Yumeko » michishige sayumi http://www.yumeko.web.id Belajar budaya dan bahasa Jepang bersama Tue, 16 Mar 2010 08:00:12 +0000 http://wordpress.org/?v=2.9.2 en hourly 1 Lokasi relatif (dan bonus permainan) http://www.yumeko.web.id/2008/11/28/lokasi-relatif-dan-bonus-permainan/ http://www.yumeko.web.id/2008/11/28/lokasi-relatif-dan-bonus-permainan/#comments Fri, 28 Nov 2008 06:01:50 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=223
Morning Musume di meja bundar
Siapa yang ada di sebelahku?

Untuk menyatakan lokasi relatif, misalnya “depan rumah”, bahasa Jepang menggunakan partikel no yang fungsinya menggabungkan dua nomina. Untuk contoh “depan rumah”, bahasa Jepangnya adalah ie no mae dengan ie berarti “rumah” dan mae berarti “depan”. (perhatikan urutan katanya yang beda dengan bahasa Indonesia)

Inilah beberapa nomina yang menunjukkan lokasi relatif yang bisa kamu gunakan:

上 (ue): atas
下 (shita): bawah
右 (migi): kanan
左 (hidari): kiri
中 (naka): dalam
前 (mae): depan
後ろ (ushiro): belakang
近く (chikaku): dekat
隣 (tonari): sebelah

Beberapa contoh berikut menunjukkan bagaimana posisi relatif tersebut dipakai di kalimat:

ああ目の前にあなた立っているわ [Sakura Mankai: | ]
aa me no mae ni anata tatteiru wa
Ah, engkau sedang berdiri di depan mataku

目 (me): mata
前 (mae): depan
あなた (anata): kamu
立つ (tatsu): berdiri

Kalau ingin lengkap secara tata bahasa, seharusnya anata diikuti partikel wa atau ga. Namun partikel-partikel memang sering diabaikan baik di percakapan maupun karya sastra. wa yang ada di akhir kalimat ini bukan partikel topik wa tapi akhiran kalimat (gobi) yang biasa digunakan perempuan untuk penekanan.

二人の心の中のせんこう花火 [Senkou Hanabi: | ]
futari no kokoro no naka no senkou hanabi
Kembang api yang ada di dalam hati kita berdua

二人 (futari): dua orang, berdua
心 (kokoro): hati
中 (naka): dalam
せんこう花火 (senkou hanabi): kembang api

駅の近くまで駆け足になってた [Haru Beautiful Everyday: | ]
eki no chikaku made kakeashi ni natteta
Aku berlari sampai di dekat stasiun

駅 (eki): stasiun
近く (chikaku): dekat
まで (made): sampai
駆け足 (kakeashi): lari
なる (naru): menjadi

車の下で鳴いてる猫 [Happiness: | ]
kuruma no shita de naiteru neko
Kucing yang sedang mengeong di bawah mobil

車 (kuruma): mobil
下 (shita): bawah
鳴く (naku): mengeong, menggonggong, berkicau, dll
猫 (neko): kucing

この丘の上で待ち合わせる [Ohiru no Kyuukei Jikan: | ]
kono oka no ue de machiawaseru
Janjian bertemu di atas bukit ini

この (kono): ini
丘 (oka): bukit
上 (ue): atas
待ち合わせる (machiawaseru): berjanji untuk bertemu

田中さんの隣の人は誰ですか
tanaka-san no tonari no hito wa dare desu ka
Siapa orang di sebelah Tanaka?

隣 (tonari): sebelah
人 (hito): orang
誰 (dare): siapa

Hati-hati untuk tidak menukar urutannya. ginkou no chikaku berarti “dekat bank” tetapi chikaku no ginkou berarti “bank yang dekat”.

