Yumeko » berryz koubou http://www.yumeko.web.id Belajar budaya dan bahasa Jepang bersama Tue, 16 Mar 2010 08:00:12 +0000 http://wordpress.org/?v=2.9.2 en hourly 1 Penggunaan berbagai kala verba dengan toki http://www.yumeko.web.id/2009/05/21/penggunaan-berbagai-kala-verba-dengan-toki/ http://www.yumeko.web.id/2009/05/21/penggunaan-berbagai-kala-verba-dengan-toki/#comments Thu, 21 May 2009 13:39:10 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=331 toki (時) adalah kata yang berarti “waktu” atau “saat”. Dia bisa digunakan untuk menyatakan kapan suatu aksi terjadi, seperti pada kalimat bahasa Indonesia “waktu aku sedang menonton TV, ada telepon.”

Jika digunakan dengan verba (misal “menonton” di contoh atas), secara umum verba yang mendahului toki bisa berada di bentuk taklampau, bentuk lampau, maupun berkelanjutan (-te iru). Masing-masing memiliki arti sendiri, namun semuanya menggunakan pola dasar berikut:

[klausa 1] toki, [klausa 2]

Arti dasarnya adalah klausa 2 terjadi pada waktu klausa 1 terjadi. Waktu tepatnya ditunjukkan dengan bentuk verba di klausa 1.

Dengan bentuk berkelanjutan

Dengan bentuk -te iru, toki menyatakan bahwa aksi di klausa 2 terjadi saat aksi di klausa 1 sedang berlangsung.

テレビを見ている時、電話が鳴った。
terebi o mite iru toki, denwa ga natta
Waktu aku sedang menonton TV, telepon berdering.

テレビ (terebi): TV
見る (miru): melihat
電話 (denwa): telepon
鳴る (naru): berbunyi, berdering, dsb.

両親が寝てる時、電話をする。
ryoushin ga neteru toki, denwa o suru
Saat orang tua sedang tidur, aku akan menelepon.

両親 (ryoushin): (kedua) orang tua
寝る (neru): tidur
電話 (denwa): telepon
する (suru): melakukan

Perhatikan bagaimana kala di akhir kalimat menunjukkan apakah kejadian menelepon sudah berlalu (lampau) atau belum.

Dengan bentuk taklampau

Jika bentuk taklampau digunakan, artinya aksi di klausa 2 terjadi sebelum aksi di klausa 1 terjadi/selesai. Perhatikan contoh berikut:

日本に行く時、辞書を買う。
nihon ni iku toki, jisho o kau
Saya akan membeli kamus (di tanah air) saat nanti pergi ke Jepang.

日本 (nihon): Jepang
行く (iku): pergi
辞書 (jisho): kamus
買う (kau): membeli

Pada contoh kalimat di atas, iku berada pada bentuk taklampau. Artinya, aksi “membeli” akan dilakukan sebelum aksi “pergi”. Perubahan kala di akhir kalimat tidak akan mengubah kenyataan bahwa aksi membeli dilakukan sebelum pergi:

日本に行く時、辞書を買った。
nihon ni iku toki, jisho o katta
Saya membeli kamus (di tanah air) waktu dulu pergi ke Jepang.

日本 (nihon): Jepang
行く (iku): pergi
辞書 (jisho): kamus
買う (kau): membeli

Dengan bentuk lampau

Dengan bentuk lampau, aksi di klausa 2 terjadi setelah aksi di klausa 1 selesai dilaksanakan.

日本に行った時、辞書を買う。
nihon ni itta toki, jisho o kau
Saya akan membeli kamus (di Jepang) saat nanti pergi ke Jepang.

日本 (nihon): Jepang
行く (iku): pergi
辞書 (jisho): kamus
買う (kau): membeli

Bisa dilihat bahwa aksi “membeli” baru akan dilakukan setelah aksi “pergi” selesai. Dengan kata lain, orangnya baru akan membeli setelah sampai Jepang. Ini karena iku (pergi) berada di bentuk lampaunya yaitu itta.

Kalimat keseluruhannya bisa berada di bentuk lampau, namun hal yang dijelaskan di atas tidak akan berubah:

日本に行った時、辞書を買った。
nihon ni itta toki, jisho o watta
Saya membeli kamus (di Jepang) waktu dulu pergi ke Jepang.

日本 (nihon): Jepang
行く (iku): pergi
辞書 (jisho): kamus
買う (kau): membeli

Penutup dan contoh lain

Karena pada dasarnya toki adalah nomina, dia bisa diikuti partikel misalnya ni dan wa.

Artikel ini akan diakhiri oleh beberapa contoh dari lagu. Perhatikan bentuk verba yang mendahului toki.

傷ついてるときも、笑っているときも、あなたの胸に咲く花になりたい [Koi no Hana
: | ]

kizutsuiteru toki mo, waratte iru toki mo, anata no mune ni saku hana ni naritai
Di saat kamu sedang terluka maupun di saat kamu sedang tertawa, aku ingin menjadi bunga yang mekar di hatimu.

傷つく (kizutsuku): terluka
笑う (warau): tertawa, tersenyum
あなた (anata): kamu
胸 (mune): hati, dada
咲く (saku): mekar
花 (hana): bunga
なる (naru): menjadi

明日の朝目が覚めた時には、美しくなってたらいいな [VERY BEAUTY
: | ]

asu no asa me ga sameta toki ni wa, utsukushiku nattetara ii na
Alangkah senangnya jika aku telah menjadi cantik waktu bangun besok pagi.

明日 (asu): besok (umumnya 明日 dibaca ashita)
朝 (asa): pagi
目が覚める (me ga sameru): bangun (lit: mata terbangun)
美しい (utsukushii): indah, cantik
なる (naru): menjadi
いい (ii): baik

Perhatikan bahwa di atas me ga sameta (bangun) adalah bentuk lampau, sebab orangnya tentunya baru bisa tahu apakah dia menjadi lebih cantik atau tidak setelah proses bangunnya selesai, bukan saat akan bangun.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/05/21/penggunaan-berbagai-kala-verba-dengan-toki/feed/ 5
Kata paling berbahaya di bahasa Jepang: Anata http://www.yumeko.web.id/2009/05/13/kata-paling-berbahaya-di-bahasa-jepang-anata/ http://www.yumeko.web.id/2009/05/13/kata-paling-berbahaya-di-bahasa-jepang-anata/#comments Wed, 13 May 2009 14:01:41 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=323 Kalau di bahasa Jepang ada gelar “kata paling berbahaya”, maka tidak diragukan lagi bahwa yang paling pantas menyandangnya adalah kata “anata“. anata adalah kata ganti orang kedua, jadi dia berarti semacam “anda” atau “kamu”. Dilihat sekilas, sepertinya itu kata yang normal dan bukan kata umpatan atau semacamnya. Tapi kenapa dia berbahaya?

Ini berhubungan dengan masalah sopan-santun dan kalimat yang alami di bahasa Jepang. anata sering dianggap sebagai kata normal oleh pemula, jadi pemula akan menggunakannya secara bebas dan sering. Padahal anata hanya bisa digunakan di kasus-kasus tertentu. Jadinya kata tersebut sering disalahgunakan, yaitu digunakan tidak pada tempatnya.

Cara memanggil “kamu” yang benar di bahasa Jepang

conan menunjuk
“Kamu!”

