Yumeko » on’yomi http://www.yumeko.web.id Belajar budaya dan bahasa Jepang bersama Tue, 16 Mar 2010 08:00:12 +0000 http://wordpress.org/?v=2.9.2 en hourly 1 Kanjiku #6 – orang (人) dan berdiri (立) http://www.yumeko.web.id/2009/02/13/kanjiku-6-orang-%e4%ba%ba-dan-berdiri-%e7%ab%8b/ http://www.yumeko.web.id/2009/02/13/kanjiku-6-orang-%e4%ba%ba-dan-berdiri-%e7%ab%8b/#comments Fri, 13 Feb 2009 13:38:44 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=271 Kali ini kita akan mempelajari lagi dua kanji dasar yang diajarkan di kelas 1 SD. Sebagai bonus, kita juga akan mempelajari dua jenis bacaan untuk kanji 人.

Orang: 人 (hito)

Kanji pertama yang akan kita pelajari adalah hito yang berarti “orang”. Cara mengingat kata tersebut cukuplah mudah: ingat saja bahwa Kaisar Hirohito yang kalian kenal di pelajaran sejarah Perang Dunia II adalah orang, bukan dewa. Sekedar catatan, menarik untuk diketahui bahwa dulu orang Jepang percaya kalau kaisar-kaisar Jepang keturunan dewi Amaterasu.

Kanjinya sendiri hanya terdiri dari dua guratan yaitu 人. Bentuknya dengan sederhana mengingatkan kita pada orang yang meregangkan kedua kakinya:

Ilustrasi kanji hito (人, orang)

Ingatlah dengan baik urutan menggambarnya, yaitu guratan sebelah kiri terlebih dahulu:

Urutan guratan/penulisan kanji 人 (hito, orang)
Sumber: Wikimedia Commons Stroke Order Project

Urutan tersebut sangat penting nantinya untuk membedakannya dengan kanji 入 (masuk) yang bentuknya sangat mirip.

Berdiri: 立 (tatsu)

Kanji berikutnya yang akan kita pelajari adalah tatsu yang artinya berdiri. Ingat saja seorang diktator baik yang menghukum pejabat yang menerima suap dengan cara menyuruhnya berdiri.

Untuk mengingat bentuk kanjinya yaitu 立, bayangkan gelas dengan tutupnya yang berdiri di suatu permukaan:

Ilustrasi kanji tatsu (立, tatsu)

Inilah urutan menulisnya

Urutan guratan/penulisan kanji 立 (tatsu, berdiri)
Sumber: Wikimedia Commons Stroke Order Project

Penggunaan

Inilah contoh-contoh kalimat yang menggunakan 人:

私とあの人は同じ大学を志望していました [1]
watashi to ano hito wa onaji daigaku o shibou shite imashita
Saya dan orang itu waktu itu ingin masuk universitas yang sama

私 (watashi): saya
あの (ano): itu
同じ (onaji): sama
大学 (daigaku): universitas
志望 (shibou): keinginan, harapan
する (suru): melakukan

人を愛することは、簡単ではないんですね [2]
hito o ai suru koto wa, kantan de wa nai n desu ne
Mencintai orang lain itu tidak mudah ya?

愛 (ai): cinta
する (suru): melakukan
こと (koto): hal
簡単 (kantan): mudah, sederhana

Perhatikan bahwa 人 sering bermaksud “orang lain”.

hito adalah kata asli Jepang yang artinya orang. Namun kanji 人 memiliki bacaan lain yang berasal dari cara membaca Chinanya atau on’yomi (bacaan on). Salah satu bacaan on 人 yang akan kita pelajari di sini adalah jin. Ini digunakan di akhir nama negara untuk berarti “orang dari negara …”. Contohnya, 日本人 (nihon-jin) berarti “orang Jepang” dan インドネシア人 (indoneshia-jin) berarti “orang Indonesia”. Inilah contoh kalimatnya:

年配のアメリカ人と出会ったとき、私が日本人だと言った途端に「第2次世界大戦ではたいへんすまないことをした」と何度も謝られた [3]
nenpai no amerika-jin to deatta toki, watashi ga nihon-jin da to itta totan ni “dai-ni-ji sekai taisen de wa taihen sumanai koto o shita” to nandomo ayamarareta
Waktu saya bertemu dengan seorang Amerika yang sudah tua, begitu saya mengatakan bahwa saya orang Jepang, dia berkali-kali meminta maaf, “Kami telah melakukan hal yang benar-benar tidak bisa dimaafkan waktu Perang Dunia II.”

年配 (nenpai): orang tua
アメリカ (amerika): Amerika
出会う (deau): bertemu
とき (toki): waktu
私 (watashi): saya
日本 (nihon): Jepang
言う (iu): mengatakan
途端 (totan): begitu … langsung …
第…次 (dai…ji): yang ke …
世界 (sekai): dunia
大戦 (taisen): perang besar
たいへん (taihen): sangat, parah, gawat
すまない (sumanai): melakukan hal yang tak bisa dimaafkan
こと (koto): hal
する (suru): melakukan
何度も (nandomo): berkali-kali
謝る (ayamaru): meminta maaf

Tentu saja kita ingin contoh kalimat yang sedikit lebih menarik dari わたしはインドネシア人です :) . Toh fokus kita di bagian ini adalah melihat bagaimana kanjinya digunakan di kalimat dunia nyata (yang ternyata bisa rumit!). Perhatikan bahwa bentuk sopan dari sumanai di contoh kalimat tersebut adalah sumimasen.

tatsu sendiri ditulis menggunakan okurigana: 立つ. Inilah contoh kalimatnya:

森田先生に叱られて立たせられた [4]
morita-sensei ni shikararete tataserareta
Saya dimarahi dan dibuat (dihukum) berdiri oleh Pak guru Morita

先生 (sensei): guru
叱る (shikaru): memarahi

Di contoh tersebut 立つ berada dalam konjugasi yang cukup rumit yang artinya “dibuat berdiri”.

