Yumeko » JLPT1 http://www.yumeko.web.id Belajar budaya dan bahasa Jepang bersama Tue, 16 Mar 2010 08:00:12 +0000 http://wordpress.org/?v=2.9.2 en hourly 1 Menyatakan masalah dalam suatu hal (bisa sih bisa, punya sih punya, dsb) http://www.yumeko.web.id/2009/10/08/menyatakan-masalah-dalam-suatu-hal-bisa-sih-bisa-punya-sih-punya-dsb/ http://www.yumeko.web.id/2009/10/08/menyatakan-masalah-dalam-suatu-hal-bisa-sih-bisa-punya-sih-punya-dsb/#comments Thu, 08 Oct 2009 10:00:24 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=409 Seringkali kita melakukan sesuatu, tapi ada masalah dalam pelaksanaan atau hasilnya. Misalnya perhatikan kalimat berikut:

Lihat sih lihat, tapi ngantuk banget jadi nggak terlalu inget”

Di situ aksi “melihat” memang terjadi, tapi ada aspek yang tidak memuaskan.

Nah di bahasa Jepang hal tersebut bisa diungkapkan dengan cukup mudah, yaitu dengan pola:

… koto wa … ga

Kita tinggal memasukkan aksi atau hal lain yang dimaksud ke titik-titik pada pola di atas. Contohnya adalah mita koto wa mita ga yang berarti “lihat sih lihat, tapi …” Karena ga di sini berarti “tetapi”, kita bisa menggantinya dengan kata sejenis mislanya kedo.

Inilah beberapa contohnya:

勉強したことはしたが、もう忘れた
benkyou shita koto wa shita ga, mou wasureta
Belajar sih belajar, tapi sudah lupa

勉強 (benkyou): belajar
する (suru): melakukan
もう (mou): sudah
忘れる (wasureru): lupa

Perhatikan bahwa setelah menyebut benkyou shita di awal, untuk yang berikutnya kita cukup menyebut shita saja karena konteksnya sudah jelas.

「急行」バスがあることはあるが、それでも時速50km以上の速度が出ることはめったにない
“kyuukou” basu ga aru koto wa aru ga, sore demo jisoku gojuu kiromeetoru ijou no sokudo ga deru koto wa metta ni nai
Bis “ekspres” ada sih ada, tapi tetep aja jarang banget kecepetannya ngelebihin 50 km/jam

急行 (kyuukou): ekspres
バス (basu): bis (Inggris: bus)
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)
それでも (soredemo): walaupun begitu
時速 (jisoku): kecepatan (per jam)
以上 (ijou): lebih besar atau sama dengan, lebih dari
速度 (sokudo): kecepatan
出る (deru): keluar, muncul
こと (koto): hal
めったにない (metta ni nai): sangat jarang

彼の言いたいことは、わかることはわかるけど、賛成できない
kare no iitai koto wa, wakaru koto wa wakaru kedo, sansei dekinai
Aku ngerti sih ngerti apa yang dia mau bilang, tapi nggak bisa setuju

彼 (kare): dia (laki-laki)
言う (iu): mengatakan
こと (koto): hal
わかる (wakaru): mengerti
賛成 (sansei): setuju
できる (dekiru): bisa

おいしいことはおいしいが、量は少ないと思います
oishii koto wa oishii ga, ryou wa sukunai to omoimasu
Enak sih enak, tapi menurut saya porsinya terlalu sedikit

おいしい (oishii): enak
量 (ryou): kuantitas, jumlah
少ない (sukunai): sedikit
思う (omou): berpikir

Perhatikan bahwa koto di sini merupakan nomina biasa dan ga di sini adalah penyambung kalimat, jadi kata-kata lain menempel dengan aturan yang biasanya. Misalnya dengan adjektiva-na benri hasilnya menjadi benri na koto wa benri da ga (berguna sih berguna, tapi …). Kalau bingung silahkan pelajari lagi dasar-dasarnya.

Terakhir, catat bahwa mita koto wa mita ga dan miru koto wa mita ga sama-sama bisa dipakai dengan arti sama, hanya saja nuansanya sedikit berbeda. Pada bentuk pertama (verba awal dalam bentuk lampau), kita memberi penekanan tambahan pada kejadian spesifik yang kita kerjakan di masa lampau tersebut.

Ada pola lain untuk tujuan yang sama yaitu … ni wa … ga, namun pembahasannya kita alihkan ke kesempatan lain.

