Yumeko » fujimoto miki http://www.yumeko.web.id Belajar budaya dan bahasa Jepang bersama Tue, 16 Mar 2010 08:00:12 +0000 http://wordpress.org/?v=2.9.2 en hourly 1 Hatsukome dan hatsu-hatsu lainnya http://www.yumeko.web.id/2009/07/05/hatsukome-dan-hatsu-hatsu-lainnya/ http://www.yumeko.web.id/2009/07/05/hatsukome-dan-hatsu-hatsu-lainnya/#comments Sun, 05 Jul 2009 09:25:23 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=361 Hatsukome di blog Fujimoto Miki
Suatu hatsukome di blog Fujimoto Miki

Di blog-blog berbahasa Jepang saya sering menemui istilah hatsukome (初コメ). Awalnya saya mengira itu sama dengan istilah “pertamax” di bahasa Indonesia yang digunakan oleh pembaca blog saat dia berhasil komentar di suatu postingan lebih cepat dari pembaca lainnya.

Ternyata artinya bukan seperti itu. hatsukome artinya adalah komentar pertama seorang pembaca di suatu blog. Jadi untuk kesopanan seorang pembaca bisa mengawali komentar pertamanya dengan mengatakan “hatsukome desu” atau semacamnya. Arti yang termuat kurang lebih semacam “Ini komentar pertama saya di blog ini, dan mungkin kedepannya saya akan menulis komentar-komentar lain, jadi mohon bantuannya.”

Kata hatsukome sendiri terdiri dari hatsu (初) yang berarti pertama dan kome yang berarti komentar. hatsu di sini banyak digunakan di kata-kata lain. Contohnya adalah hatsu-koi yang berarti cinta pertama.

初恋の思い出 [Sougen no Hito: | ]
hatsukoi no omoide
Kenangan cinta pertama

恋 (koi): cinta
思い出 (omoide): kenangan, ingatan

Lalu ada juga hatsu-deeto yang artinya kencan pertama.

高校生が初デートをする時は、服装よりも、「どんな会話をしようか?」などを考えるべきだと思います [1]
koukousei ga hatsu-deeto o suru toki wa, fukusou yori mo, “donna kaiwa o shiyou ka?” nado o kangaeru beki da to omoimasu
Saat anak SMU akan melakukan kencan pertama, menurut saya yang harus lebih dipikirkan adalah topik pembicaraan dan semacamnya, daripada pakaian yang akan dikenakan.

高校生 (koukousei): murid SMU
デート (deeto): kencan
する (suru): melakukan
時 (toki): waktu
服装 (fukusou): pakaian
どんな (donna): seperti apa
会話 (kaiwa): pembicaraan
など (nado): dan yang semacamnya, dll.
考える (kangaeru): memikirkan
べき (beki): harus
思う (omou): berpikir

Tentunya hatsu tidak harus berhubungan dengan cinta. hatsu-yuki misalnya berarti salju pertama di tahun tertentu.

ゆうべ初雪が降った [2]
yuube hatsu-yuki ga futta
Salju pertama turun kemarin malam

ゆうべ (yuube): kemarin malam
雪 (yuki): salju
降る (furu): turun (hujan dsb.)

Sebagai penutup, mungkin menarik untuk diketahui bahwa kanji dari hatsu yang kita bahas di sini (初) adalah kanji yang juga digunakan untuk kata hajimete (初めて) yang artinya “untuk pertama kali”.

Adakah kata lain yang diawali 初 (hatsu) yang terpikir oleh kamu?