僧院の前で多数の僧侶が立っているのを見た [5]
souin no mae de tasuu no souryo ga tatte iru no o mita
Saya melihat banyak biksu sedang berdiri di depan biara

僧院 (souin): biara
前 (mae): depan
多数 (tasuu): banyak
僧侶 (souryo): biksu
見る (miru): melihat

Sampai jumpa lagi di artikel kanjiku berikutnya!

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/02/13/kanjiku-6-orang-%e4%ba%ba-dan-berdiri-%e7%ab%8b/feed/ 12
Tutorial Watarasebashi #06 – Bacaan kun dan on untuk kanji http://www.yumeko.web.id/2008/06/20/tutorial-watarasebashi-06-bacaan-kun-dan-on-untuk-kanji/ http://www.yumeko.web.id/2008/06/20/tutorial-watarasebashi-06-bacaan-kun-dan-on-untuk-kanji/#comments Fri, 20 Jun 2008 12:52:50 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=101
Bacaan kun dan on pada lirik lagu Watarasebashi
Bacaan kun dan on pada lirik lagu Watarasebashi (klik untuk memperbesar)

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Di episode sebelumnya, kita telah melihat bahwa satu kanji bisa memiliki lebih dari satu arti, dan karenanya lebih dari satu cara membaca. Contohnya, 空 bisa dibaca “sora” yang artinya “langit” dan bisa juga “kara” yang artinya “kosong”. Namun banyak juga kanji yang artinya hanya satu, tapi cara membacanya lebih dari satu! Kok bisa?

Bacaan kun dan on

Bahasa Jepang pada awalnya tidak punya sistem menulis, dan kanji sendiri datangnya dari China. Ini alasan utama kenapa satu kanji bisa punya banyak bacaan bahkan untuk arti yang sama.

Sebagai contoh, kita akan melihat kanji 山 (gunung) yang ada di lagu Watarasebashi. Orang Jepang dari dulu sudah mengenal konsep “gunung” sehingga punya kata untuk hal tersebut yaitu “yama”. Nah, saat mereka mengenal aksara kanjinya dari China, maka kanji tersebut diberi bacaan sesuai kata Jepangnya. Dengan kata lain, 山 diberi bacaan “yama”. Ini disebut bacaan kun atau bacaan Jepangnya. Pada contoh 空 (langit/kosong) sebelumnya, “sora” dan “kara” sama-sama merupakan bacaan kun.

Tapi karena kanji berasal dari China, maka pasti orang China juga sudah punya cara membacanya sendiri! Dari situlah kenapa suatu kanji bisa punya banyak bacaan. Sebagai contoh, untuk kanji gunung 山 tadi bacaan dari Chinanya adalah “san”. Ini disebut bacaan on.

Untuk kasus 山 tadi, jika berdiri sendiri maka dia dibaca “yama”. Bacaan “san” dipakai pada kata-kata tertentu misalnya 富士山 (Gunung Fuji) yang dibaca “fuji-san”. Dalam keduanya, mereka sama-sama berarti “gunung” tapi dibaca berbeda.

(Mungkin kamu pernah mendengar bahwa nama lain Gunung Fuji adalah “Fujiyama”. Itu adalah cara membaca yang salah dari 富士山. Orang Jepang sendiri tidak pernah membacanya sebagai “Fuji-yama”, selalu “Fuji-san”. Entah siapa yang menyebarkan cara membaca salah tersebut.)

Kalau ingin analogi kasarnya di bahasa Indonesia, huruf “e” juga memiliki dua cara membaca! “e” pada “enak” dibaca beda dengan “e” pada “enam”. Kanji juga seperti itu, di kata-kata tertentu yang dipakai adalah bacaan kun-nya, dan di kata-kata lain yang dipakai adalah bacaan on-nya.

Ada nemonik gampang untuk mengingat istilah kun dan on tersebut: Kuntilanak adalah hantu dalam negeri (Indonesia), dan karenanya bacaan kun adalah bacaan yang asalnya dari dalam negeri (Jepang). Di lain pihak, onta adalah binatang luar negeri (bagi Indonesia), dan karenanya bacaan on adalah bacaan yang berasal dari luar (dalam hal ini China). kun -> dalam negeri -> Jepang; on -> luar negeri -> China.

Penutup

Pada gambar di awal tulisan ini, bacaan kun yang muncul ditandai kuning dan bacaan on yang muncul ditandai biru muda. Itulah dua jenis bacaan kanji yang utama, namun saat kamu belajar kanji jangan kaget kalau nanti menemui beberapa jenis bacaan perkecualian. Contohnya adalah bacaan khusus yang hanya muncul pada nama.

Di episode berikutnya, kita akan mengakhiri tinjauan kanji kita dengan membicarakan okurigana. Sampai jumpa!

Lampiran: daftar kata

Kata-kata yang tadi muncul sebagai contoh didaftar di sini.

空 (sora): langit
空 (kara): kosong
山 (yama): gunung
富士山 (fujisan): Gunung Fuji

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/06/20/tutorial-watarasebashi-06-bacaan-kun-dan-on-untuk-kanji/feed/ 14