Yumeko » partikel http://www.yumeko.web.id Belajar budaya dan bahasa Jepang bersama Tue, 16 Mar 2010 08:00:12 +0000 http://wordpress.org/?v=2.9.2 en hourly 1 Cara yang tepat memodifikasi nomina http://www.yumeko.web.id/2009/05/30/cara-yang-tepat-memodifikasi-nomina/ http://www.yumeko.web.id/2009/05/30/cara-yang-tepat-memodifikasi-nomina/#comments Sat, 30 May 2009 13:04:40 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=338 Nomina, atau kata benda, akan cepat membuat bosan kalau terus berdiri sendiri. Sebut saja hana (bunga) misalnya. Mendengar kata tersebut, berikutnya tentu muncul berbagai pertanyaan di benak kita. Seperti apa bunganya? Apakah dia besar? Warnanya apa? Sedang apa?

Dengan memodifikasi nomina tersebut, benda yang dimaksud jadi memuat lebih banyak informasi. Dengan kata lain, lebih berwarna. Coba saja baca dan banyangkan “bunga kecil”, “bunga besar”, “bunga merah”. Sangat berguna kan?

Nah, kita bisa memodifikasi nomina dengan berbagai jenis kata: nomina lain, adjektiva (kata sifat), dan verba (kata kerja). Secara umum, ada dua cara untuk menempelkan informasi tambahan ke nominanya: langsung atau dibantu partikel. Jadi mari kita lihat kedua cara tersebut agar tidak tertukar-tukar.

Adjektiva-i dan verba

Pertama-tama, ingat bahwa adjektiva dibagi menjadi adjektiva-i dan adjektiva-na. Secara umum, adjektiva-i diakhiri dengan hiragana i (い) (perkecualiannya, kirei (indah, bersih) dan kirai (benci) bukan adjektiva-i). Silahkan baca artikel ini untuk mengulasnya.

Adjektiva-i dan verba sangatlah mirip dalam kelakuannya memodifikasi nomina. Anggap mereka seperti stiker, jadi bisa langsung ditempelkan ke nominanya tanpa perlu bantuan partikel apapun. Sebagai contoh, jika kita ingin menempelkan adjektiva-i chiisai (kecil) ke hana, maka tinggal tempelkan saja:

小さい花
chiisai hana
bunga yang kecil

Seperti sudah dijelaskan, adjektiva-i sudah dari sananya “lengket” seperti stiker sehingga bisa langsung ditempelkan. Yang perlu diperhatikan hanyalah bahwa urutannya terbalik dengan bahasa Indonesianya: nomina yang dijelaskan muncul terakhir.

Verba juga cara kerjanya sama. Perhatikan contoh berikut:

揺れる花
yureru hana
bunga yang berayun-ayun

Nomina dan adjektiva-na

Di lain pihak, nomina dan adjektiva-na cara kerjanya berbeda dengan yang sebelumnya dijelaskan. Nomina dan adjektiva-na tidaklah lengket, jadi kalau ingin ditempelkan ke nomina kita harus menggunakan perekat yang berupa partikel.

Untuk adjektiva-na, partikelnya adalah… na (ya, sesuai namanya).

素敵な花
suteki na hana
bunga yang indah

Untuk nomina, partikelnya adalah no.

私の花
watashi no hana
bunga milikku

Partikel no selain menyatakan kepemilikan (seperti di atas) juga bisa menyatakan sifat umum bendanya, seperti contoh-contoh berikut:

桜の花
sakura no hana
bunga sakura (bunga yang “bersifat” sakura)

(tentunya contoh di atas juga bisa berarti “bunga milik seseorang bernama Sakura”)

娘の名雪と母の秋子
musume no nayuki to haha no akiko
Nayuki yang merupakan sang anak dan Akiko ibunya (Nayuki yang “bersifat” anak perempuan dan Akiko yang “bersifat” ibu)

埼玉県のひとみさん
saitama-ken no hitomi-san
Hitomi-san dari Prefektur Saitama (Hitomi-san yang “bersifat” Prefektur Saitama)

Infleksi

Infleksi negatif seperti janai dan tabenai, maupun lampau seperti shita, nakatta, dan datta juga sudah bersifat lengket. Mereka bisa dianggap seperti adjektiva-i maupun verba. Jadi tinggal langsung ditempelkan:

綺麗だった川
kirei datta kawa
sungai yang dulu bersih
大学生じゃない人
daigakusei janai hito
orang yang bukan anak kuliahan

Ingat bahwa bentuk sopan (desu, -masu, -masen, dll) hanya digunakan untuk mengakhiri kalimat. Jadi tidak bisa untuk memodifikasi nomina. Sebagai contoh, nomimasen kata (orang yang tidak minum) salah! Yang benar adalah menggunakan bentuk biasanya, nomanai kata.

Nomina gramatikal

Beberapa konstruksi tata bahasa penting di bahasa Jepang menggunakan nomina. Contohnya, koto, you, dan hou semuanya merupakan nomina. Jadi semua aturan di atas berlaku.

