuaca yang panas penulisan kanjinya adalah 暑い. Kamu bisa perhatikan bahwa kanji tersebut memuat bentuk matahari (日) di atas. Ingat-ingat saja bahwa panasnya udara disebabkan karena terik matahari.

Untuk benda yang panas, misalnya air, makanan, atau suhu tubuh, digunakan 熱い. Secara kasarnya, kalau kamu perlu menyentuh atau mendekatkan tangan kamu pada benda tersebut untuk merasakan panasnya maka kamu menggunakan kanji ini. Pada kanji tersebut bentuk bawahnya adalah bentuk api (火).

Contoh kalimat

Inilah beberapa contoh kalimatnya. Perhatikan kanji yang digunakan untuk masing-masing kasus.

熱いうちにスープをどうぞ
atsui uchi ni suupu o douzo
Silahkan disantap supnya selagi panas

うち (uchi): selagi
スープ (suupu): sup
どうぞ (douzo): silahkan

暑い日にはアイスが食べたい
atsui hi ni wa aisu ga tabetai
Pada hari yang panas aku ingin makan es krim

日 (hi): hari
アイス (aisu): es krim
食べる (taberu): makan

風邪で体が熱かった
kaze de karada ga atsukatta
Badannya panas karena pilek

風邪 (kaze): pilek
体 (karada): badan, tubuh

今年の夏は非常に暑い
kotoshi no natsu wa hijou ni atsui
Musim panas tahun ini benar-benar panas

今年 (kotoshi): tahun ini
夏 (natsu): musim panas
非常 (hijou): sangat, benar-benar, di luar batas kewajaran

acchii (あっちい)

Suatu saat kamu mungkin akan menemui bentuk tidak baku dari atsui yaitu acchii. Ini sebetulnya semacam bahasa bayi dan karenanya terdengar lebih imut daripada atsui.

あっちい地球をみんなでさまそう
acchii chikyuu o minna de samasou
Mari bersama mendinginkan bumi yang panas ini

地球 (chikyuu): bumi
みんな (minna): semua orang, kita semua
さます (samasu): mendinginkan

Kalau ingin menggunakan kanjinya, acchii bisa ditulis sebagai 暑っちい atau 熱っちい yang sekali lagi tergantung kasusnya.

achichichi (あちちち)

Kalau kaget menyentuh sesuatu yang panas, tentunya kamu bisa mengatakan “atsui! atsui! atsui!” Namun dengan mengambil a dan chi dari acchii, kamu bisa juga mengatakan “a chi chi chi chi!” Coba dengar klip dari anime Seto no Hanayome berikut:

Maki-chan yang kakinya kepanasan saat menginjak pasir pantai
Maki-chan yang kakinya kepanasan saat menginjak pasir pantai

Download: maki-achichichi.mp3 (71 KB)

Kamu juga bisa menemukan achichichi ini di lagu Chocolate Damashii (Matsuura Aya) misalnya. Pada lagu tersebut, sang protagonis kepanasan karena mencoba makanan yang baru saja dihidangkan yang ternyata masih panas:

行列できる店で バイトしてたキミ
gyouretsu dekiru mise de baito shiteta kimi
A-chichichi やけどしそうって言った時 水をポンと
A-chichichi yakedo shisou tte itta toki mizu o pon to

Kamu yang sedang bekerja paruh waktu di tempat makan yang ramai
Panas, panas, panas! Saat aku mengatakan bahwa (lidahku) sepertinya terbakar, kamu memberikan air (untukku)

Interpretasi oleh Sagippio

行列 (gyouretsu): antrian
できる (dekiru): bisa, terbentuk
店 (mise): toko, warung, tempat makan
バイト (baito): kerja sambilan
する (suru): melakukan
キミ (kimi): kamu
やけど (yakedo): luka bakar
言う (iu): mengatakan
時 (toki): waktu, saat
水 (mizu): air
ポンと (pon to): suara menepuk tangan, meletakkan benda, melempar benda, dsb

Selamat menikmati hari-hari panas dengan kata atsui dan variannya!