Permainan: nagai jiko shoukai game!

nagai jiko shoukai

Sekarang kita akan bermain sedikit dengan lokasi relatif ini. Nama permainannya adalah nagai jiko shoukai (perkenalan diri yang panjang). Aturannya sangat gampang. Pertama duduklah melingkar (lihat gambar atas) dan tentukan siapa yang akan memulai. Orang pertama memperkenalkan diri dengan sederhana, misalnya:

夢子です
yumeko desu
Saya Yumeko

Lalu perkenalan dilanjutkan oleh orang di sebelahnya, namun kali ini caranya seperti ini:

夢子の隣の秋子です
yumeko no tonari no akiko desu
Saya Akiko yang ada di sebelahnya Yumeko

Tentu orang yang mendapat giliran di sebelahnya akan lebih panjang lagi, misalnya:

夢子の隣の秋子の隣のブラムです
yumeko no tonari no akiko no tonari no buramu desu
Saya Bram yang ada di sebelahnya Akiko yang ada di sebelahnya Yumeko

Ini berlanjut sampai satu lingkaran penuh, dan hasilnya bisa cukup panjang. Dengarkan serunya permainan ini di potongan audio berikut:

Download: nagai_jiko_shoukai_momusu_1.mp3 (685 KB)

Tahap pertama mungkin gampang kalau kita kenal orang-orangnya. Nah tapi itu baru pemanasan. Di tahap kedua, hal yang disukai harus disebutkan misalnya:

日本語が好きな夢子です
nihongo ga suki na yumeko desu
Saya Yumeko yang suka bahasa Jepang

Yang disusul oleh misalnya:

日本語が好きな夢子の隣のラーメンが好きな秋子です
nihongo ga suki na yumeko no tonari no raamen ga suki na akiko desu
Saya Akiko yang suka ramen yang ada di sebelahnya Yumeko yang suka bahasa Jepang

Contoh gilirannya bisa seperti berikut:

Download: nagai_jiko_shoukai_momusu_2.mp3 (310 KB)

(Bonus bagi yang bisa menangkap nama-nama makanan yang ada di situ, tulis di komen ya ^^…)

Untuk setiap putaran, ganti lagi benda yang disukainya. Orang yang salah mengucapkan akan diberi kesempatan sekali lagi namun mendapat hukuman. Selamat mencoba!

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/11/28/lokasi-relatif-dan-bonus-permainan/feed/ 9
Salah dengar: shokubetsu http://www.yumeko.web.id/2008/10/19/salah-dengar-shokubetsu/ http://www.yumeko.web.id/2008/10/19/salah-dengar-shokubetsu/#comments Sun, 19 Oct 2008 04:20:36 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=209 Hmm lama tidak berjumpa :) . Mungkin untuk sementara, karena kesibukan yang ada Yumeko tidak bisa menjadi “blog harian”. Tapi akan saya usahakan paling tidak ada postingan tiap minggunya…

Kali ini kita akan berbicara tentang “listening”. Dalam listening, kadang-kadang suatu kata terdengar tidak sebagaimana seharusnya. Ini terutama terjadi pada pembicaraan alami di mana kata-kata mengalir begitu saja dengan cepatnya. Nah, kita akan membahas kasus-kasus tidak ideal tersebut.

Sebagai contoh pertama, coba dengar potongan suara berikut dari cerita Michishige Sayumi tentang taman buaya:

Download: shokubetsu.mp3 (67 KB)

Inilah yang sebetulnya dia maksud:

見たことない植物とかもたくさん見れたし
mita koto nai shokubutsu toka mo takusan mireta shi
Saya juga bisa melihat banyak tanaman yang belum pernah saya lihat sebelumnya.

見る (miru): melihat
こと (koto): hal
ない (nai): tidak ada
植物 (shokubutsu): tanaman
たくさん (takusan): banyak

Namun karena bicaranya cepat, mungkin shokubutsu bisa terdengar sebagai shokubetsu. Dengan kata lain, bu terdengar sebagai be. Padahal tidak ada kata shokubetsu.