Tentu setiap bahasa ada untuk memfasilitasi interaksi antar dua orang. Oleh karenanya, pastilah ada konsep “aku” dan “kamu”. Namun di bahasa Jepang, menyebut anata (kamu) adalah cara yang terlalu langsung sehingga terdengar vulgar atau tidak sopan. Ini seakan-akan kamu menunjuk persis ke wajahnya sambil mengatakan “kamu!”. Kalau digunakan dengan teman mungkin dia tidak akan marah, tapi paling tidak hal tersebut tetap akan terdengar aneh.

Kalau kita memang perlu mengacu pada lawan bicara, cara yang sopan dan paling alami adalah dengan menyebut nama orangnya dengan ditambah akhiran yang bersesuaian. Akhiran-akhiran tersebut misalnya san (akhiran sopan umum), sensei (guru, dokter, dsb.), dan chan (untuk anak kecil atau teman dekat perempuan). Contohnya adalah Takahashi-sensei, Tanaka-san, dan San-chan. Umumnya kita menggunakan nama keluarga (Tanaka Reina, Fujimoto Miki, dsb) kecuali kalau kita sudah kenal dekat orangnya.

Inilah contohnya (yang merah contoh salah):

あなたはいつ帰りますか (誤)
anata wa itsu kaerimasu ka (salah)

新垣さんはいつ帰りますか
niigaki-san wa itsu kaerimasu ka

Kapan anda (Niigaki-san) pulang?

いつ (itsu): kapan
帰る (kaeru): pulang

Cara lain untuk mengacu lawan bicara adalah dengan hanya menyebut gelar atau jabatannya. Contohnya adalah sensei (guru) dan shachou (pemimpin perusahaan). Ini contohnya:

あなたはジャズが好きですか (誤)
anata wa jazu ga suki desu ka (salah)

先生はジャズが好きですか
sensei wa jazu ga suki desu ka

Apakah bapak (guru) suka Jazz?

ジャズ (jazu): Jazz
好き (suki): suka

Tidak memanggil “kamu” sama sekali

Tentu saja kalau konteksnya sudah jelas, kita bisa saja membuat kalimat benar tanpa menggunakan “kamu” sama sekali. Contohnya kalimat di atas akan menjadi seperti ini:

いつ帰りますか
itsu kaerimasu ka
Pulangnya kapan?

Perhatikan bahwa di bahasa Indonesia pun kita juga bisa membuat kalimat-kalimat tanpa “kamu”. Contoh bahasa Indonesia lainnya misalnya “Mau pergi ke mana?”, “Tinggalnya di mana?”, dan “Lagi baca apa?”. Jadi ini bukanlah konsep yang aneh.

Ini terutama berguna kalau kita bicara dengan orang yang tak dikenal misalnya, karena tentu kita belum tahu namanya. Ini beberapa contohnya:

すみません、あなたは橋本さんですか (誤)
sumimasen, anata wa hashimoto-san desu ka (salah)

すみません、橋本さんですか
sumimasen, hashimoto-san desu ka

Maaf, Pak Hashimoto bukan ya?

すみません (sumimasen): maaf

あたなの名前は何ですか (誤)
anata no namae wa nan desu ka (salah)

お名前は何ですか
onamae wa nan desu ka

Namanya siapa ya?

名前 (namae): nama
何 (nan): apa

Karena kita mengacu pada “nama” lawan bicara, akan lebih sopan jika digunakan awalan o- (sehingga menjadi onamae) seperti pada contoh.

Kapan anata digunakan?

Kalau anata sebegitu tabunya, untuk apa ada kata ini? Tentu saja, terdapat kasus-kasus khusus di mana kita bisa menggunakannya.

anata digunakan misalnya di angket, formulir, atau iklan. Di kasus-kasus tersebut anata bisa digunakan karena kita tidak mungkin mengenal nama orangnya dan karena kita tidak bertatap muka dengan orangnya secara langsung. Ini contohnya:

Penggunaan anata di iklan majalah bungei shunjuu
Iklan di majalah Bungei Shunjuu

あなたの本を出版します
anata no hon o shuppan shimasu
Kami akan menerbitkan bukumu!

本 (hon): buku
出版 (shuppan): publikasi, penerbitan

Berikut adalah contoh dari form registrasi di Internet:

ぷっちょ会員登録が完了すると、あなたのメールに登録完了メールが送られています
puccho kaiin touroku ga kanryou suru to, anata no meeru ni touroku kanryou meeru ga okurarete imasu
Jika proses registrasi anggota Puccho telah selesai, email pemberitahuan (mengenai selesainya proses registrasi) akan dikirimkan ke alamat email kamu

会員 (kaiin): anggota
登録 (touroku): pendaftaran
完了 (kanryou): selesai
メール (meeru): email
送る (okuru): mengirim

anata juga bisa digunakan di lagu, karena pada lagu kita sebetulnya tidak berbicara langsung dengan orang yang dimaksud. Pada bagian-bagian yang menggunakan anata umumnya sang penyanyi sedang berbicara (berkisah) sendiri, atau sekedar menumpahkan perasaannya pada lagu.

あなたが好き [Kokuhaku no Funsui Hiroba: | ]
anata ga suki
Aku cinta kamu

好き (suki): cinta, suka

そう、今すぐあなたに会いたいよ [Manopiano: | ]
sou, ima sugu anata ni aitai yo
Ya, aku ingin bertemu denganmu sekarang juga

そう (sou): iya, betul
今すぐ (ima sugu): saat ini juga, sekarang juga
会う (au): bertemu

Kalau kita berbicara langsung dengan orangnya, maka yang lebih alami adalah hanya “suki” dan “ima sugu aitai yo” atau menggunakan nama orangnya misalnya “ima sugu bima-kun ni aitai yo“.

Terakhir, di film-film kamu mungkin akan menemukan istri memanggil suaminya anata. Itu adalah sebutan sayang istri kepada suami walaupun hal tersebut kini terdengar cukup kuno. Artinya di sini bukan “kamu”, tapi lebih ke arah “sayangku” atau “suamiku sayang”.

Penutup

anata sepertinya banyak disalahgunakan oleh pemula karena pengaruh bahasa Inggris. Saat belajar bahasa Inggris, kita dibiasakan (terpaksa) untuk menggunakan kata “you”. Bayangkan saja kalimat seperti “Do you like Jazz” dan “I love you” yang mau tidak mau harus menggunakan “you”. Oleh karenanya, saat belajar bahasa Jepang yang juga merupakan bahasa asing para pemula cenderung terjebak untuk menggunakan anata.

Padahal seperti telah kita bahas, menggunakan anata kemungkinan besar akan terdengar aneh atau malah tidak sopan. Bahasa Jepang bukan bahasa Inggris, jadi kita harus tahu beda penggunaan kata-katanya. Oleh karenanya berhati-hatilah dan cobalah gunakan tips-tips di artikel ini untuk mengakali kalimatmu agar tidak menggunakan anata.

Agar tidak terlalu panjang, untuk saat ini pembahasannya akan kita akhiri. Namun topik anata ini masih akan kita lanjutkan lagi kapan-kapan. Kalau kamu termasuk orang yang terkena sindrom menggunakan anata kapanpun dan di manapun, semoga artikel ini berguna! Mata kondo!