PS: Dalam beberapa hari ini sepertinya cukup banyak komentar ya… Tapi belum sempat saya balas. Nanti saya coba lihat satu satu :)

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/07/05/hatsukome-dan-hatsu-hatsu-lainnya/feed/ 16
Kata paling berbahaya di bahasa Jepang: Anata http://www.yumeko.web.id/2009/05/13/kata-paling-berbahaya-di-bahasa-jepang-anata/ http://www.yumeko.web.id/2009/05/13/kata-paling-berbahaya-di-bahasa-jepang-anata/#comments Wed, 13 May 2009 14:01:41 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=323 Kalau di bahasa Jepang ada gelar “kata paling berbahaya”, maka tidak diragukan lagi bahwa yang paling pantas menyandangnya adalah kata “anata“. anata adalah kata ganti orang kedua, jadi dia berarti semacam “anda” atau “kamu”. Dilihat sekilas, sepertinya itu kata yang normal dan bukan kata umpatan atau semacamnya. Tapi kenapa dia berbahaya?

Ini berhubungan dengan masalah sopan-santun dan kalimat yang alami di bahasa Jepang. anata sering dianggap sebagai kata normal oleh pemula, jadi pemula akan menggunakannya secara bebas dan sering. Padahal anata hanya bisa digunakan di kasus-kasus tertentu. Jadinya kata tersebut sering disalahgunakan, yaitu digunakan tidak pada tempatnya.

Cara memanggil “kamu” yang benar di bahasa Jepang

conan menunjuk
“Kamu!”

Tentu setiap bahasa ada untuk memfasilitasi interaksi antar dua orang. Oleh karenanya, pastilah ada konsep “aku” dan “kamu”. Namun di bahasa Jepang, menyebut anata (kamu) adalah cara yang terlalu langsung sehingga terdengar vulgar atau tidak sopan. Ini seakan-akan kamu menunjuk persis ke wajahnya sambil mengatakan “kamu!”. Kalau digunakan dengan teman mungkin dia tidak akan marah, tapi paling tidak hal tersebut tetap akan terdengar aneh.

Kalau kita memang perlu mengacu pada lawan bicara, cara yang sopan dan paling alami adalah dengan menyebut nama orangnya dengan ditambah akhiran yang bersesuaian. Akhiran-akhiran tersebut misalnya san (akhiran sopan umum), sensei (guru, dokter, dsb.), dan chan (untuk anak kecil atau teman dekat perempuan). Contohnya adalah Takahashi-sensei, Tanaka-san, dan San-chan. Umumnya kita menggunakan nama keluarga (Tanaka Reina, Fujimoto Miki, dsb) kecuali kalau kita sudah kenal dekat orangnya.

Inilah contohnya (yang merah contoh salah):

あなたはいつ帰りますか (誤)
anata wa itsu kaerimasu ka (salah)

新垣さんはいつ帰りますか
niigaki-san wa itsu kaerimasu ka

Kapan anda (Niigaki-san) pulang?

いつ (itsu): kapan
帰る (kaeru): pulang

Cara lain untuk mengacu lawan bicara adalah dengan hanya menyebut gelar atau jabatannya. Contohnya adalah sensei (guru) dan shachou (pemimpin perusahaan). Ini contohnya:

あなたはジャズが好きですか (誤)
anata wa jazu ga suki desu ka (salah)

先生はジャズが好きですか
sensei wa jazu ga suki desu ka

Apakah bapak (guru) suka Jazz?

ジャズ (jazu): Jazz
好き (suki): suka

Tidak memanggil “kamu” sama sekali

Tentu saja kalau konteksnya sudah jelas, kita bisa saja membuat kalimat benar tanpa menggunakan “kamu” sama sekali. Contohnya kalimat di atas akan menjadi seperti ini:

いつ帰りますか
itsu kaerimasu ka
Pulangnya kapan?

Perhatikan bahwa di bahasa Indonesia pun kita juga bisa membuat kalimat-kalimat tanpa “kamu”. Contoh bahasa Indonesia lainnya misalnya “Mau pergi ke mana?”, “Tinggalnya di mana?”, dan “Lagi baca apa?”. Jadi ini bukanlah konsep yang aneh.