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/04/23/berbicara-tentang-panas/feed/ 9
-te kuru: pergi dan kembali lagi http://www.yumeko.web.id/2009/04/14/te-kuru-pergi-dan-kembali-lagi/ http://www.yumeko.web.id/2009/04/14/te-kuru-pergi-dan-kembali-lagi/#comments Mon, 13 Apr 2009 17:01:56 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=304 \"Tunggu di sini, aku akan datang kembali\"
“Tunggu di sini. Aku akan pergi dan nanti datang kembali!”

kuru (来る) adalah verba yang berarti “datang” (betuk sopannya adalah kimasu). Inilah contoh kalimat sederhananya:

私はインドネシアから来ました
watashi wa indoneshia kara kimashita
Saya datang dari Indonesia

私 (watashi): saya
インドネシア (indoneshia): Indonesia
から (kara): dari
来る (kuru): datang

Arti literalnya memang “saya datang dari Indonesia”, namun pola kalimat di atas bisa kita gunakan saat memperkenalkan diri yang kurang lebih maksudnya “saya dari Indonesia”.

Nah, kuru bisa juga ditempelkan pada bentuk te verba sehingga menjadi -te kuru. Pada bentuk ini, umumnya penulisannya menggunakan hiragana くる. Konstruksi -te kuru ini bisa memiliki banyak arti, dan kita akan mempelajari salah satunya di sini.

Pergi melakukan sesuatu dan kembali lagi

-te kuru bisa berarti “pergi dan kembali lagi”. Contoh tergampangnya adalah apa yang diucapkan orang Jepang saat pergi keluar rumah.

行ってきます!
itte kimasu!
Berangkat dulu ya! (literal: Saya pergi dulu dan nanti akan kembali lagi!)

行く (iku): pergi
来る (kuru): datang

Kata dasar di sini adalah iku yang berarti pergi. Ya, yang mengucapkan ini pertama-tama akan pergi entah ke sekolah, toko, atau ke kantor. Tapi apa yang akan dilakukan setelah urusanya selesai? Tentu saja datang (kuru) kembali ke rumahnya! Oleh karenanya iku diubah menjadi bentuk te-nya yaitu itte dan diberi kimasu yaitu bentuk sopan kuru.

Ini contoh lainnya:

原因を調べてきます
gen’in o shirabete kimasu
Saya akan menyelidiki penyebabnya (dan nanti akan datang lagi untuk melapor)

原因 (gen’in): sebab
調べる (shiraberu): menyelidiki
来る (kuru): datang

Pada kasus ini maksud -te kuru juga sama. Orang yang mengucapkannya pertama akan pergi untuk menyelidiki (shiraberu), lalu setelahnya akan datang (kuru) lagi misalnya untuk melaporkan hasilnya.

Contoh dari dorama: Nobuta o Produce

Maksud -te kuru sebetulnya sangatlah kongkrit dan mudah dibayangkan: “pergi, melakukan sesuatu, lalu datang kembali”. Kita akan mengangkat salah satu adegan dari dorama Nobuta o Produce episode 7 yang menggunakan -te kuru berkali-kali. Kalau bisa, coba dengarkan audionya juga.

Pergi mengambil tas dan kembali lagi

Download: kaban_totte_kuru.mp3 (58 KB)

か、鞄、取ってくるね
ka, kaban, totte kuru ne
A, aku ambil tas dulu ya (dan nanti kembali ke sini)

鞄 (kaban): tas
取る (toru): mengambil
来る (kuru): datang

Pada adegan ini Nobuta dan temannya Akira berada di ruang klub (1). Lalu karena sudah akan pulang, Nobuta mengatakan bahwa dia akan mengambil (toru) tasnya yang ada di kelas. Kenapa digunakan bentuk -te kuru? Karena nanti Nobuta akan datang kembali ke ruangan ini! Bisa dilihat bahwa Nobuta pergi (2), mengambil tasnya (3), lalu datang kembali (4).