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/05/13/kata-paling-berbahaya-di-bahasa-jepang-anata/feed/ 29
Senryu lingkungan karya artis-artis Hello! Project http://www.yumeko.web.id/2009/02/07/senryu-lingkungan-karya-artis-artis-hello-project/ http://www.yumeko.web.id/2009/02/07/senryu-lingkungan-karya-artis-artis-hello-project/#comments Fri, 06 Feb 2009 17:54:00 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=245 Seperti telah dijanjikan sebelumnya saat memperkenalkan Senryu, kali ini kita akan melihat contoh-contoh senryu tambahan yang disertai audionya. Semua senryu ini bertemakan lingkungan dan ditulis oleh berbagai penyanyi Hello! Project. Ingat rumusnya: go-shichi-go (5-7-5).

Sebelum mulai, ada baiknya mengulas kata-kata berikut:

地球 (chikyuu): bumi
温暖 (ondan): hangat
化 (-ka): proses menjadi -
地球温暖化 (chikyuu ondanka): pemanasan global
暑い (atsui): panas
みんな (minna): semua
一緒 (issho): bersama
守る (mamoru): melindungi
助ける (tasukeru): menyelamatkan
緑 (midori): hijau
エアコン (eakon): AC (air conditioner)

Shimizu Saki (Berryz Koubou)

Senryu Shimizu Saki

Download: shimizu_saki_senryu.mp3

大変だ taihen da
地球があつく chikyuu ga atsuku
なってるぞ natteru zo

Gawat!
Bumi ini
Semakin memanas

Kita bisa melihat bahwa salah satu teknik yang umum dalam memenuhi jumlah moranya adalah dengan menambahkan akhiran-akhiran seperti da dan zo. Di percakapan biasa akhiran da dan terlebih lagi zo lebih umum digunakan oleh laki-laki.

Tsugunaga Momoko (Berryz Koubou)

Senryu Tsugunaga Momoko

Download: tsugunaga_momoko_senryu.mp3

温暖化 ondanka
みんなで一緒に minna de issho ni
くいとめよう kuitomeyou

Pemanasan global
Mari semua bersama
Menghentikannya

Sebetulnya ini agak keluar dari aturannya karena jumlah moranya 5-8-6. Kasus seperti ini disebut jiamari (字余り) yang artinya kebanyakan huruf. Senryu jiamari secara umum masih diterima, tapi tentu saja jangan banyak-banyak lebihnya :) .

Mungkin dari sini kita bisa melihat suatu filosofi yang menarik. Pada senryu memang ada suatu aturan, namun yang lebih dipentingkan adalah pengekspresian idenya. Jadi dengan kata lain aturan tersebut sebetulnya sifatnya samar, karena pada dasarnya tujuan utama dari karya sastra adalah ide yang ingin disampaikan. Konsep jiamari juga ada di haiku dan jenis puisi lainnya.

Sudou Maasa (Berryz Koubou)

Senryu Sudou Maasa

Download: sudou_maasa_senryu.mp3

気付いてる? kizuiteru?
地球がだんだん chikyuu ga dandan
こわれてる kowareteru

Sadarkah?
Bumi ini perlahan-lahan
Menjadi rusak

Di sini kita bisa melihat bahwa untuk membuat pertanyaan dalam gaya bahasa santai, cukup dengan menggunakan intonasi dan tidak perlu partikel apapun. Dengan gaya bahasa sopan, pertanyaan di baris pertama umumnya menggunakan partikel tanya ka sehingga menjadi “kizuite imasu ka?

Perhatikan bahwa di sini juga terdapat jiamari dengan jumlah mora 5-8-5.

Sugaya Risako (Berryz Koubou)

Senryu Sugaya Risako

Download: sugaya_risako_senryu.mp3

私ん家 watashin chi
夏でもつけない natsu de mo tsukenai
エアコンは eakon wa

Di rumahku
Walaupun musim panas
Tidak menyalakan AC

Di sini singkatan yang menarik adalah watashin chi yang berasal dari watashi no uchi. Saya juga pernah menemui obaachan chi yang tentu saja maksudnya obaachan no uchi (rumah nenek).

Kita juga menjumpai verba ampuh tsukeru. Arti dasarnya adalah “menempelkan” atau “memasangkan”, misalnya iyaringu o tsukeru (memasang anting). Namun jika objeknya adalah benda elektronik, artinya menjadi “menyalakan”.

Terakhir, lagi-lagi ada jiamari di baris kedua. Mungkin kamu akan bosan kalau saya terus-terusan menyebutkan bahwa terdapat jiamari. Intinya, jiamari bukanlah sesuatu yang sangat langka, jadi tidak perlu mengernyitkan dahi kalau menemukannya. Lalu jangan menganggap bahwa orang yang membuat puisinya tidak bisa menghitung, karena pasti dia juga membuat jiamari dengan kesadaran penuh. Dengan berbekal pengetahuan ini, jika ada jiamari lagi mulai sekarang kita tidak perlu menyebutkannya secara eksplisit.

Nakajima Saki (°C-ute)

Senryu Nakajima Saki

Download: nakajima_saki_senryu.mp3

地球から chikyuu kara
緑は絶対 midori wa zettai
無くさない nakusanai

Pastikan jangan sampai
Kita menghilangkan warna hijau
dari bumi ini

Verba nakusu (menghilangkan) di sini asalnya sangat erat dengan adjektiva nai (tidak ada). Dia berasal dari naku suru (membuat sesuatu menjadi tidak ada) yang polanya sama persis seperti ookiku suru (membuat sesuatu menjadi besar) dan yasuku suru (membuat sesuatu menjadi murah). su pada nakusu hanyalah bentuk sastra dari suru.

Okai Chisato (°C-ute)

Senryu Okai Chisato

Download: okai_chisato_senryu.mp3

泣いている naite iru
地球を救おう chikyuu o sukuou
私たち watashi-tachi

Mari kita
Selamatkan
Bumi yang menangis ini

Perhatikan bahwa naite iru pada baris pertama tidaklah merupakan kalimat penuh, tapi berlanjut memodifikasi chikyuu pada baris kedua. Dengan kata lain, kalimat utuhnya adalah naite iru chikyuu o sukuou. Batas baris semu ini adalah ini hal yang sangat umum di puisi maupun lagu, jadi kita harus pintar-pintar mengetahui di mana kalimatnya sebetulnya selesai.

Penutup

Di sini kita bisa mendengar senryu-senryu yang dibacakan. Kita juga telah mempelajari salah satu aspek tambahan dalam penulisan senryu yaitu jiamari. Artikel ini masih ada kelanjutannya karena kita masih akan mempelajari aspek tambahan yang belum dibahas sampai saat ini. (pentunjuk: kebalikannya jiamari)

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/02/07/senryu-lingkungan-karya-artis-artis-hello-project/feed/ 8
Lokasi relatif (dan bonus permainan) http://www.yumeko.web.id/2008/11/28/lokasi-relatif-dan-bonus-permainan/ http://www.yumeko.web.id/2008/11/28/lokasi-relatif-dan-bonus-permainan/#comments Fri, 28 Nov 2008 06:01:50 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=223
Morning Musume di meja bundar
Siapa yang ada di sebelahku?