Ini terutama berguna kalau kita bicara dengan orang yang tak dikenal misalnya, karena tentu kita belum tahu namanya. Ini beberapa contohnya:

すみません、あなたは橋本さんですか (誤)
sumimasen, anata wa hashimoto-san desu ka (salah)

すみません、橋本さんですか
sumimasen, hashimoto-san desu ka

Maaf, Pak Hashimoto bukan ya?

すみません (sumimasen): maaf

あたなの名前は何ですか (誤)
anata no namae wa nan desu ka (salah)

お名前は何ですか
onamae wa nan desu ka

Namanya siapa ya?

名前 (namae): nama
何 (nan): apa

Karena kita mengacu pada “nama” lawan bicara, akan lebih sopan jika digunakan awalan o- (sehingga menjadi onamae) seperti pada contoh.

Kapan anata digunakan?

Kalau anata sebegitu tabunya, untuk apa ada kata ini? Tentu saja, terdapat kasus-kasus khusus di mana kita bisa menggunakannya.

anata digunakan misalnya di angket, formulir, atau iklan. Di kasus-kasus tersebut anata bisa digunakan karena kita tidak mungkin mengenal nama orangnya dan karena kita tidak bertatap muka dengan orangnya secara langsung. Ini contohnya:

Penggunaan anata di iklan majalah bungei shunjuu
Iklan di majalah Bungei Shunjuu

あなたの本を出版します
anata no hon o shuppan shimasu
Kami akan menerbitkan bukumu!

本 (hon): buku
出版 (shuppan): publikasi, penerbitan

Berikut adalah contoh dari form registrasi di Internet:

ぷっちょ会員登録が完了すると、あなたのメールに登録完了メールが送られています
puccho kaiin touroku ga kanryou suru to, anata no meeru ni touroku kanryou meeru ga okurarete imasu
Jika proses registrasi anggota Puccho telah selesai, email pemberitahuan (mengenai selesainya proses registrasi) akan dikirimkan ke alamat email kamu

会員 (kaiin): anggota
登録 (touroku): pendaftaran
完了 (kanryou): selesai
メール (meeru): email
送る (okuru): mengirim

anata juga bisa digunakan di lagu, karena pada lagu kita sebetulnya tidak berbicara langsung dengan orang yang dimaksud. Pada bagian-bagian yang menggunakan anata umumnya sang penyanyi sedang berbicara (berkisah) sendiri, atau sekedar menumpahkan perasaannya pada lagu.

あなたが好き [Kokuhaku no Funsui Hiroba: | ]
anata ga suki
Aku cinta kamu

好き (suki): cinta, suka

そう、今すぐあなたに会いたいよ [Manopiano: | ]
sou, ima sugu anata ni aitai yo
Ya, aku ingin bertemu denganmu sekarang juga

そう (sou): iya, betul
今すぐ (ima sugu): saat ini juga, sekarang juga
会う (au): bertemu

Kalau kita berbicara langsung dengan orangnya, maka yang lebih alami adalah hanya “suki” dan “ima sugu aitai yo” atau menggunakan nama orangnya misalnya “ima sugu bima-kun ni aitai yo“.

Terakhir, di film-film kamu mungkin akan menemukan istri memanggil suaminya anata. Itu adalah sebutan sayang istri kepada suami walaupun hal tersebut kini terdengar cukup kuno. Artinya di sini bukan “kamu”, tapi lebih ke arah “sayangku” atau “suamiku sayang”.

Penutup

anata sepertinya banyak disalahgunakan oleh pemula karena pengaruh bahasa Inggris. Saat belajar bahasa Inggris, kita dibiasakan (terpaksa) untuk menggunakan kata “you”. Bayangkan saja kalimat seperti “Do you like Jazz” dan “I love you” yang mau tidak mau harus menggunakan “you”. Oleh karenanya, saat belajar bahasa Jepang yang juga merupakan bahasa asing para pemula cenderung terjebak untuk menggunakan anata.