Untuk latihan coba buat kalimat bahasa Jepang dari:

  • bisa sih bisa, tapi lambat
  • suka sih suka, tapi malu untuk menyatakannya (“nembak”) (gunakan adjektiva suki)

Jawabannya bisa ditulis di komentar, dan tentunya silahkan saja kalau ingin mencoba membuat kalimat lain sendiri.

(Special thanks buat Yukari-san)

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/10/08/menyatakan-masalah-dalam-suatu-hal-bisa-sih-bisa-punya-sih-punya-dsb/feed/ 8
Menggunakan pengandaian -ba untuk menggabung dua kalimat negatif (- mo nakereba, – mo nai) http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/ http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/#comments Sun, 04 Oct 2009 03:40:43 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=439 Perhatikan dua kalimat negatif berikut:

犬はいない。猫はいない。
inu wa inai. neko wa inai.
Tidak ada anjing. Tidak ada kucing.

犬 (inu): anjing
いる (iru): ada (benda hidup kecuali tumbuhan)
猫 (neko): kucing

Dua kalimat negatif yang berurutan seperti contoh di atas bisa digabung dengan memanfaatkan pengandaian -ba sehingga artinya “Tidak ada anjing maupun kucing”. Inilah caranya:

Menggunakan pengandaian -ba untuk menggabung dua kalimat negatif

Pertama, ubah kedua partikel wa yang berkaitan menjadi mo. Lalu konjugasikan kalimat pertama ke pengandaian -ba.

Contoh kalimat: inu wa inai. neko wa inai.
Tahap 1: inu mo inai. neko mo inai.
Tahap 2: inu mo inakereba neko mo inai.

Perhatikan bahwa ini adalah pengandaian semu. Secara tata bahasa bentuknya persis dengan pengandaian -ba, namun tidak ada pengandaian sama sekali di sini! Ini hanyalah salah satu cara tingkat lanjut untuk merangkai kalimat. Lihat contoh di bawah dan perhatikan bahwa di terjemahannya tidak ada andai-andai apapun.

我が家には、犬もいなければ猫もいない
wagaya ni wa, inu mo inakereba neko mo inai
Di rumah saya, tidak ada anjing maupun kucing

我が家 (wagaya): rumah saya
犬 (inu): anjing
いる (iru): ada (benda hidup kecuali tumbuhan)
猫 (neko): kucing

Pola seperti ini cukup berkelas sehingga akan terdengar agak puitis atau seperti bahasa sastra. Kalau ingin yang lebih sederhana dan normal, tentunya kita bisa menggunakan misalnya inu mo neko mo inai.

Perhatikan contoh-contoh tambahan berikut untuk lebih membiasakan diri dengan pola ini:

私にはお金もなければ地位もない
watashi ni wa okane mo nakereba chii mo nai
Saya tidak memiliki uang maupun pangkat

私 (watashi): saya
お金 (okane): uang
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)
地位 (chii): posisi, kedudukan, status

Perhatikan asal kalimatnya: okane wa nai. chii wa nai.

あの頃、夢もなければ希望もない日々を送っていた
ano koro, yume mo nakereba kibou mo nai hibi o okutte ita
Pada waktu itu, aku menjalani hari-hari tanpa mimpi maupun harapan

あの (ano): itu
頃 (koro): waktu, masa
夢 (yume): mimpi
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)
希望 (kibou): harapan, keinginan
日々 (hibi): hari-hari
送る (okuru): menjalani, melewati

あの人は友達でもなければ知り合いでもありませんので誤解しないでください
ano hito wa tomodachi de mo nakereba shiriai de mo arimasen no de gokai shinaide kudasai
Orang itu bukan teman dan bukan juga kenalan, jadi tolong jangan salah paham

あの (ano): itu
人 (hito): orang
友達 (tomodachi): teman
知り合い (shiriai): kenalan
誤解 (gokai): salah paham

Kali ini asal kalimatnya adalah: tomodachi de wa nai. shiriai de wa nai. (de wa nai = ja nai)

Contoh berikut diambil dari novel visual Air. Bentuk asal kalimatnya sama dengan contoh terakhir di atas:

いや、錯覚ではない。何か、音がする。この世のものならざる音。足音でもなければ、声でもない。
iya, sakkaku de wa nai. nanika, oto ga suru. kono yo no mono narazaru oto. ashioto de mo nakereba, koe de mo nai.
Tidak, ini bukan imajinasiku. Aku mendengar sesuatu. Suara yang tidak mungkin berasal dari dunia ini. Bukan suara langkah kaki, bukan pula suara orang.