Untuk menyatakan lokasi relatif, misalnya “depan rumah”, bahasa Jepang menggunakan partikel no yang fungsinya menggabungkan dua nomina. Untuk contoh “depan rumah”, bahasa Jepangnya adalah ie no mae dengan ie berarti “rumah” dan mae berarti “depan”. (perhatikan urutan katanya yang beda dengan bahasa Indonesia)

Inilah beberapa nomina yang menunjukkan lokasi relatif yang bisa kamu gunakan:

上 (ue): atas
下 (shita): bawah
右 (migi): kanan
左 (hidari): kiri
中 (naka): dalam
前 (mae): depan
後ろ (ushiro): belakang
近く (chikaku): dekat
隣 (tonari): sebelah

Beberapa contoh berikut menunjukkan bagaimana posisi relatif tersebut dipakai di kalimat:

ああ目の前にあなた立っているわ [Sakura Mankai: | ]
aa me no mae ni anata tatteiru wa
Ah, engkau sedang berdiri di depan mataku

目 (me): mata
前 (mae): depan
あなた (anata): kamu
立つ (tatsu): berdiri

Kalau ingin lengkap secara tata bahasa, seharusnya anata diikuti partikel wa atau ga. Namun partikel-partikel memang sering diabaikan baik di percakapan maupun karya sastra. wa yang ada di akhir kalimat ini bukan partikel topik wa tapi akhiran kalimat (gobi) yang biasa digunakan perempuan untuk penekanan.

二人の心の中のせんこう花火 [Senkou Hanabi: | ]
futari no kokoro no naka no senkou hanabi
Kembang api yang ada di dalam hati kita berdua

二人 (futari): dua orang, berdua
心 (kokoro): hati
中 (naka): dalam
せんこう花火 (senkou hanabi): kembang api

駅の近くまで駆け足になってた [Haru Beautiful Everyday: | ]
eki no chikaku made kakeashi ni natteta
Aku berlari sampai di dekat stasiun

駅 (eki): stasiun
近く (chikaku): dekat
まで (made): sampai
駆け足 (kakeashi): lari
なる (naru): menjadi

車の下で鳴いてる猫 [Happiness: | ]
kuruma no shita de naiteru neko
Kucing yang sedang mengeong di bawah mobil

車 (kuruma): mobil
下 (shita): bawah
鳴く (naku): mengeong, menggonggong, berkicau, dll
猫 (neko): kucing

この丘の上で待ち合わせる [Ohiru no Kyuukei Jikan: | ]
kono oka no ue de machiawaseru
Janjian bertemu di atas bukit ini

この (kono): ini
丘 (oka): bukit
上 (ue): atas
待ち合わせる (machiawaseru): berjanji untuk bertemu

田中さんの隣の人は誰ですか
tanaka-san no tonari no hito wa dare desu ka
Siapa orang di sebelah Tanaka?

隣 (tonari): sebelah
人 (hito): orang
誰 (dare): siapa

Hati-hati untuk tidak menukar urutannya. ginkou no chikaku berarti “dekat bank” tetapi chikaku no ginkou berarti “bank yang dekat”.

Permainan: nagai jiko shoukai game!

nagai jiko shoukai

Sekarang kita akan bermain sedikit dengan lokasi relatif ini. Nama permainannya adalah nagai jiko shoukai (perkenalan diri yang panjang). Aturannya sangat gampang. Pertama duduklah melingkar (lihat gambar atas) dan tentukan siapa yang akan memulai. Orang pertama memperkenalkan diri dengan sederhana, misalnya:

夢子です
yumeko desu
Saya Yumeko

Lalu perkenalan dilanjutkan oleh orang di sebelahnya, namun kali ini caranya seperti ini:

夢子の隣の秋子です
yumeko no tonari no akiko desu
Saya Akiko yang ada di sebelahnya Yumeko

Tentu orang yang mendapat giliran di sebelahnya akan lebih panjang lagi, misalnya:

夢子の隣の秋子の隣のブラムです
yumeko no tonari no akiko no tonari no buramu desu
Saya Bram yang ada di sebelahnya Akiko yang ada di sebelahnya Yumeko

Ini berlanjut sampai satu lingkaran penuh, dan hasilnya bisa cukup panjang. Dengarkan serunya permainan ini di potongan audio berikut:

Download: nagai_jiko_shoukai_momusu_1.mp3 (685 KB)

Tahap pertama mungkin gampang kalau kita kenal orang-orangnya. Nah tapi itu baru pemanasan. Di tahap kedua, hal yang disukai harus disebutkan misalnya:

日本語が好きな夢子です
nihongo ga suki na yumeko desu
Saya Yumeko yang suka bahasa Jepang

Yang disusul oleh misalnya:

日本語が好きな夢子の隣のラーメンが好きな秋子です
nihongo ga suki na yumeko no tonari no raamen ga suki na akiko desu
Saya Akiko yang suka ramen yang ada di sebelahnya Yumeko yang suka bahasa Jepang

Contoh gilirannya bisa seperti berikut:

Download: nagai_jiko_shoukai_momusu_2.mp3 (310 KB)

(Bonus bagi yang bisa menangkap nama-nama makanan yang ada di situ, tulis di komen ya ^^…)

Untuk setiap putaran, ganti lagi benda yang disukainya. Orang yang salah mengucapkan akan diberi kesempatan sekali lagi namun mendapat hukuman. Selamat mencoba!

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/11/28/lokasi-relatif-dan-bonus-permainan/feed/ 9
Tutorial Watarasebashi #23 – Suara panjang dan romanisasinya http://www.yumeko.web.id/2008/10/25/tutorial-watarasebashi-23-suara-panjang-dan-romanisasinya/ http://www.yumeko.web.id/2008/10/25/tutorial-watarasebashi-23-suara-panjang-dan-romanisasinya/#comments Sat, 25 Oct 2008 03:42:11 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=211 [Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Saat membahas mengenai hiragana dan katakana, ada satu hal penting yang terlewat yaitu suara panjang. Karena itu, mari kita ganggu sejenak alur pelajarannya dengan membahas konsep tersebut.

Di bahasa Jepang terdapat suara panjang yang jika diucapkan dua kali lebih lama dibanding suara biasanya. Contohnya, jika “a” diibaratkan memakai satu ketukan, “aa” memakan waktu dua ketukan. Ingat, “aa” hanyalah “a” yang dibaca panjang, dan bukan suara “a-a” terpisah seperti pada “Aa Gym”.

Penting bagi kita untuk mengucapkan suara-suara panjang tersebut dengan benar. Sebaliknya, suara pendek jangan diucapkan dengan panjang. Jika tidak, artinya bisa berubah jauh seperti pada dua kalimat berikut: (Tata bahasanya memang belum sepenuhnya kita pelajari, jadi cukup perhatikan saja kata-katanya)

伯父さんはチーズを食べた。
ojisan wa chiizu o tabeta
Paman memakan keju.

伯父さん (ojisan): paman
チーズ (chiizu): keju (Inggris: cheeze)
食べる (taberu): makan

お爺さんは地図を食べた。
ojiisan wa chizu o tabeta
Kakek memakan peta.

お爺さん (ojiisan): kakek
地図 (chizu): peta
食べる (taberu): makan

Perhatikan di situ pasangan kata yang suaranya mirip yaitu ojisan (paman) vs. ojiisan (kakek) dan chizu (peta) vs. chiizu (keju). Tentu saja di sini kita sedang berbicara keluarga tikus yang memang terkadang menggerogoti kertas.