Padahal seperti telah kita bahas, menggunakan anata kemungkinan besar akan terdengar aneh atau malah tidak sopan. Bahasa Jepang bukan bahasa Inggris, jadi kita harus tahu beda penggunaan kata-katanya. Oleh karenanya berhati-hatilah dan cobalah gunakan tips-tips di artikel ini untuk mengakali kalimatmu agar tidak menggunakan anata.

Agar tidak terlalu panjang, untuk saat ini pembahasannya akan kita akhiri. Namun topik anata ini masih akan kita lanjutkan lagi kapan-kapan. Kalau kamu termasuk orang yang terkena sindrom menggunakan anata kapanpun dan di manapun, semoga artikel ini berguna! Mata kondo!

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/05/13/kata-paling-berbahaya-di-bahasa-jepang-anata/feed/ 29
Tutorial Watarasebashi #10 – Pengelompokan kana http://www.yumeko.web.id/2008/06/27/tutorial-watarasebashi-10-pengelompokan-kana/ http://www.yumeko.web.id/2008/06/27/tutorial-watarasebashi-10-pengelompokan-kana/#comments Fri, 27 Jun 2008 09:58:23 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=111
Watarasebashi timur
Jembatan Watarase – watarasehashi atau watarasebashi?

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Setelah meninjau huruf-huruf Jepang, kita sekarang akan mulai membahas lagu Watarasebashi dari awal. Romaji akan disertakan sepanjang tutorial, namun ingat bahwa itu ada agar mereka yang masih belajar kana bisa langsung mengikuti artikel-artikelnya.

Pembahasan akan dimulai dari judulnya yaitu “Watarasebashi” yang artinya Jembatan Watarase. Kata tersebut dibentuk dari watarase yang merupakan suatu nama dan hashi yang artinya jembatan. Pertanyaannya, kenapa jadinya watarasebashi dan bukan watarasehashi?

watarasebashi merupakan kata gabungan. Seringkali, dalam pembentukan kata gabungan terjadi perubahan suara pada kata keduanya, dalam hal ini hashi menjadi bashi. Di sini kita akan mempelajari perubahan tersebut, yang sebetulnya lebih ke arah studi fonologi. Untuk memahami aturannya, kita perlu kembali meninjau aspek teknis dari kana.

Pengelompokan kana (hiragana dan katakana)

Di bahasa Jepang, huruf-huruf kana dasar dikelompokkan menjadi baris-baris tertentu, yang jika disusun akan membentuk tabel. Pengelompokan ini sangat vital untuk memahami berbagai aturan tata bahasa dan harus kamu kuasai. Untuk membentuk kata sopan dari kata dasarnya misalnya, kamu perlu tahu pengelompokan ini.

Baris yang pertama adalah baris a:


a

i

u

e

o

Urutan vokalnya adalah a-i-u-e-o, bukan a-e-i-o-u seperti pada alfabet Latin.

Berikutnya adalah baris k:


ka

ki

ku

ke

ko

Baris tersebut sangat mudah dimengerti sebab hanya merupakan kombinasi konsonan k dengan vokal a-i-u-e-o.

Selanjutnya adalah baris s, dan di sini mulai terdapat ketidakberaturan:


sa

shi

su

se

so

Bisa dilihat bahwa huruf baris s vokal i bukanlah “si” seperti yang diharapkan, namun “shi”. Suara “si” tidak ada di kata-kata bahasa Jepang asli. Untuk mengingat perkecualian ini, ingatlah bahwa di cerita Doraemon terdapat tokoh yang bernama “shizuka” dan bukan “sizuka”.

Baris selanjutnya yaitu baris t malah memiliki 2 perkecualian:


ta

chi

tsu

te

to

Baris t vokal i bukanlah “ti” namun “chi”. Begitu juga vokal “u” bukanlah “tu” tapi “tsu”. “ti” dan “tu” tidak ada di kata-kata bahasa Jepang asli. Ingatlah dengan tokoh “chibiusa” pada cerita Sailor Moon (bukan “tibiusa”) dan “tsubasa” pada cerita Kapten Tsubasa (bukan “tubasa”).