いや (iya): tidak, bukan
錯覚 (sakkaku): ilusi, imajinasi
何か (nanika): sesuatu
音 (oto): suara
この (kono): ini
世 (yo): dunia
もの (mono): benda
なる (naru):
足音 (ashioto): suara langkah kaki
声 (koe): suara orang

Perhatikan bahwa oto ga suru artinya adalah sesuatu mengeluarkan suara. Lalu naru di sini adalah verba klasik yang secara praktis bisa menggabungkan dua nomina (beda dengan naru yang artinya “menjadi”). Contohnya sei (聖) berarti suci, sehingga sei-naru sensou berarti perang suci. narazaru adalah bentuk negatif klasiknya (= naranai), jadi sebagai contoh sei-narazaru sensou berarti perang yang tidak suci.

Contoh terakhir adalah dari dorama Honey and Clover. Silahkan dengarkan audionya:

Honey and Clover

Download: honey_and_clover_96.mp3 (203 KB)

お金がない学生にとって、夏休みとは、ただじっと過ぎ去るのを待つ日々でしかない。〔「あ~、あっち~」〕遊ぶお金もなければ、実家にも帰らない。
okane ga nai gakusei ni totte, natsuyasumi to wa, tada jitto sugisaru no o matsu hibi de shika nai. ["aa, acchii"] asobu okane mo nakereba, jikka ni mo kaeranai.
Bagi mahasiswa yang tidak punya uang, liburan musim panas tidak lain dan tidak bukan hanyalah hari-hari menunggu dengan sabar berlalunya waktu. ["Ah... Panaaas!"] Mereka tidak punya uang untuk bersenang-senang, dan tidak pula pulang ke rumahnya.

お金 (okane): uang
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)
学生 (gakusei): murid
にとって (ni totte): bagi
夏休み (natsuyasumi): liburan musim panas
とは (to wa): menandakan hal yang ingin didefinisikan
ただ (tada): hanya
じっと (jitto): dengan sabar, tanpa gerakan, terfokus
過ぎ去る (sugisaru): lewat
待つ (matsu): menunggu
日々 (hibi): hari-hari
あっちい (acchii): panas (atsui)
遊ぶ (asobu): bermain
実家 (jikka): rumah orang tua
帰る (kaeru): pulang, kembali

Asal kalimatnya? Kali ini: asobu okane wa nai. jikka ni wa kaeranai.

Pola yang kita pelajari di sini sebenarnya juga bisa digunakan untuk menggabungkan dua kalimat positif, namun itu akan dibahas di lain waktu.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/feed/ 10
Akhiran buri pada lama waktu http://www.yumeko.web.id/2009/03/24/akhiran-buri-pada-lama-waktu/ http://www.yumeko.web.id/2009/03/24/akhiran-buri-pada-lama-waktu/#comments Tue, 24 Mar 2009 11:20:09 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=287 Untuk menyatakan bahwa waktu yang panjang telah berlalu sejak sesuatu terakhir dilakukan, kita bisa menempelkan akhiran buri (振り). Akhiran ini ditempelkan ke lama waktu misalnya sankagetsu (3 bulan) dan juu-nen (10 tahun). Sebagai contoh sankagetsu buri berarti “setelah 3 bulan”.

Inilah beberapa contohnya:

2年ぶりにおばあさんの墓参りに行った
ni-nen buri ni obaasan no hakamairi ni itta
Aku berkunjung lagi ke makam nenek setelah 2 tahun lamanya

2 (ni): dua
年 (nen): tahun
おばあさん (obaasan): nenek
墓参り (hakamairi): kunjungan ke makam
行く (iku): pergi

buri di sini memberi nuansa bahwa saat mengunjungi makam neneknya lagi si penulis seakan-akan berkata “Wah, ternyata sudah selama ini ya…” Perhatikan juga bahwa buri umumnya ditulis dengan hiragana.