Cara penulisan

Ada berbagai cara menulis suara panjang di Jepang, yang mungkin pada awalnya cukup membingungkan. Yang pertama dan sangat alami adalah dengan menambahkan vokal yang bersangkutan. Contohnya “ku” (く) diperpanjang dengan vokal tambahan “u” (う) sehingga menjadi “kuu” (くう). Contoh kata yang menggunakan cara memperpanjang seperti ini adalah お母さん (okaasan, ibu), お兄さん (oniisan, kakak laki-laki), 空気 (kuuki, udara), お姉さん (oneesan, kakan perempuan), dan 多い (ooi, banyak).

Tapi suara panjang “o” juga bisa dituliskan dengan menambahkan vokal “u”. Misalnya, 飛行機 (pesawat terbang) dieja sebagai ひこうき (hikouki) namun cara mengucapkannya sebetulnya adalah “hikooki” (o panjang). Contoh lainnya adalah 王子 (pangeran) yang ejaannya adalah おうじ (ouji) dengan cara membacanya “ooji”. 光子 (foton/partikel cahaya) ditulis こうし (koushi) dengan cara membaca “kooshi”. Menarik untuk diketahui bahwa kebanyakan suara panjang “o” ditulis dengan cara seperti ini yaitu menambahkan “u” dan malah bukan dengan menambahkan “o”.

Suara panjang “e” juga bisa diperoleh dengan menambah vokal “i”. Contoh klasiknya adalah 先生 (sensei, guru) dan 学生 (gakusei, murid). Nah di sini perlu dicatat bahwa ada yang mengucapkan bagian “sei”-nya sempurna sebagai vokal panjang yaitu “see”, namun ada juga cara pengucapan yang lebih terdengar sebagai “sei”. Bagaimanapun cara pengucapanya, suara e+i seperti itu dikategorikan sebagai suara panjang dari vokal “e” di bahasa Jepang. “e” panjang yang ditulis sebagai “ei” juga lebih banyak dibanding “ee”.

Pada katakana, suara panjang diperoleh dengan menambahkan simbol pemanjang suara ー pada vokal apapun yang ingin diperpanjang. Contohnya adalah ケーキ (keeki, kue) dan サーバー (saabaa, server), モーニング (mooningu, pagi), dan キュート (kyuuto, imut). Bisa dilihat bahwa pada romajinya, kita menuliskan vokalnya dua kali.

Namun ada juga beberapa perkecualian. Kita kadang perlu melihat penulisan kanjinya untuk tahu cara membaca yang benar. Misalnya, verba 問う (tou, bertanya) diromanisasikan sebagai “tou”. Walaupun begitu, “u” pada kata tersebut adalah okurigana yang bisa berubah-ubah misalnya 問わない (towanai) pada bentuk negatifnya dan 問います (toimasu) pada bentuk sopannya. Dari situ jelas bahwa “tou” tersebut bukan vokal panjang sehingga pengucapan “u”-nya harus ada (seperti “towu”). Bandingkan dengan 到着 (touchaku, sampai) yang berisi vokal panjang dan dibaca “toochaku”. Pada contoh tersebut tou merupakan suara intrinsik huruf 到.

地位 (chii, kedudukan) juga bukan suara panjang. Ini karena suara “chii” terbagi pada dua huruf 地 (chi) dan 位 (i). Jadi cara membacanya “chi-i”. Bandingkan dengan 小さい (chiisai, kecil) yang memiliki suara panjang.

Tapi dua contoh perkecualian yang disebutkan sangat jarang. Jadi kalaupun kamu belum memiliki pengetahuan kanjinya, kamu bisa cukup yakin bahwa pola-pola penulisan suara panjang (“-aa”, “-ii”, “-uu”, “-ee”/”-ei”, dan “-oo”/”-ou”) memang dibaca sebagai suara panjang.

Pada lagu

Di lagu Watarasebashi, cukup banyak suara panjang yaitu 夕日 (yuuhi, matahari terbenam), 綺麗 (kirei, indah), 公衆電話 (koushuudenwa, telepon umum), 昨日 (kinou, kemarin), 今日 (kyou, hari ini), dan 遠い (tooi, jauh). Terutama perhatikan bahwa “rei” pada kirei diucapkan sebagai “re” dan “i” namun “kou” pada koushuudenwa diucapkan sebagai “ko” dan “o”. Secara umum, suara panjang “-ei” pada lagu memang diucapkan sebagai “-e” yang disusul “i” dan bukannya “-e” dengan “e”.

Suara panjang bukan hal yang langka jadi saya rasa akan sangat mudah untuk menemukannya di lagu. Pada reff lagu Sayonara no Kawari ni, terdapat 4 baris berturut-turut yang berisi suara panjang: (Sekali lagi, untuk keperluan ini tata bahasanya tidak perlu dipusingkan dan cukup fokus ke pengucapan kata-katanya)

にぎやかだった教室には
さよなら夕陽が染まる
「はじめて」をたくさんくれた先生
ありがとう

nigiyaka datta kyoushitsu ni wa
sayonara yuuhi ga somaru
“hajimete” o takusan kureta sensei
arigatou

Di kelas yang dulunya ramai
Matahari senja perpisahan terlihat berwarna
Kepada guruku yang memberi banyak hal baru
Terima kasih

にぎやか (nigiyaka): sibuk, penuh aktivitas
教室 (kyoushitsu): ruang kelas
さよなら (sayonara): selamat tinggal
夕日 (yuuhi): matahari terbenam
染まる (somaru): berwarna
はじめて (hajimete): untuk pertama kali
たくさん (takusan): banyak
くれる (kureru): memberi
先生 (sensei): guru
ありがとう (arigatou): terima kasih

Bisakah kamu menemukan semuanya?

Hilangnya suara panjang pada nama versi Inggris

Kalender Berryz Koubou
“berryz koubou” yang ditulis sebagai “berryz kobo”

Kadang-kadang nama Jepang memiliki versi bahasa Inggrisnya. Contohnya adalah nama tempat, nama perusahaan, dan nama orang. Versi bahasa Inggris tersebut tentunya ditulis dengan huruf latin, dan yang menarik di sini adalah bahwa suara panjang umumnya dihilangkan. Ini untuk memudahkan orang asing membacanya. Tentunya ini adalah romanisasi nonakademis dan bukanlah cara membaca nama Jepangnya yang sebenarnya. Kadang-kadang suara panjang “-ou” ditulis sebagai “-oh”. Coba pelajari perbedaan berikut:

Kata/Nama Kanji Kana Romaji
Yu-gi-oh 遊戯王 ゆうぎおう yuugiou
Azumanga Daioh あずまんが大王 あずまんがだいおう azumanga daiou
Tokyo 東京 とうきょう toukyou
Osaka 大阪 おおさか oosaka
Berryz Kobo Berryz工房 Berryzこうぼう Berryz koubou
Goto Maki 後藤真希 ごとうまき gotou maki
Ohe Tomomi 大江朝美 おおえともみ ooe tomomi
Kudo Shinichi 工藤新一 くどうしんいち kudou shin’ichi
Sumo 相撲 すもう sumou
Judo 柔道 じゅうどう juudou
Fujitsu 富士通 ふじつう fujitsuu
Toshiba 東芝 とうしば toushiba

Sebagai penutup, menarik untuk diketahui bahwa di bahasa Jepang suara panjang disebut 長音 (chouon) yang lucunya juga memuat suara panjang :) .