Dalam kasus-kasus seperti ini, kita harus sedikit melupakan apa yang kita dengar dan mencoba melihat konteks pembicaraannya. Karena ini pembicaraan tentang taman, maka satu-satunya kata yang masuk akal dan terdengar seperti “shokubetsu” adalah shokubutsu (tanaman). Ya, kalau apa yang kamu dengar tidak masuk akal, terkadang perlu sedikit menebak-nebak untuk bisa tahu apa yang sebenarnya diucapkan.

Perbendaharaan kata penting di sini. Kalau perbendaharaan kata kita banyak, maka otak kita akan bisa menangkap kata yang benar dengan cepat.

Sepertinya topik ini cukup menyenangkan. Nanti saya akan coba bawa beberapa contoh lain.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/10/19/salah-dengar-shokubetsu/feed/ 8
Tutorial Watarasebashi #10 – Pengelompokan kana http://www.yumeko.web.id/2008/06/27/tutorial-watarasebashi-10-pengelompokan-kana/ http://www.yumeko.web.id/2008/06/27/tutorial-watarasebashi-10-pengelompokan-kana/#comments Fri, 27 Jun 2008 09:58:23 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=111
Watarasebashi timur
Jembatan Watarase – watarasehashi atau watarasebashi?

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Setelah meninjau huruf-huruf Jepang, kita sekarang akan mulai membahas lagu Watarasebashi dari awal. Romaji akan disertakan sepanjang tutorial, namun ingat bahwa itu ada agar mereka yang masih belajar kana bisa langsung mengikuti artikel-artikelnya.

Pembahasan akan dimulai dari judulnya yaitu “Watarasebashi” yang artinya Jembatan Watarase. Kata tersebut dibentuk dari watarase yang merupakan suatu nama dan hashi yang artinya jembatan. Pertanyaannya, kenapa jadinya watarasebashi dan bukan watarasehashi?

watarasebashi merupakan kata gabungan. Seringkali, dalam pembentukan kata gabungan terjadi perubahan suara pada kata keduanya, dalam hal ini hashi menjadi bashi. Di sini kita akan mempelajari perubahan tersebut, yang sebetulnya lebih ke arah studi fonologi. Untuk memahami aturannya, kita perlu kembali meninjau aspek teknis dari kana.

Pengelompokan kana (hiragana dan katakana)

Di bahasa Jepang, huruf-huruf kana dasar dikelompokkan menjadi baris-baris tertentu, yang jika disusun akan membentuk tabel. Pengelompokan ini sangat vital untuk memahami berbagai aturan tata bahasa dan harus kamu kuasai. Untuk membentuk kata sopan dari kata dasarnya misalnya, kamu perlu tahu pengelompokan ini.

Baris yang pertama adalah baris a:


a

i

u

e

o

Urutan vokalnya adalah a-i-u-e-o, bukan a-e-i-o-u seperti pada alfabet Latin.

Berikutnya adalah baris k:


ka

ki

ku

ke

ko

Baris tersebut sangat mudah dimengerti sebab hanya merupakan kombinasi konsonan k dengan vokal a-i-u-e-o.

Selanjutnya adalah baris s, dan di sini mulai terdapat ketidakberaturan:


sa

shi

su

se

so

Bisa dilihat bahwa huruf baris s vokal i bukanlah “si” seperti yang diharapkan, namun “shi”. Suara “si” tidak ada di kata-kata bahasa Jepang asli. Untuk mengingat perkecualian ini, ingatlah bahwa di cerita Doraemon terdapat tokoh yang bernama “shizuka” dan bukan “sizuka”.

Baris selanjutnya yaitu baris t malah memiliki 2 perkecualian:


ta

chi

tsu

te

to

Baris t vokal i bukanlah “ti” namun “chi”. Begitu juga vokal “u” bukanlah “tu” tapi “tsu”. “ti” dan “tu” tidak ada di kata-kata bahasa Jepang asli. Ingatlah dengan tokoh “chibiusa” pada cerita Sailor Moon (bukan “tibiusa”) dan “tsubasa” pada cerita Kapten Tsubasa (bukan “tubasa”).

