Yumeko » Kunisaki Yukito http://www.yumeko.web.id Belajar budaya dan bahasa Jepang bersama Tue, 16 Mar 2010 08:00:12 +0000 http://wordpress.org/?v=2.9.2 en hourly 1 Menggunakan pengandaian -ba untuk menggabung dua kalimat negatif (- mo nakereba, – mo nai) http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/ http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/#comments Sun, 04 Oct 2009 03:40:43 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=439 Perhatikan dua kalimat negatif berikut:

犬はいない。猫はいない。
inu wa inai. neko wa inai.
Tidak ada anjing. Tidak ada kucing.

犬 (inu): anjing
いる (iru): ada (benda hidup kecuali tumbuhan)
猫 (neko): kucing

Dua kalimat negatif yang berurutan seperti contoh di atas bisa digabung dengan memanfaatkan pengandaian -ba sehingga artinya “Tidak ada anjing maupun kucing”. Inilah caranya:

Menggunakan pengandaian -ba untuk menggabung dua kalimat negatif

Pertama, ubah kedua partikel wa yang berkaitan menjadi mo. Lalu konjugasikan kalimat pertama ke pengandaian -ba.

Contoh kalimat: inu wa inai. neko wa inai.
Tahap 1: inu mo inai. neko mo inai.
Tahap 2: inu mo inakereba neko mo inai.

Perhatikan bahwa ini adalah pengandaian semu. Secara tata bahasa bentuknya persis dengan pengandaian -ba, namun tidak ada pengandaian sama sekali di sini! Ini hanyalah salah satu cara tingkat lanjut untuk merangkai kalimat. Lihat contoh di bawah dan perhatikan bahwa di terjemahannya tidak ada andai-andai apapun.

我が家には、犬もいなければ猫もいない
wagaya ni wa, inu mo inakereba neko mo inai
Di rumah saya, tidak ada anjing maupun kucing

我が家 (wagaya): rumah saya
犬 (inu): anjing
いる (iru): ada (benda hidup kecuali tumbuhan)
猫 (neko): kucing

Pola seperti ini cukup berkelas sehingga akan terdengar agak puitis atau seperti bahasa sastra. Kalau ingin yang lebih sederhana dan normal, tentunya kita bisa menggunakan misalnya inu mo neko mo inai.

Perhatikan contoh-contoh tambahan berikut untuk lebih membiasakan diri dengan pola ini:

私にはお金もなければ地位もない
watashi ni wa okane mo nakereba chii mo nai
Saya tidak memiliki uang maupun pangkat

私 (watashi): saya
お金 (okane): uang
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)
地位 (chii): posisi, kedudukan, status

Perhatikan asal kalimatnya: okane wa nai. chii wa nai.

あの頃、夢もなければ希望もない日々を送っていた
ano koro, yume mo nakereba kibou mo nai hibi o okutte ita
Pada waktu itu, aku menjalani hari-hari tanpa mimpi maupun harapan

あの (ano): itu
頃 (koro): waktu, masa
夢 (yume): mimpi
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)
希望 (kibou): harapan, keinginan
日々 (hibi): hari-hari
送る (okuru): menjalani, melewati

あの人は友達でもなければ知り合いでもありませんので誤解しないでください
ano hito wa tomodachi de mo nakereba shiriai de mo arimasen no de gokai shinaide kudasai
Orang itu bukan teman dan bukan juga kenalan, jadi tolong jangan salah paham

あの (ano): itu
人 (hito): orang
友達 (tomodachi): teman
知り合い (shiriai): kenalan
誤解 (gokai): salah paham

Kali ini asal kalimatnya adalah: tomodachi de wa nai. shiriai de wa nai. (de wa nai = ja nai)

Contoh berikut diambil dari novel visual Air. Bentuk asal kalimatnya sama dengan contoh terakhir di atas:

いや、錯覚ではない。何か、音がする。この世のものならざる音。足音でもなければ、声でもない。
iya, sakkaku de wa nai. nanika, oto ga suru. kono yo no mono narazaru oto. ashioto de mo nakereba, koe de mo nai.
Tidak, ini bukan imajinasiku. Aku mendengar sesuatu. Suara yang tidak mungkin berasal dari dunia ini. Bukan suara langkah kaki, bukan pula suara orang.