Perhatikan bahwa karena ini antar teman dekat, Nobuta menggunakan bentuk biasanya yaitu kuru dan bukan kimasu.

Pergi memanggil bantuan dan kembali lagi

Download: hito_yonde_kuru.mp3 (158 KB)

野ブタ: ご、ごめん!だ、大丈夫? go, gomen! da, daijoubu?
彰: 大丈夫、大丈夫、大丈夫 daijoubu, daijoubu, daijoubu
野ブタ: 人、人呼んで、人呼んでくる hito, hito yonde, hito yonde kuru
Nobuta: Ma, maaf! ka, ka, kamu nggak apa-apa?
Akira: Nggak apa-apa, nggak apa-apa.
Nobuta: A, aku, aku pergi, aku pergi panggil orang dulu. (dan nanti kembali ke sini)

ごめん (gomen): maaf
大丈夫 (daijoubu): baik-baik, OK
人 (hito): orang
呼ぶ (yobu): memanggil
来る (kuru): datang

Berikutnya terjadi sesuatu dan Akira terluka! Nobuta panik, lalu mengatakan bahwa dia akan memanggil (yobu) orang untuk dimintai tolong. Kenapa digunakan bentuk -te kuru (untuk verba ini -de kuru)? Karena Nobuta berniat kembali ke ruang ini! Dan benar saja, dia kembali bersama teman lainnya yaitu Shuuji.

Pergi membeli es dan kembali lagi

Download: koori_katte_kuru.mp3 (96 KB)

こ、氷、買ってくるね
ko, koori, katte kuru ne
A, aku beli es ya (dan nanti kembali ke sini)

氷 (koori): es
買う (kau): membeli
来る (kuru): datang

Terakhir, Nobuta pamit pergi lagi ke luar untuk membeli (kau) es agar darah Akira berhenti. Tentunya sudah tahu alasannya kenapa digunakan bentuk -te kuru. Setelah mengambil dompet (1) dan keluar membeli es (2), Nobuta kembali lagi menuju ruang klubnya (3) seperti yang diharapkan.

Penutup

Bahasa Inggris terkenal sangat mendetil soal waktu: kita bisa menemui berbagai macam kala (tense) di sana. Di lain pihak, tata bahasa Jepang sangat mendetil dalam hal-hal seperti kesopanan, perasaan, keinginan, dan rencana. Penggunaan -te kuru adalah salah satu contoh yang menyelipkan aspek rencana tersebut, yaitu rencana “akan kembali”.

Dengan kata lain, kalau pada semua contoh di atas bentuk -te kuru tidak digunakan, arti dasarnya tidaklah berubah. Misalnya, saat akan pergi keluar kamu bisa saja mengatakan hanya “ikimasu!“. Perbedaannya dengan itte kimasu hanyalah rencana kembali yang dibuat eksplisit.

Terakhir, ingat bahwa bentuk -te kuru bisa memiliki makna lain juga, tergantung verba dan konteksnya. Untuk penggunaan lain tersebut silahkan baca artikel lainnya.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/04/14/te-kuru-pergi-dan-kembali-lagi/feed/ 12
Lokasi relatif (dan bonus permainan) http://www.yumeko.web.id/2008/11/28/lokasi-relatif-dan-bonus-permainan/ http://www.yumeko.web.id/2008/11/28/lokasi-relatif-dan-bonus-permainan/#comments Fri, 28 Nov 2008 06:01:50 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=223
Morning Musume di meja bundar
Siapa yang ada di sebelahku?