Lampiran: Tabel suara panjang

Untuk referensi, di sini diberikan tabel cara membuat suara panjang.

Suara vokal Diperpanjang oleh Contoh
-a あ (a) お婆さん (obaasan, nenek)
ー (katakana) コンサート (konsaato, konser)
-i い (i) 小さい (chiisai, kecil)
ー (katakana) ニート (niito, pengangguran (NEET = Not in Education, Employment or Training))
-u う (u) 扇風機 (senpuuki, kipas angin)
ー (katakana) ウーマン (uuman, wanita (woman))
-e い (i, umum) 永遠 (eien, keabadian)
ー (katakana) レーザー (reezaa, laser)
え (e, jarang) お姉さん (oneesan, kakak perempuan)
-o う (u, umum) 太陽 (taiyou, matahari)
ー (katakana) モーニング (mooningu, pagi (morning))
お (o, jarang) 通る (tooru, lewat)
]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/10/25/tutorial-watarasebashi-23-suara-panjang-dan-romanisasinya/feed/ 10
Akhiran klasik adjektiva -ki http://www.yumeko.web.id/2008/09/25/akhiran-klasik-adjektiva-ki/ http://www.yumeko.web.id/2008/09/25/akhiran-klasik-adjektiva-ki/#comments Wed, 24 Sep 2008 23:29:31 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=202 Di bahasa tertulis, dan terkadang dalam percakapan, sisa-sisa bahasa Jepang klasik masih muncul. Salah satunya adalah akhiran klasik -ki bagi adjektiva-i, menggantikan akhiran -i. Akhiran ini hanya bisa digunakan untuk memodifikasi nomina dan tidak bisa muncul jika adjektivanya mengakhiri kalimat:

悲しき恋 [Kanashimi Twilight: | ]
kanashiki koi
cinta yang menyedihkan

悲しい (kanashii): sedih
恋 (koi): cinta

愛しき悪友 [Itoshiki Tomo e: | ]
itoshiki tomo
temanku tercinta

悪友 (tomo): teman
愛しい (itoshii): tercinta

Perhatikan bahwa 悪友 umumnya dibaca akuyuu dan merupakan sebutan akrab untuk sahabat dekat. (arti literalnya adalah “teman buruk”, mungkin karena kita sering diajak melakukan hal-hal buruk bersama oleh sahabat dekat :) ) Namun di lagu “Itoshiki Tomo e” ini pengarangnya ingin 悪友 dibaca “tomo”.

良き思い出 [Sakura wa Raku sa: | ]
yoki omoide
kenangan indah

良い (yoi): baik
思い出 (omoide): kenangan

美しき日々 [Utsukushiki Ningen no Hibi: | ]
utsukushiki hibi
hari-hari indah

美しい (utsukushii): indah
日々 (hibi): hari-hari

Kamu terutama akan banyak menemui bentuk -ki ini di lagu dan judul film atau buku. Selain perbedaan nuansa dengan akhiran -i yang modern, artinya persis sama. Bahasa klasik tidak harus selalu susah kan?

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/09/25/akhiran-klasik-adjektiva-ki/feed/ 4
Partikel identifikasi no pada klausa subordinat http://www.yumeko.web.id/2008/09/06/partikel-identifikasi-no-pada-klausa-subordinat/ http://www.yumeko.web.id/2008/09/06/partikel-identifikasi-no-pada-klausa-subordinat/#comments Fri, 05 Sep 2008 18:27:00 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=190 Kita semua (iya kan?) mengenal partikel no sebagai partikel kepemilikan. Contohnya, watashi no keeki berarti “kue milik saya”. Secara umum, partikel no ini memungkinkan suatu nomina memodifikasi nomina lain.

Namun pada klasusa subordinat, kita bisa menemui partikel no yang artinya sama sekali berbeda dengan contoh di atas. Pada kasus ini, partikel no fungsinya sama seperti partikel ga yaitu sebagai partikel identifikasi.

Perhatikan contoh berikut:

お母さんが作った
okaasan ga tsukutta
Ibu membuat (sesuatu)

Di contoh tersebut ga mengidentifikasi bahwa ibu adalah pelakunya. Klausa tersebut bisa digunakan untuk memodifikasi nomina misalnya keeki (kue):

お母さんが作ったケーキ
okaasan ga tsukutta keeki
Kue yang dibuat ibu

Untuk sedikit menyegarkan ingatan, bagian berwarna hijau yang memodifikasi keeki disebut klausa subordinat.

Nah, contoh berikutnya yang menggunakan no memiliki arti yang persis sama:

お母さんのが作ったケーキ
okaasan no tsukutta keeki
Kue yang dibuat ibu

Pada contoh di atas, no tidak menyatakan kepemilikan (tidak ada arti ‘kue milik ibu’) tapi no mengidentifikasi siapa pelaku dari aksi “membuat”. Jadi kamu bisa menganggap bahwa ga dapat berubah menjadi no pada klausa subordinat.

Bentuk seperti ini akan banyak kamu temui pada bahasa tertulis. Inilah beberapa contoh lainnya:

画像のあるページ[1]
gazou no aru peeji
halaman yang memiliki gambar (gazou ga aru = ada gambar)

足の長い彼女[C\C (Cinderella\Complex): | ]
ashi no nagai kanojo
dia yang kakinya panjang (ashi ga nagai = kakinya panjang)

変わりのない景色[Ohiru no Kyuukei Jikan.: | ]
kawari no nai keshiki
pemandangan yang selalu sama (kawari ga nai = tidak ada perubahan)

仕方のない事[VERY BEAUTY: | ]
shikata no nai koto
hal yang hanya bisa dipasrahkan (shikata ga nai = tidak ada yang bisa dilakukan)

背の高い人[Tomodachi ga Ki ni Itteru Otoko Kara no Dengon: | ]
se no takai hito
orang yang tinggi (se ga takai = tinggi (tubuhnya))

Ada sedikit beda nuansa antara ga dan no pada klausa subordinat. Pada boku ga katta yubiwa/boku no katta yubiwa (cincin yang kubeli), penggunaan ga lebih memberikan fokus pada boku sedangkan penggunaan no mengalihkan fokusnya pada yubiwa.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/09/06/partikel-identifikasi-no-pada-klausa-subordinat/feed/ 8
Tutorial Watarasebashi #13 – Latihan partikel konteks de (で) http://www.yumeko.web.id/2008/07/18/tutorial-watarasebashi-13-latihan-partikel-konteks-de-%e3%81%a7/ http://www.yumeko.web.id/2008/07/18/tutorial-watarasebashi-13-latihan-partikel-konteks-de-%e3%81%a7/#comments Fri, 18 Jul 2008 03:06:47 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=142 [Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Kita telah mempelajari fungsi partikel de, yaitu memberikan konteks untuk verba. Konteks tersebut bisa berupa alat atau cara (dengan, menggunakan) maupun konteks tempat (di).

Sekarang waktunya untuk sedikit latihan. Yang perlu kamu lakukan sangat mudah yaitu menulis terjemahan bahasa Indonesianya. Soal-soal berikut berdasarkan lagu (dengan modifikasi seperlunya), dan kamu bisa mengklik ♪ untuk mendengar lagunya dan 詞 untuk melihat liriknya. Gunakan lampiran di akhir artikel ini untuk mencari tahu arti kata-kata yang tidak kamu ketahui.