Baris n suaranya teratur:


na

ni

nu

ne

no

Namun berikutnya baris h memiliki perkecualian:


ha

hi

fu

he

ho

Bagi orang Jepang, gabungan h dengan u adalah “fu”, bukan “hu”. Makannya ada gunung yang bernama “fuji” bukannya “huji”.

Baris m juga teratur:


ma

mi

mu

me

mo

Berikutnya adalah baris y yang teratur namun hanya digabung dengan vokal a-u-o:


ya

yu

yo

Baris selanjutnya adalah baris r yang juga teratur:


ra

ri

ru

re

ro

Baris berikutnya yaitu baris w hanya memiliki vokal a dan o:


wa

wo

Vokal mati satu-satunya tidak digolongkan baris manapun:


n

Dengan begitu, urutan baris-barisnya adalah a-k-s-t-n-h-m-y-r-w. Mengetahui urutannya akan berguna untuk melakukan pencarian pada daftar yang diurutkan berdasarkan kana. Contohnya adalah pada daftar penyanyi lagu anime Wikipedia bahasa Jepang. Kalau kamu ingin menghafalnya agar ingat suara-suara yang ada di bahasa Jepang, ini nemoniknya:

Anak Kancil Sedang Tidur Nyenyak Habis Makan Yakiniku Rasa Wortel

Suara tak beraturan pada kana

Yang juga penting kamu hafalkan adalah suara-suara perkecualian yang ada di baris s (shi), t (chi, tsu), dan h (fu). Nemonik yang bisa kamu pakai adalah “tsubasa tanding di gunung fuji, disoraki shizuka dan chibiusa”. Kalau kamu tidak kenal tokoh-tokoh tersebut, kamu bisa buat nemonik lain sendiri.

Penutup

Setelah pembahasan panjang tersebut, sayangnya ilmu kita belum cukup untuk membahas perubahan hashi ke bashi! Mungkin di episode berikutnya.

Tapi, dengan ilmu yang baru kita pelajari, kita bisa bermain sedikit tebak-tebakan…

Pertama, ingat bahwa suara “si”, “ti”, “tu”, dan “hu” tidak ada di bahasa Jepang. Bagi orang Jepang, s yang digabung i ya bunyinya “shi” bukan “si”. Nah, karenanya, jika ada orang Jepang yang menulis romanisasi si, sebetulnya yang mereka maksud adalah kana し yang suaranya “shi”! Begitu juga untuk suara perkecualian lainnya.

Dengan mengingat poin tersebut, sekarang coba jawab pertanyaan berikut.

1) Ada orang Jepang yang mengupload gambar dengan nama berkas mitisige_L2.jpg. Sebetulnya, bagaimana cara membaca mitisige?

Jawaban: Cara membacanya adalah “michishige”. Ingat, di bahasa Jepang tidak ada suara “ti” sehingga yang dimaksud orang tersebut saat menulis ti adalah suara “chi” (ち). Begitu juga dengan si yang sebetulnya dibaca “shi” (し).

2) Orang yang sama mengupload berkas tuji_L8.jpg. Bagaimana sebetulnya cara membaca tuji?

Jawaban: Cara membacanya adalah “tsuji”. Di bahasa Jepang, gabungan t dan u menghasilkan つ yang bunyinya “tsu” bukan “tu”.

3) Terakhir, ada orang Jepang yang membuat halaman dengan nama hujimoto04.htm. Bagaimana cara membaca hujimoto yang benar?

Jawaban: Cara membacanya adalah “fujimoto”. Kalau orang Jepang menulis hu, yang mereka maksud adalah suara “fu” (ふ).

Pelajaran fonologi kita ini cukup berguna kan? Sampai jumpa di episode berikutnya!