Baris n suaranya teratur:


na

ni

nu

ne

no

Namun berikutnya baris h memiliki perkecualian:


ha

hi

fu

he

ho

Bagi orang Jepang, gabungan h dengan u adalah “fu”, bukan “hu”. Makannya ada gunung yang bernama “fuji” bukannya “huji”.

Baris m juga teratur:


ma

mi

mu

me

mo

Berikutnya adalah baris y yang teratur namun hanya digabung dengan vokal a-u-o:


ya

yu

yo

Baris selanjutnya adalah baris r yang juga teratur:


ra

ri

ru

re

ro

Baris berikutnya yaitu baris w hanya memiliki vokal a dan o:


wa

wo

Vokal mati satu-satunya tidak digolongkan baris manapun:


n

Dengan begitu, urutan baris-barisnya adalah a-k-s-t-n-h-m-y-r-w. Mengetahui urutannya akan berguna untuk melakukan pencarian pada daftar yang diurutkan berdasarkan kana. Contohnya adalah pada daftar penyanyi lagu anime Wikipedia bahasa Jepang. Kalau kamu ingin menghafalnya agar ingat suara-suara yang ada di bahasa Jepang, ini nemoniknya:

Anak Kancil Sedang Tidur Nyenyak Habis Makan Yakiniku Rasa Wortel

Suara tak beraturan pada kana

Yang juga penting kamu hafalkan adalah suara-suara perkecualian yang ada di baris s (shi), t (chi, tsu), dan h (fu). Nemonik yang bisa kamu pakai adalah “tsubasa tanding di gunung fuji, disoraki shizuka dan chibiusa”. Kalau kamu tidak kenal tokoh-tokoh tersebut, kamu bisa buat nemonik lain sendiri.

Penutup

Setelah pembahasan panjang tersebut, sayangnya ilmu kita belum cukup untuk membahas perubahan hashi ke bashi! Mungkin di episode berikutnya.

Tapi, dengan ilmu yang baru kita pelajari, kita bisa bermain sedikit tebak-tebakan…

Pertama, ingat bahwa suara “si”, “ti”, “tu”, dan “hu” tidak ada di bahasa Jepang. Bagi orang Jepang, s yang digabung i ya bunyinya “shi” bukan “si”. Nah, karenanya, jika ada orang Jepang yang menulis romanisasi si, sebetulnya yang mereka maksud adalah kana し yang suaranya “shi”! Begitu juga untuk suara perkecualian lainnya.

Dengan mengingat poin tersebut, sekarang coba jawab pertanyaan berikut.

1) Ada orang Jepang yang mengupload gambar dengan nama berkas mitisige_L2.jpg. Sebetulnya, bagaimana cara membaca mitisige?

Jawaban: Cara membacanya adalah “michishige”. Ingat, di bahasa Jepang tidak ada suara “ti” sehingga yang dimaksud orang tersebut saat menulis ti adalah suara “chi” (ち). Begitu juga dengan si yang sebetulnya dibaca “shi” (し).

2) Orang yang sama mengupload berkas tuji_L8.jpg. Bagaimana sebetulnya cara membaca tuji?

Jawaban: Cara membacanya adalah “tsuji”. Di bahasa Jepang, gabungan t dan u menghasilkan つ yang bunyinya “tsu” bukan “tu”.

3) Terakhir, ada orang Jepang yang membuat halaman dengan nama hujimoto04.htm. Bagaimana cara membaca hujimoto yang benar?

Jawaban: Cara membacanya adalah “fujimoto”. Kalau orang Jepang menulis hu, yang mereka maksud adalah suara “fu” (ふ).

Pelajaran fonologi kita ini cukup berguna kan? Sampai jumpa di episode berikutnya!