1) 電話で話す[Koe: | ]
denwa de hanasu
Jawaban: berbicara dengan telepon

2) 東京で暮らす[Furusato: | ]
toukyou de kurasu
Jawaban: tinggal di Tokyo

3) たこ焼き屋さんで読む[Sabori: | ]
takoyaki-ya-san de yomu
Jawaban: membaca di warung takoyaki

4) 自転車で帰る[Suppin to Namida: | ]
jitensha de kaeru
Jawaban: pulang dengan sepeda

Dua soal terakhir di bawah diambil dari novel amatir Atarimae no Nichijou:

5) 階段で転ぶ
kaidan de korobu
Jawaban: jatuh di tangga

6) 小声で話す
kogoe de hanasu
Jawaban: berbicara dengan suara pelan (berbisik). Perhatikan bahwa di sini konteks yang diberikan bukanlah alat fisik, tapi lebih ke arah cara melakukan sesuatu.

Lampiran: daftar kata

東京 (toukyou): Tokyo
暮らす (kurasu): tinggal
電話 (denwa): telepon
話す (hanasu): berbicara
たこ焼き屋さん (takoyaki-ya-san): warung Takoyaki
読む (yomu): membaca
自転車 (jitensha): sepeda
帰る (kaeru): pulang
階段 (kaidan): tangga
転ぶ (korobu): jatuh (terpeleset, tersandung, dsb)
小声 (kogoe): suara pelan

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/07/18/tutorial-watarasebashi-13-latihan-partikel-konteks-de-%e3%81%a7/feed/ 0
Kanjiku: Batu di sungai (石 dan 川) http://www.yumeko.web.id/2008/06/29/kanjiku-batu-di-sungai-%e7%9f%b3-dan-%e5%b7%9d/ http://www.yumeko.web.id/2008/06/29/kanjiku-batu-di-sungai-%e7%9f%b3-dan-%e5%b7%9d/#comments Sun, 29 Jun 2008 07:57:37 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=114 Kali ini kita akan belajar lagi dua kanji yang mudah. Kedua kanji tersebut diajarkan di kelas 1 SD dan berhubungan dengan alam.

Batu: 石 (ishi)

Bahasa Jepangnya batu adalah ishi. Untuk mengingat kata tersebut, bayangkan seorang pesilat yang disuruh berlatih oleh gurunya mendaki gunung dan melewati lembah. Agar latihannya berat, dia harus membawa ransel ishi batu (isi batu):

Nemonik \"ishi\" ke \"batu\" - bawa ransel ishi batu (isi batu)

Kanjinya adalah 石 dan cara mengingat bentuknya sangat gampang. Kamu tahu putri duyung kan?

Putri duyung (dari The Little Mermaid)

Nah, dengan sedikit imajinasi, bayangkan seorang manusia duyung berambut panjang yang sedang berenang. Karena tidak hati-hati, maka dia menabrak batu di dasar laut. Aduh! Lihat kemiripannya di gambar berikut:

Ilustrasi kanji ishi (石)

Cara menggambarnya adalah dari rambutnya, tubuhnya, lalu terakhir batunya:

Urutan guratan/penulisan kanji 石 (ishi, batu)

Sungai: 川 (kawa)

Bahasa Jepang sungai adalah kawa. Sebagai nemonik, bayangkan lahar yang mengalir dari kawah sehingga menghasilkan sungai lahar:

Nemonik \"kawa\" ke \"sungai\" (kawah meledak menghasilkan sungai lahar)

Kanjinya 川 dan untuk mengingatnya bayangkan buaya yang dilihat dari atas:

Buaya di sungai butek

Nah kanjinya mirip dengan buaya yang berenang di sungai! Yang di tengah adalah buayanya, dan garis di kiri kanan adalah pinggiran sungainya:

Ilustrasi kanji 川 (kawa, sungai)

Gambarlah dari kiri ke kanan:

Urutan guratan/penulisan kanji 川 (kawa, sungai)

Penggunaan

Kedua kanji tersebut cukup sering muncul di nama. Contohnya adalah 石川梨華 (Ishikawa Rika, penyanyi), 石田芳夫 (Ishida Yoshio, pemain igo), 石村舞波 (Ishimura Maiha, penyanyi), dan 川崎 (Kawasaki, produsen motor).

Tentunya kedua kanji tersebut bisa juga digunakan di kalimat, misalnya:

川の中に石がたくさんある。
kawa no naka ni ishi ga takusan aru
Ada banyak batu di dalam sungai.

中 (naka): dalam, tengah
たくさん (takusan): banyak
ある (aru): ada

Perhatikan bahwa 中 (naka) selain berarti “tengah” juga bisa berarti “dalam”. Ini contoh kalimat lain:

川に石を投げる
kawa ni ishi o nageru
melempar batu ke sungai

投げる (nageru): melempar

Seperti biasanya, jangan lupa untuk mencoba menggambar kanji-kanji tersebut!

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/06/29/kanjiku-batu-di-sungai-%e7%9f%b3-dan-%e5%b7%9d/feed/ 11
Cara menulis huruf Jepang di Windows XP: Menginstall Microsoft Input Method Editor (IME) http://www.yumeko.web.id/2008/06/05/cara-menulis-huruf-jepang-di-windows-xp-menginstall-microsoft-input-method-editor-ime/ http://www.yumeko.web.id/2008/06/05/cara-menulis-huruf-jepang-di-windows-xp-menginstall-microsoft-input-method-editor-ime/#comments Thu, 05 Jun 2008 04:55:18 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=48 Screenshot IME pada Windows XP menulis シャボン玉 (shabondama, gelembung sabun)

Setelah menginstall font Jepang, langkah selanjutnya untuk mendukung studi bahasa Jepangmu adalah dengan menginstall Input Method Editor atau IME. Dengan IME tersebut kamu bisa menulis huruf Jepang di komputer menggunakan keyboard biasa, baik hiragana, katakana, maupun kanji!

Dengan kemampuan tersebut, kamu bisa melakukan sangat banyak hal baru! Kamu bisa dengan mudah mencek penulisan suatu kata tanpa membuka kamus. Kamu bisa melakukan pencarian kata-kata bahasa Jepang di Google maupun Wikipedia Bahasa Jepang. Kamu juga bisa berinteraksi di situs-situs berbahasa Jepang seperti 2ch maupun berkorespondensi dengan orang Jepang melalui email dan IM. Tentu saja, kamu juga bisa menggunakan kanji-kanjinya sebagai elemen misterius pada desain grafismu.

Instalasi Input Method Editor

Catatan: Agar bisa menjalankan langkah-langkah di artikel ini, kamu sebelumnya perlu menginstall font bahasa Jepang yang sudah dijelaskan pada artikel cara menginstall font bahasa Jepang.