Inilah contoh lainnya lagi:

10年ぶりにインドネシアに帰りました
juu-nen buri ni indonesia ni kaerimashita
Aku pulang lagi ke Indonesia setelah 10 tahun lamanya

10 (juu): sepuluh
年 (nen): tahun
インドネシア (indoneshia): Indonesia
帰る (kaeru): pulang, kembali

Selain partikel ni, partikel konteks de juga bisa digunakan seperti pada contoh di bawah:

私は5年ぶりで彼に会った
watashi wa go-nen buri de kare ni atta
Aku bertemu dengannya lagi setelah 5 tahun berlalu

私 (watashi): saya
5 (go): lima
年 (nen): tahun
彼 (kare): dia (laki-laki)
会う (au): bertemu

Lama waktu yang diikuti buri juga bisa memodifikasi nomina dengan partikel no:

10年ぶりの同窓会 [Koi wa Hassou DO THE HUSTLE!: | ]
juu-nen buri no dousoukai
Reuni kelas yang diadakan setelah 10 tahun (sejak pertemuan yang terakhir)

10 (juu): sepuluh
年 (nen): tahun
同窓会 (dousoukai): reuni kelas

Kata tanya seperti nani pun bisa digunakan:

家族みんなでピクニックに行ったのは何年ぶりだろう
kazoku minna de pikunikku ni itta no wa nan-nen buri darou
Sudah berapa tahun ya sejak terakhir kita sekeluarga pergi piknik seperti ini?
(= Sudah lama ya kita sekeluarga tidak piknik seperti ini)

家族 (kazoku): keluarga
みんな (minna): semua
ピクニック (pikunikku): piknik
行く (iku): pergi
何年 (nannen): berapa tahun

Poin penting yang perlu diperhatikan mengenai buri adalah bahwa kata tersebut hanya bisa digunakan untuk hal yang sudah terjadi kembali, atau untuk hal yang akan terjadi kembali. Jadi pada kalimat “kemarin saya bertemu dia setelah 5 tahun lamanya” atau “minggu depan akan ada reuni setelah 5 tahun lamanya” buri bisa digunakan. Namun pada kalimat seperti “Saya sudah 5 tahun tidak mendengar kabarnya” buri tidak bisa digunakan.

Perhatikan beda dua contoh ini:

彼は5年ぶりに便りをよこした
kare wa go-nen buri ni tayori o yokoshita
Dia mengabariku lagi setelah 5 tahun lamanya
(hal yang sudah lama tidak terjadi akhirnya terjadi lagi)

彼 (kare): dia (laki-laki)
5 (go): lima
年 (nen): tahun
便り (tayori): berita/kabar
よこす (yokosu): mengirim

この5年間彼から便りがない
kono go-nen kan kare kara tayori ga nai
Selama 5 tahun ini tidak ada kabar dari dia
(hal tersebut belum terjadi lagi)

この (kono): ini
5 (go): lima
年 (nen): tahun
間 (kan): menyatakan lama waktu (selama)
彼 (kare): dia (laki-laki)
から (kara): dari
便り (tayori): berita/kabar
ない (nai): tidak ada

Di contoh terakhir, yang digunakan adalah penunjuk lama waktu umum kan, bukannya buri.

Untuk menutup bagian ini, diberikan beberapa tabel lama waktu yang bisa kamu pasangi buri:

Kanji Kana Romaji Arti
一ヶ月 いっかげつ ikkagetsu 1 bulan
二ヶ月 にかげつ nikagetsu 2 bulan
三ヶ月 さんかげつ sankagetsu 3 bulan
四ヶ月 よんかげつ yonkagetsu 4 bulan
五ヶ月 ごかげつ gokagetsu 5 bulan
六ヶ月 ろっかげつ rokkagetsu 6 bulan
七ヶ月 ななかげつ nanakagetsu 7 bulan
八ヶ月 はちかげつ hachikagetsu 8 bulan
九ヶ月 きゅうかげつ kyuukagetsu 9 bulan
十ヶ月 じゅっかげつ jukkagetsu 10 bulan

Kanji Kana Romaji Arti
一年 いちねん ichinen 1 tahun
二年 にねん ninen 2 tahun
三年 さんねん sannen 3 tahun
四年 よねん yonen 4 tahun
五年 ごねん gonen 5 tahun
六年 ろくねん rokunen 6 tahun
七年 ななねん nananen 7 tahun
八年 はちねん hachinen 8 tahun
九年 きゅうねん kyuunen 9 tahun
十年 じゅうねん juunen 10 tahun

Tetunya penulisan kanjinya bisa menggunakan angka romawi, misalnya 6ヵ月 dan 2年. Lalu, 8 bulan bisa juga dibaca hakkagetsu dan 10 bulan juga bisa dibaca jikkagetsu.

Terakhir, satuan waktu lain seperti hari dan minggu juga tentunya bisa digunakan dengan buri selama penulisnya menganggap bahwa itu waktu yang lama untuknya. Contohnya adalah mikka buri no inshu (minum sake lagi setelah tiga hari).

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/03/24/akhiran-buri-pada-lama-waktu/feed/ 3