Lampiran

Inilah daftar suara dasar kana yang disusun dalam tabel:

Vokal
a i u e o
Baris a
a

i

u

e

o
Baris k
ka

ki

ku

ke

ko
Baris s
sa

shi

su

se

so
Baris t
ta

chi

tsu

te

to
Baris n
na

ni

nu

ne

no
Baris h
ha

hi

fu

he

ho
Baris m
ma

mi

mu

me

mo
Baris y
ya

yu

yo
Baris r
ra

ri

ru

re

ro
Baris w
wa

wo

n
]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/06/27/tutorial-watarasebashi-10-pengelompokan-kana/feed/ 3
Tips dan trik menggunakan Input Method Editor (IME) bahasa Jepang di Windows XP – bagian 1 http://www.yumeko.web.id/2008/06/06/tips-dan-trik-menggunakan-input-method-editor-ime-bahasa-jepang-di-windows-xp-bagian-1/ http://www.yumeko.web.id/2008/06/06/tips-dan-trik-menggunakan-input-method-editor-ime-bahasa-jepang-di-windows-xp-bagian-1/#comments Fri, 06 Jun 2008 13:50:46 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=63 Menulis bahasa Jepang menggunakan Input Method Editor (IME) Windows XP

Pada artikel kemarin telah dibahas cara menginstall IME di Windows XP agar kamu bisa menulis huruf Jepang. Setelah mengetahui dasarnya, sekarang kita akan membahas kesalahan-kesalahan yang umum terjadi dan beberapa penggunaan lebih lanjutnya.

Artikel ini terutama ditujukan untuk mereka yang telah mengerti hiragana dan katakana, jadi kalau kamu sama sekali tidak mengerti apa yang dibicarakan, simpan saja dahulu untuk referensi di masa datang (karena kamu pasti membutuhkannya).

Menghindari kesalahan-kesalahan umum

Orang yang baru menggunakan IME, terutama orang yang juga baru belajar bahasa Jepang, akan sering melakukan beberapa kesalahan dasar pengetikan. Kesalahan-kesalahan tersebut berkaitan dengan partikel dan akan dibahas di sini. Kalau belum bisa membaca kanjinya, fokus saja pada hiragana yang sedang dibahas.

Pertama adalah mengenai partikel topik “wa”, misalnya pada kalimat “watashi wa takahashi to moushimasu” (nama saya Takahashi). Partikel tersebut memang bunyinya “wa”, namun dia ditulis dengan hiragana は (ha). Jadi saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “ha”.

Salah: 私わ高橋と申します
Benar: 私は高橋と申します

Kedua adalah partikel arah yang sering ditulis “e” menggunakan romaji, misalnya pada “yamaguchi e sayumi to iku” (pergi ke Yamaguchi bersama Sayumi). Partikel tersebut ditulis menggunakan hiragana へ (he). Saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “he”.

Salah: 山口えさゆみと行く
Benar: 山口へさゆみと行く

Ketiga adalah partikel objek langsung yang sering ditulis “o” menggunakan romaji, misalnya “purezento o risako ni ageru” (memberi hadiah ke Risako). Partikel tersebut sebetulnya menggunakan hiragana を (wo), jadi saat menggunakan IME jangan lupa untuk menulis “wo”.

Salah: プレゼントお梨沙子にあげる
Benar: プレゼントを梨沙子にあげる

n mati (ん)

Penulisan romaji seringkali menyebabkan ambigu pada huruf “n”. Sebagai contoh adalah “kinenbi”. Apakah maksudnya ki-nen-bi (hari perayaan) atau kin-en-bi (hari dilarang merokok)?

Pada kasus tersebut, IME akan menganggap kinenbi sebagai きねんび (ki-nen-bi). Untuk memaksa menulis “n” mati (ん) pada kasus-kasus ambigu tersebut, kita harus menulis n' atau nn. Jadi untuk menulis kin-en-bi (きんえんび), kita harus menulis kin'enbi atau kinnenbi.