Pertama, pergi ke Control Panel dan buka Regional and Language Options. Kalau entah kenapa kamu tidak bisa menemukannya, kamu bisa menjalankannya lewat StartRun... lalu memasukkan perintah intl.cpl. Dari window yang muncul pergilah ke tab Languages:

Window Regional and Language Options pada Windows XP untuk menginstall dukungan menulis bahasa Jepang

Dari situ, klik tombol Details...:

Langkah-langkah untuk instalasi dukungan menulis bahasa Jepang pada Windows XP

Dari window berikutnya yang muncul, pertama tekan tombol Add..., lalu pada bagian Input language pilih Japanese. Tekan OK. Kamu bisa melihat bahwa kini dukungan untuk menulis huruf Jepang sudah ditambahkan:

Dukungan menulis bahasa Jepang di komputer Windows XP yang sudah diinstall

Berikutnya tergantung dari keadaan komputer kamu. Kalau di layar tersebut selain bahasa Jepang hanya ada bahasa-bahasa yang menggunakan huruf latin, misalnya bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, maka hapus saja dukungan keyboard untuk bahasa tersebut. Ini karena dengan settingan bahasa Jepang pun kamu bisa menulis huruf latin. Kalau kamu menggunakan bahasa lain misalnya bahasa Arab atau Korea, jangan hapus mereka karena tentu saja IME bahasa Jepang tidak bisa digunakan untuk menulis bahasa-bahasa tersebut.

Pada contoh di atas hanya terdapat bahasa Inggris jadi settingan keyboardnya akan dihapus. Klik nama bahasanya, lalu tekan tombol Remove. Kalau kamu tidak ingin menghapus apapun, kamu mungkin ingin merubah Default input language menjadi Japanese - Microsoft IME Standard 2002 ver. 8.1 (sekali lagi, dengan default bahasa Jepang pun kita masih bisa menulis huruf latin).

Setelahnya tekan tombol OK. Mungkin Windows akan mengatakan bahwa dukungan menulis bahasa yang sedang aktif (misal Inggris) tidak bisa dihapus saat ini. Kalau memang begitu kasusnya, atau kalau ada pesan lain yang menyarankan kita untuk merestart komputer, maka restart komputernya.

Pengaturan language bar

Setelah semua langkah di atas, buka program yang bisa digunakan untuk mengetik misalnya Notepad. Lalu, cari benda baru bernama “language bar” pada taskbar yang bentuknya seperti ini:

Language bar pada taskbar Windows XP yang menunjukkan bahasa Jepang sebagai bahasa yang aktif

Language bar tersebut menunjukkan bahasa apa yang akan dipakai untuk menulis. JP berarti Jepang. Kalau tadi kamu sudah menghapus bahasa-bahasa lain, atau kalau kamu sudah mengatur bahasa Jepang menjadi default, maka di situ akan tertera JP dan tidak ada yang perlu kamu ubah. Namun kalau di situ yang aktif adalah bahasa selain JP, klik saja tombolnya untuk mengubahnya:

Merubah bahasa yang aktif dari bahasa Inggris ke kahasa Jepang menggunakan language bar pada Windows XP

Kalau language barnya tidak ada di taskbar, coba cari di seluruh layar kamu. Ada kemungkinan dia melayang entah di mana seperti berikut:

Language bar pada Windows XP yang melayang bebas

Kalau yakin dia benar-benar hilang, kamu bisa memunculkannya dengan mengklik kanan taskbar dan memilih ToolbarsLanguage bar.

Cara memunculkan language bar pada Windows XP dengan mengklik kanan taskbar

Ingat, untuk menulis bahasa Jepang, kode yang tertulis pada language bar haruslah JP. Jika bahasa Jepang tidak terpilih di situ, kita tidak akan bisa menyalakan IME-nya.

Cara menulis hiragana

Setelah memastikan bahwa bahasa yang aktif pada language bar adalah Jepang, mulailah mengetik suatu kata misalnya “musume” (putri):

Menulis \"musume\" yang memunculkan huruf latin di Notepad

Terlihat bahwa yang muncul masih huruf latin. Seperti dikatakan sebelumnya, bahkan dengan settingan bahasa Jepang kita masih bisa menulis huruf latin. Untuk mulai menulis huruf Jepang, aktifkan IME dengan menekan tombol Alt+~. ~ adalah tombol yang berada di sebelah atas Tab dan di sebelah kiri tombol 1. Sekarang coba lagi tulis “musume” di bawahnya:

Menulis hiragana dari \"musume\" (むすめ) pada Notepad di Windows XP

Apa yang kamu tulis akan langsung dirubah oleh IME menjadi hiragana! Perhatikan bahwa di bawah tulisan むすめ tersebut ada garis bawah, yang artinya kita masih berada pada mode edit. Di mode edit, apa yang kita tulis belum dikirim ke programnya, misalnya Notepad.

Untuk mengirim huruf-huruf hiragana tersebut ke programnya, kamu tinggal menekan Enter:

Menulis hiragana dari \"musume\" (むすめ) pada Notepad di Windows XP

Untuk kembali menulis huruf latin, tekan saja lagi Alt+~.

Mencari penulisan kanji dan katakana

Kata “musume” memiliki penulisan kanji. Selain itu, kita juga bisa saja ingin menulis “musume” menggunakan katakana. Cara untuk mendapatkan kedua hal tersebut sangatlah mudah.

Pertama, tuliskan kata yang diinginkan misalnya “musume”. Untuk mencari penulisan selain hiragananya, kamu tinggal menekan Spasi. Nanti IME akan memberikan salah satu kemungkinan lainnya, misalnya kanji untuk kata “musume” yaitu 娘:

Konversi kanji \"musume\" (娘) di Notepad pada Windows XP

Kalau tawaran IME bukan yang kamu inginkan, tekan saja spasi lagi untuk melihat kemungkinan-kemungkinan lainnya:

Konversi \"musume\" ke katakana (ムスメ) di Notepad pada Windows XP

Seperti sebelumnya, tekan Enter setelah mendapat pilihan yang diinginkan. Alternatifnya adalah menekan angka yang tertera di sebelah kiri pilihan.

Jangan kaget kalau untuk suatu kata, banyak sekali kemungkinan menulisnya. Ini karena di bahasa Jepang suaranya terbatas sehingga akhirnya banyak homofon.

Sebagai latihan, coba kamu tulis “koubou” yang kanjinya seperti ini: 工房 (ruang kerja seniman, studio). Jangan sampai salah karena artinya bisa sangat berbeda. Misalnya, 攻防 juga dibaca “koubou” namun artinya “serangan dan pertahanan”.

Penutup

Bisa dilihat bahwa kita bisa menulis bahasa Jepang pada komputer tanpa menggunakan Windows XP versi Jepang. Dengan IME, pemula sekalipun bisa mulai bersenang-senang dengan memunculkan karakter-karakter eksotis ke layar komputernya. Selama tidak aktif, IME juga tidak akan mengganggu pengguna komputer lain yang hanya perlu huruf latin. Ingatlah bahwa IME bisa digunakan di hampir semua program, mulai dari Microsoft Word, OpenOffice.org sampai Mozilla Firefox.

Fasilitas IME juga ada di Windows Vista, berbagai distro Linux misalnya Ubuntu, dan Mac OS X. Mungkin di lain waktu akan dibahas cara instalasinya di Ubuntu. Kapan-kapan kita juga akan membahas tips dan trik yang akan membuat pengoperasian IME menjadi lebih efisien.

Selamat menulis!

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/06/05/cara-menulis-huruf-jepang-di-windows-xp-menginstall-microsoft-input-method-editor-ime/feed/ 73