Lampiran

Inilah daftar suara dasar kana yang disusun dalam tabel:

Vokal
a i u e o
Baris a
a

i

u

e

o
Baris k
ka

ki

ku

ke

ko
Baris s
sa

shi

su

se

so
Baris t
ta

chi

tsu

te

to
Baris n
na

ni

nu

ne

no
Baris h
ha

hi

fu

he

ho
Baris m
ma

mi

mu

me

mo
Baris y
ya

yu

yo
Baris r
ra

ri

ru

re

ro
Baris w
wa

wo

n
]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/06/27/tutorial-watarasebashi-10-pengelompokan-kana/feed/ 3
Tips dan trik menggunakan Input Method Editor (IME) bahasa Jepang di Windows XP – bagian 1 http://www.yumeko.web.id/2008/06/06/tips-dan-trik-menggunakan-input-method-editor-ime-bahasa-jepang-di-windows-xp-bagian-1/ http://www.yumeko.web.id/2008/06/06/tips-dan-trik-menggunakan-input-method-editor-ime-bahasa-jepang-di-windows-xp-bagian-1/#comments Fri, 06 Jun 2008 13:50:46 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=63 Menulis bahasa Jepang menggunakan Input Method Editor (IME) Windows XP

Pada artikel kemarin telah dibahas cara menginstall IME di Windows XP agar kamu bisa menulis huruf Jepang. Setelah mengetahui dasarnya, sekarang kita akan membahas kesalahan-kesalahan yang umum terjadi dan beberapa penggunaan lebih lanjutnya.

Artikel ini terutama ditujukan untuk mereka yang telah mengerti hiragana dan katakana, jadi kalau kamu sama sekali tidak mengerti apa yang dibicarakan, simpan saja dahulu untuk referensi di masa datang (karena kamu pasti membutuhkannya).

Menghindari kesalahan-kesalahan umum

Orang yang baru menggunakan IME, terutama orang yang juga baru belajar bahasa Jepang, akan sering melakukan beberapa kesalahan dasar pengetikan. Kesalahan-kesalahan tersebut berkaitan dengan partikel dan akan dibahas di sini. Kalau belum bisa membaca kanjinya, fokus saja pada hiragana yang sedang dibahas.

Pertama adalah mengenai partikel topik “wa”, misalnya pada kalimat “watashi wa takahashi to moushimasu” (nama saya Takahashi). Partikel tersebut memang bunyinya “wa”, namun dia ditulis dengan hiragana は (ha). Jadi saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “ha”.

Salah: 私わ高橋と申します
Benar: 私は高橋と申します

Kedua adalah partikel arah yang sering ditulis “e” menggunakan romaji, misalnya pada “yamaguchi e sayumi to iku” (pergi ke Yamaguchi bersama Sayumi). Partikel tersebut ditulis menggunakan hiragana へ (he). Saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “he”.

Salah: 山口えさゆみと行く
Benar: 山口へさゆみと行く

Ketiga adalah partikel objek langsung yang sering ditulis “o” menggunakan romaji, misalnya “purezento o risako ni ageru” (memberi hadiah ke Risako). Partikel tersebut sebetulnya menggunakan hiragana を (wo), jadi saat menggunakan IME jangan lupa untuk menulis “wo”.

Salah: プレゼントお梨沙子にあげる
Benar: プレゼントを梨沙子にあげる

n mati (ん)

Penulisan romaji seringkali menyebabkan ambigu pada huruf “n”. Sebagai contoh adalah “kinenbi”. Apakah maksudnya ki-nen-bi (hari perayaan) atau kin-en-bi (hari dilarang merokok)?

Pada kasus tersebut, IME akan menganggap kinenbi sebagai きねんび (ki-nen-bi). Untuk memaksa menulis “n” mati (ん) pada kasus-kasus ambigu tersebut, kita harus menulis n' atau nn. Jadi untuk menulis kin-en-bi (きんえんび), kita harus menulis kin'enbi atau kinnenbi.