Untuk menyatakan lokasi relatif, misalnya “depan rumah”, bahasa Jepang menggunakan partikel no yang fungsinya menggabungkan dua nomina. Untuk contoh “depan rumah”, bahasa Jepangnya adalah ie no mae dengan ie berarti “rumah” dan mae berarti “depan”. (perhatikan urutan katanya yang beda dengan bahasa Indonesia)

Inilah beberapa nomina yang menunjukkan lokasi relatif yang bisa kamu gunakan:

上 (ue): atas
下 (shita): bawah
右 (migi): kanan
左 (hidari): kiri
中 (naka): dalam
前 (mae): depan
後ろ (ushiro): belakang
近く (chikaku): dekat
隣 (tonari): sebelah

Beberapa contoh berikut menunjukkan bagaimana posisi relatif tersebut dipakai di kalimat:

ああ目の前にあなた立っているわ [Sakura Mankai: | ]
aa me no mae ni anata tatteiru wa
Ah, engkau sedang berdiri di depan mataku

目 (me): mata
前 (mae): depan
あなた (anata): kamu
立つ (tatsu): berdiri

Kalau ingin lengkap secara tata bahasa, seharusnya anata diikuti partikel wa atau ga. Namun partikel-partikel memang sering diabaikan baik di percakapan maupun karya sastra. wa yang ada di akhir kalimat ini bukan partikel topik wa tapi akhiran kalimat (gobi) yang biasa digunakan perempuan untuk penekanan.

二人の心の中のせんこう花火 [Senkou Hanabi: | ]
futari no kokoro no naka no senkou hanabi
Kembang api yang ada di dalam hati kita berdua

二人 (futari): dua orang, berdua
心 (kokoro): hati
中 (naka): dalam
せんこう花火 (senkou hanabi): kembang api

駅の近くまで駆け足になってた [Haru Beautiful Everyday: | ]
eki no chikaku made kakeashi ni natteta
Aku berlari sampai di dekat stasiun

駅 (eki): stasiun
近く (chikaku): dekat
まで (made): sampai
駆け足 (kakeashi): lari
なる (naru): menjadi

車の下で鳴いてる猫 [Happiness: | ]
kuruma no shita de naiteru neko
Kucing yang sedang mengeong di bawah mobil

車 (kuruma): mobil
下 (shita): bawah
鳴く (naku): mengeong, menggonggong, berkicau, dll
猫 (neko): kucing

この丘の上で待ち合わせる [Ohiru no Kyuukei Jikan: | ]
kono oka no ue de machiawaseru
Janjian bertemu di atas bukit ini

この (kono): ini
丘 (oka): bukit
上 (ue): atas
待ち合わせる (machiawaseru): berjanji untuk bertemu

田中さんの隣の人は誰ですか
tanaka-san no tonari no hito wa dare desu ka
Siapa orang di sebelah Tanaka?

隣 (tonari): sebelah
人 (hito): orang
誰 (dare): siapa

Hati-hati untuk tidak menukar urutannya. ginkou no chikaku berarti “dekat bank” tetapi chikaku no ginkou berarti “bank yang dekat”.

Permainan: nagai jiko shoukai game!

nagai jiko shoukai

Sekarang kita akan bermain sedikit dengan lokasi relatif ini. Nama permainannya adalah nagai jiko shoukai (perkenalan diri yang panjang). Aturannya sangat gampang. Pertama duduklah melingkar (lihat gambar atas) dan tentukan siapa yang akan memulai. Orang pertama memperkenalkan diri dengan sederhana, misalnya:

夢子です
yumeko desu
Saya Yumeko

Lalu perkenalan dilanjutkan oleh orang di sebelahnya, namun kali ini caranya seperti ini:

夢子の隣の秋子です
yumeko no tonari no akiko desu
Saya Akiko yang ada di sebelahnya Yumeko

Tentu orang yang mendapat giliran di sebelahnya akan lebih panjang lagi, misalnya:

夢子の隣の秋子の隣のブラムです
yumeko no tonari no akiko no tonari no buramu desu
Saya Bram yang ada di sebelahnya Akiko yang ada di sebelahnya Yumeko

Ini berlanjut sampai satu lingkaran penuh, dan hasilnya bisa cukup panjang. Dengarkan serunya permainan ini di potongan audio berikut:

Download: nagai_jiko_shoukai_momusu_1.mp3 (685 KB)

Tahap pertama mungkin gampang kalau kita kenal orang-orangnya. Nah tapi itu baru pemanasan. Di tahap kedua, hal yang disukai harus disebutkan misalnya:

日本語が好きな夢子です
nihongo ga suki na yumeko desu
Saya Yumeko yang suka bahasa Jepang

Yang disusul oleh misalnya:

日本語が好きな夢子の隣のラーメンが好きな秋子です
nihongo ga suki na yumeko no tonari no raamen ga suki na akiko desu
Saya Akiko yang suka ramen yang ada di sebelahnya Yumeko yang suka bahasa Jepang

Contoh gilirannya bisa seperti berikut:

Download: nagai_jiko_shoukai_momusu_2.mp3 (310 KB)

(Bonus bagi yang bisa menangkap nama-nama makanan yang ada di situ, tulis di komen ya ^^…)

Untuk setiap putaran, ganti lagi benda yang disukainya. Orang yang salah mengucapkan akan diberi kesempatan sekali lagi namun mendapat hukuman. Selamat mencoba!

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/11/28/lokasi-relatif-dan-bonus-permainan/feed/ 9
Tadaima: aku pulang? http://www.yumeko.web.id/2008/05/26/tadaima-aku-pulang/ http://www.yumeko.web.id/2008/05/26/tadaima-aku-pulang/#comments Mon, 26 May 2008 00:59:50 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=9

Pelajar bahasa Jepang biasanya akan berkenalan dengan beragam ungkapan umum di awal-awal studinya. Salah satu ungkapan tersebut adalah 「ただいま」 (tadaima) yang sering diterjemahkan “Aku pulang!” Memang maksudnya begitu, namun kalau kita terjemahkan secara mentah, arti sebenarnya adalah “Baru saja.” Baru saja ngapain? Ya… baru saja pulang.

Ini karena ungkapan lengkapnya adalah 「ただいま帰りました」 (tadaima kaerimashita, aku baru saja pulang). 帰りました (かえりました, kaerimashita) yang merupakan bentuk lampau sopan 帰る (かえる, kaeru) “pulang” seringkali dihilangkan pada ungkapan tersebut. Untuk mendengar versi lengkapnya, kamu bisa download potongan dari anime Clannad episode 19 saat Furukawa Nagisa mengucapkannya:

tadaima_kaerimashita.mp3 – 46 KB

Seperti telah dikatakan sebelumnya, arti sebenarnya 「ただいま」 (tadaima) pada ekspresi di atas adalah “baru saja”. Inilah beberapa kalimat lain yang mencontohkan arti tersebut:

ただいま電話がありました。
tadaima denwa ga arimashita.
(Tadi) baru saja ada telepon.

ただいま散歩に出かけた。
tadaima sanpo ni dekaketa.
(Dia) baru saja pergi jalan-jalan ke luar.

散歩に出かけた (sanpo ni dekaketa) adalah cara lain mengatakan 散歩しに出かけた (sanpo shi ni dekaketa, pergi ke luar untuk jalan-jalan).

Setelah tahu versi lengkap dari ただいま (tadaima), sekali-kali cobalah mengatakannya.

Inilah daftar kata pada artikel ini:

漢字 かな romaji Arti
ただいま tadaima baru saja
帰る かえる kaeru pulang
電話 でんわ denwa telepon
ある aru ada
散歩 さんぽ sanpo jalan-jalan
出かける でかける dekakeru pergi ke luar
]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/05/26/tadaima-aku-pulang/feed/ 5