Kita harus selalu hati-hati dengan masalah “n” tersebut. Sebagai contoh, misalnya kita ingin menulis hiragana dari nama seseorang yaitu “konno”. Kalau kita menuliskan persis konno, maka nn tersebut akan dianggap sebagai “n” mati dan hasilnya salah yaitu こんお (kon-o). Kita harus memasukkan kon'no atau konnno untuk mendapatkan tulisan yang benar yaitu こんの.

tsu kecil (っ)

“tsu” kecil digunakan untuk menggandakan konsonan misalnya pada なっち. Yang perlu diingat adalah IME Windows XP tidak akan menerima gaya penulisan “tch” misalnya “natchi”. Kita harus menulisnya sebagai “nacchi”.

Kana kecil lainnya

Beberapa kana selain “tsu” memiliki versi kecil seperti “yu” kecil (ゅ) dan “a” kecil (ぁ). Umumnya, mereka akan muncul sendiri saat kamu menuliskan romajinya. Sebagai contoh, kalau kamu menulis shashinshuu atau syashinsyuu maka otomatis akan muncul huruf-huruf kecilnya: しゃしんしゅう. Sebagai contoh lain, kalau kamu menulis fankurabu maka otomatis akan muncul “a” kecil: ファンクラブ

Tapi kalau kamu karena alasan yang aneh ingin menulis kana kecil pada kasus-kasus yang tidak wajar, misalnya ingin menulis “niinii” sebagai ニィニィ (katakana dengan dua buah “i” kecil), maka kamu bisa menulis “x” sebelum huruf yang ingin kamu kecilkan tersebut. Pada contoh tadi, caranya adalah dengan menulis nixinixi. Ingat, tidak semua kana memiliki versi kecil.

Tanda baca

Inilah beberapa tanda baca yang umum dan cara menulisnya menggunakan IME:

Simbol Cara menulis
Titik Jepang 。 . (titik)
Koma Jepang 、 , (koma)
Tanda “atau”/spasi katakana ・ / (garis miring kanan)
Tanda kutip 「」 [ dan ] (kurung kotak)
Tanda baca panjang katakana ー - (minus)
Tanda pembatas/tanda baca panjang ~ ~ (tilda)

Kebanyakan tanda baca lainnya, jika ditulis dalam mode edit IME, akan memberikan versi lebar gandanya. Sebagai contoh, menulis tanda seru (!) pada IME akan menghasilkan !, yaitu tanda seru versi lebar ganda. Guna karakter-karakter versi lebar ganda adalah agar terlihat seragam jika ditulis berdampingan dengan kanji. Karakter lebar ganda sering juga disebut karakter lebar penuh (full width), dan karakter-karakter normal sering disebut karakter lebar setengah (half width).

Karakter-karakter rahasia

Kalau kita menuliskan kata-kata tertentu, IME memberikan pilihan untuk mengubahnya menjadi karakter khusus. Inilah daftar beberapa masukan rahasia tersebut dan karakter yang akan dihasilkan:

  • dakuten: Tanda “tenten” ゛. Coba juga “handakuten”.
  • kakko: Berbagai tanda kurung misalnya 〔〕, 《》, dan 【】. “kakko” artinya tanda kurung.
  • onpu: ♪. “onpu” artinya not.
  • ecchi: Berbagai versi huruf “h”. Orang Jepang memang mengucapkan “h” sebagai “ecchi”. Memangnya kamu berharap apa?

Jangan lupa menekan tombol konversi Space sampai mendapatkan karakter rahasia tersebut. Silahkan bermain-main dengan berbagai kata-kata dalam bahasa Jepang, mungkin saja kamu akan mendapat suatu karakter rahasia.

Penutup

Ini baru bagian 1 dari tips dan trik. Masih ada catatan penggunaan tambahan yang akan ditulis di lain artikel. Yang pasti, kemahiran menggunakan IME sangat vital bagi penulisan bahasa Jepang, sama seperti kemahiran menekan tombol-tombol keyboard saat menulis huruf latin.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/06/06/tips-dan-trik-menggunakan-input-method-editor-ime-bahasa-jepang-di-windows-xp-bagian-1/feed/ 5