Kita harus selalu hati-hati dengan masalah “n” tersebut. Sebagai contoh, misalnya kita ingin menulis hiragana dari nama seseorang yaitu “konno”. Kalau kita menuliskan persis konno, maka nn tersebut akan dianggap sebagai “n” mati dan hasilnya salah yaitu こんお (kon-o). Kita harus memasukkan kon'no atau konnno untuk mendapatkan tulisan yang benar yaitu こんの.

tsu kecil (っ)

“tsu” kecil digunakan untuk menggandakan konsonan misalnya pada なっち. Yang perlu diingat adalah IME Windows XP tidak akan menerima gaya penulisan “tch” misalnya “natchi”. Kita harus menulisnya sebagai “nacchi”.

Kana kecil lainnya

Beberapa kana selain “tsu” memiliki versi kecil seperti “yu” kecil (ゅ) dan “a” kecil (ぁ). Umumnya, mereka akan muncul sendiri saat kamu menuliskan romajinya. Sebagai contoh, kalau kamu menulis shashinshuu atau syashinsyuu maka otomatis akan muncul huruf-huruf kecilnya: しゃしんしゅう. Sebagai contoh lain, kalau kamu menulis fankurabu maka otomatis akan muncul “a” kecil: ファンクラブ

Tapi kalau kamu karena alasan yang aneh ingin menulis kana kecil pada kasus-kasus yang tidak wajar, misalnya ingin menulis “niinii” sebagai ニィニィ (katakana dengan dua buah “i” kecil), maka kamu bisa menulis “x” sebelum huruf yang ingin kamu kecilkan tersebut. Pada contoh tadi, caranya adalah dengan menulis nixinixi. Ingat, tidak semua kana memiliki versi kecil.

Tanda baca

Inilah beberapa tanda baca yang umum dan cara menulisnya menggunakan IME:

Simbol Cara menulis
Titik Jepang 。 . (titik)
Koma Jepang 、 , (koma)
Tanda “atau”/spasi katakana ・ / (garis miring kanan)
Tanda kutip 「」 [ dan ] (kurung kotak)
Tanda baca panjang katakana ー - (minus)
Tanda pembatas/tanda baca panjang ~ ~ (tilda)

Kebanyakan tanda baca lainnya, jika ditulis dalam mode edit IME, akan memberikan versi lebar gandanya. Sebagai contoh, menulis tanda seru (!) pada IME akan menghasilkan !, yaitu tanda seru versi lebar ganda. Guna karakter-karakter versi lebar ganda adalah agar terlihat seragam jika ditulis berdampingan dengan kanji. Karakter lebar ganda sering juga disebut karakter lebar penuh (full width), dan karakter-karakter normal sering disebut karakter lebar setengah (half width).

Karakter-karakter rahasia

Kalau kita menuliskan kata-kata tertentu, IME memberikan pilihan untuk mengubahnya menjadi karakter khusus. Inilah daftar beberapa masukan rahasia tersebut dan karakter yang akan dihasilkan:

  • dakuten: Tanda “tenten” ゛. Coba juga “handakuten”.
  • kakko: Berbagai tanda kurung misalnya 〔〕, 《》, dan 【】. “kakko” artinya tanda kurung.
  • onpu: ♪. “onpu” artinya not.
  • ecchi: Berbagai versi huruf “h”. Orang Jepang memang mengucapkan “h” sebagai “ecchi”. Memangnya kamu berharap apa?

Jangan lupa menekan tombol konversi Space sampai mendapatkan karakter rahasia tersebut. Silahkan bermain-main dengan berbagai kata-kata dalam bahasa Jepang, mungkin saja kamu akan mendapat suatu karakter rahasia.

Penutup

Ini baru bagian 1 dari tips dan trik. Masih ada catatan penggunaan tambahan yang akan ditulis di lain artikel. Yang pasti, kemahiran menggunakan IME sangat vital bagi penulisan bahasa Jepang, sama seperti kemahiran menekan tombol-tombol keyboard saat menulis huruf latin.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/06/06/tips-dan-trik-menggunakan-input-method-editor-ime-bahasa-jepang-di-windows-xp-bagian-1/feed/ 5