いや (iya): tidak, bukan
錯覚 (sakkaku): ilusi, imajinasi
何か (nanika): sesuatu
音 (oto): suara
この (kono): ini
世 (yo): dunia
もの (mono): benda
なる (naru):
足音 (ashioto): suara langkah kaki
声 (koe): suara orang

Perhatikan bahwa oto ga suru artinya adalah sesuatu mengeluarkan suara. Lalu naru di sini adalah verba klasik yang secara praktis bisa menggabungkan dua nomina (beda dengan naru yang artinya “menjadi”). Contohnya sei (聖) berarti suci, sehingga sei-naru sensou berarti perang suci. narazaru adalah bentuk negatif klasiknya (= naranai), jadi sebagai contoh sei-narazaru sensou berarti perang yang tidak suci.

Contoh terakhir adalah dari dorama Honey and Clover. Silahkan dengarkan audionya:

Honey and Clover

Download: honey_and_clover_96.mp3 (203 KB)

お金がない学生にとって、夏休みとは、ただじっと過ぎ去るのを待つ日々でしかない。〔「あ~、あっち~」〕遊ぶお金もなければ、実家にも帰らない。
okane ga nai gakusei ni totte, natsuyasumi to wa, tada jitto sugisaru no o matsu hibi de shika nai. ["aa, acchii"] asobu okane mo nakereba, jikka ni mo kaeranai.
Bagi mahasiswa yang tidak punya uang, liburan musim panas tidak lain dan tidak bukan hanyalah hari-hari menunggu dengan sabar berlalunya waktu. ["Ah... Panaaas!"] Mereka tidak punya uang untuk bersenang-senang, dan tidak pula pulang ke rumahnya.

お金 (okane): uang
ある (aru): ada (benda mati dan tumbuhan)
学生 (gakusei): murid
にとって (ni totte): bagi
夏休み (natsuyasumi): liburan musim panas
とは (to wa): menandakan hal yang ingin didefinisikan
ただ (tada): hanya
じっと (jitto): dengan sabar, tanpa gerakan, terfokus
過ぎ去る (sugisaru): lewat
待つ (matsu): menunggu
日々 (hibi): hari-hari
あっちい (acchii): panas (atsui)
遊ぶ (asobu): bermain
実家 (jikka): rumah orang tua
帰る (kaeru): pulang, kembali

Asal kalimatnya? Kali ini: asobu okane wa nai. jikka ni wa kaeranai.

Pola yang kita pelajari di sini sebenarnya juga bisa digunakan untuk menggabungkan dua kalimat positif, namun itu akan dibahas di lain waktu.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/10/04/menggunakan-pengandaian-ba-untuk-menggabung-dua-kalimat-negatif-mo-nakereba-mo-nai/feed/ 10
Menambahkan arti “terlalu” dengan kata sugiru http://www.yumeko.web.id/2009/09/24/menambahkan-arti-terlalu-dengan-kata-sugiru/ http://www.yumeko.web.id/2009/09/24/menambahkan-arti-terlalu-dengan-kata-sugiru/#comments Thu, 24 Sep 2009 16:41:49 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=420 sugiru (過ぎる) pada dasarnya berarti melewati suatu tempat. Ini contoh sederhananya:

車はトンネルを過ぎた
kuruma wa tonneru o sugita
Mobil itu melintasi terowongan

車 (kuruma): mobil
トンネル (tonneru): terowongan (Inggris: tunnel)

大阪はもう過ぎましたか
oosaka wa mou sugimashita ka
Sudahkah kita melewati Osaka?

大阪 (oosaka): Osaka
もう (mou): sudah

Penggunaan sugiru dengan adjektiva

Dari arti dasar itu, sugiru bisa digabung dengan kata lain sehingga berarti “terlalu” atau “sangat” (“melewati batas”). Inilah aturan pembentukannya untuk adjektiva:

Memodifikasi adjektiva dengan sugiru untuk menambahkan arti “terlalu”

  1. Adjektiva-i: Buang akhiran i lalu tambahkan sugiru
    omoshiroiomoshiroomoshirosugiru
  2. Adjektiva-na: Tambahkan sugiru di akhir
    sukisukisugiru
  3. nai: Untuk akhiran negatif nai, termasuk adjektiva yang asal muasal katanya memuat nai seperti mottainai (勿体無い) dan nasakenai (情け無い), ganti i di akhir dengan sa lalu tambahkan sugiru di akhir. Perhatikan bahwa adjektiva seperti sukunai (少ない) dan abunai (危ない) tidak termasuk kategori ini.
    mottainaimottainasamottainasasugiru
    omoshirokunaiomoshirokunasaomoshirokunasasugiru

Hasilnya berkonjugasi sebagaimana verba-ru.

Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

あの映画は面白すぎる!
ano eiga wa omoshirosugiru
Film itu terlalu menarik! (sangat sangat menarik)

あの (ano): itu
映画 (eiga): film
面白い (omoshiroi): menarik

Perhatikan bahwa untuk interjeksi, -sugiru sering disingkat hanya menjadi -sugi (すぎっ). Contohnya adalah 今日寒すぎっ! (kyou samusugi!) yang artinya kurang lebih “hari ini dingin banget!” (literal: terlalu dingin)

Berikutnya adalah contoh dengan adjektiva-na:

彼のことが好きすぎてつらい・・・死にたいです・・・
kare no koto ga suki sugite tsurai… shinitai desu
Aku terlalu suka dengan dirinya sehingga rasanya begitu menyakitkan… Rasanya ingin mati…

彼 (kare): dia (laki-laki)
こと (koto): diri, hal
好き (suki): suka
つらい (tsurai): pedih, menyakitkan
死ぬ (shinu): mati

Contoh berikut adalah dialog dari novel grafis Air:

往人 「早くいけっ」
観鈴 「え?なんて?」
聞こえていない。風が強すぎる。
往人 「遅刻するぞ、馬鹿」
Yukito: “hayaku ike”
Misuzu: “e? nante?”
kikoete inai. kaze ga tsuyosugiru
Yukito: “chikoku suru zo, baka”

Yukito: “Cepet pergi sana!” (tokoh utama, narator)
Misuzu: “Ha? Apa?”
Suaraku tidak terdengar. Anginnya terlalu kuat.
Yukito: “Nanti telat oi, dasar bodoh!”

往人 (yukito): Yukito (nama)
観鈴 (misuzu): Misuzu (nama)
早い (hayai): cepat
いく (iku): pergi
なん (nan): apa (bentuk lain dari nani)
聞こえる (kikoeru): terdengar
風 (kaze): angin
強い (tsuyoi): kuat
遅刻 (chikoku): keterlambatan
馬鹿 (baka): bodoh

nante di contoh atas adalah singkatan dari nan tte itta no (Apa yang kamu katakan?)

Penggunaan sugiru dengan verba

sugiru juga bisa digabung dengan kata kerja sehingga artinya “melakukan sesuatu secara berlebihan”. Ini tentunya juga diturunkan dari arti dasar sugiru yaitu “melewati”, karena di sini artinya “melewati batas kewajaran”.

Memodifikasi verba dengan sugiru untuk menambahkan arti “berlebihan”
Ubah verba ke bentuk akar lalu tambahkan sugiru. Contoh:

  1. taberutabetabesugiru
  2. nomunominomisugiru
  3. surushishisugiru

Untuk bentuk verba negatif, ganti i pada penanda negatif nai dengan sa lalu tambahkan sugiru di akhir.
tabenaitabenasatabenasasugiru
Hasil semuanya berkonjugasi sebagaimana verba-ru.

Inilah beberapa contohnya:

食べすぎたのでお腹が重たかった
tabesugita no de onaka ga omokatta
Karena makan kebanyakan perutku rasanya berat

食べる (taberu): makan
お腹 (onaka): perut
重い (omoi): berat

走りすぎてケガをしてしまいました
hashirisugite kega o shite shimaimashita
Aku berlari terlalu banyak sehingga cedera

走る (hashiru): berlari
ケガ (kega): cedera, luka

寝なさすぎたからしんどかった
nenasasugita kara shindokatta
Karena terlalu kurang tidur, jadinya kelelahan (lit: terlalu banyak tidak tidur)

寝る (neru): tidur
しんどい (shindoi): kecapekan, kelelahan

Perhatikan bahwa pada contoh di atas, dasar dari konjugasi sugiru ini adalah nenai (tidak tidur).

sugiru yang digabung dengan kata lain adalah pola yang sangat umum sehingga pelajaran kali ini sedikit banyak pasti akan berguna. demo kono posuto, nagasugiru ka na? ^^

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/09/24/menambahkan-arti-terlalu-dengan-kata-sugiru/feed/ 9