食べた方がいい
tabeta hou ga ii
Sebaiknya makan

稲妻のように速い
inazuma no you ni hayai
secepat kilat (cepat bagai kilat)

馬鹿なこと言うな!
baka na koto iu na!
Jangan ngomong hal-hal bodoh!

行くことになりました
iku koto ni narimashita
telah diputuskan bahwa saya akan pergi

Penutup

Seperti yang sudah dijelaskan, jangan sampai menggunakan partikel no atau na untuk menghubungkan adjektiva-i dan verba ke nomina. Sebagai contoh, kawaii no neko (kucing imut) salah! Yang betul adalah kawaii neko. benkyou shita no hou ga yokatta (harusnya waktu itu belajar) juga salah. Yang benar adalah benkyou shita hou ga yokatta.

Di atas diberi analogi bahwa partikel na atau no bertindak sebagai lem. Lem untuk menghubungkan nomina ke nomina lain misalnya. Nah, karena adjektiva-i dan verba sudah seperti stiker (otomatis bisa menempel), kita tidak perlu partikel apapun. Menggunakan partikel malah seperti menggunakan lem pada stiker untuk menempelkannya: bukan ide bagus, dan salah!

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/05/30/cara-yang-tepat-memodifikasi-nomina/feed/ 8
Tutorial Watarasebashi #18 – Partikel objek langsung o (を) http://www.yumeko.web.id/2008/08/09/tutorial-watarasebashi-18-partikel-objek-langsung-o-%e3%82%92/ http://www.yumeko.web.id/2008/08/09/tutorial-watarasebashi-18-partikel-objek-langsung-o-%e3%82%92/#comments Sat, 09 Aug 2008 14:55:37 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=169 [Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Sekarang kita akan belajar partikel o yang menandakan objek langsung. Objek langsung adalah benda yang dikenai aksi suatu verba, misalnya “ikan” pada “saya makan ikan” dan “tembok” pada “dia memukul tembok”.

Penulisan dan cara baca

Partikel o ini di bahasa Jepang ditulis dengan hiragana を (wo). Namun pada prakteknya di percakapan dia umumnya diucapkan “o”, dan karenanya kita akan menggunakan romanisasi o. Tapi ingat, pengucapan “wo” juga akan kamu temui dan sepertinya pada lagu-lagu partikel ini malah lebih sering diucapkan sebagai “wo”. Pada baris pertama lagu Watarasebasi misalnya, partikel ini diucapkan sebagai “wo”.

Penggunaan

Sama seperti partikel de, partikel ini juga ditempelkan di belakang nomina yang ingin ditandai. Inilah contohnya.

魚を手で食べる
sakana o te de taberu
makan ikan dengan tangan

魚 (sakana): ikan
手 (te): tangan
食べる (taberu): makan

Ingat, karena peran katanya ditunjukkan dengan partikel, kita bisa dengan bebas menukar lokasinya. Yang penting verbanya ada di akhir.

手で魚を食べる
te de sakana o taberu
makan ikan dengan tangan

Pada semua contoh di atas, kita tahu bahwa ikan adalah objek langsungnya karena dia ditempeli o. Walaupun letaknya pada kalimat berubah, tidak akan ada kesalahpahaman atau perubahan arti.

Inilah beberapa contoh lain penggunaan partikel o.

壁を打つ
kabe o utsu
memukul tembol

壁 (kabe): tembok
打つ (utsu): memukul

動物を愛する人々
doubutsu o ai suru hitobito
orang-orang yang mencintai hewan

動物 (doubutsu): hewan
愛 (ai): cinta
する (suru): melakukan
人々 (hitobito): orang-orang

Perhatikan bahwa ai adalah nomina. Dengan diberi suru dia menjadi verba. Jadi arti literal ai suru adalah “melakukan cinta”. Namun dengan konstruksi seperti ini akan lebih mudah kalau kamu menganggap seluruh kombinasi nomina+suru sebagai suatu verba. Pada contoh di atas, anggap ai suru sebagai suatu verba yang artinya “mencintai”. Tentu saja, bentuk lengkap “melakukan cinta” adalah ai o suru dan kamu juga akan menjumpai bentuk yang menggunakan o tersebut.

有名な小説を読む
yuumei na shousetsu o yomu
membaca novel terkenal

有名 (yuumei): terkenal
小説 (shousetu): novel
読む (yomu): membaca

Perlu diketahui bahwa apa yang merupakan objek langsung di bahasa Indonesia belum tentu diekspresikan dengan sama di bahasa Jepang. Sebagai contoh, pada frasa bahasa Indonesia “menjadi dokter”, verba “menjadi” didampingi objek langsung “dokter”. Tapi di bahasa Jepang, verba naru (menjadi) tidak menggunakan objek langsung. Dengan kata lain, untuk menandai isha (dokter) pada frasa “menjadi dokter” tidak digunakan partikel o namun partikel lain (akan dipelajari belakangan). Kalau ragu, saran saya adalah melihat contoh-contoh kalimat agar mengetahui partikel yang benar untuk suatu verba. Kamus yang memiliki contoh kalimat misalnya Yahoo! Jisho, WWWJDIC (cari katanya lalu klik pranala [Ex]), dan ALC. Jangan kaget kalau partikelnya tidak sesuai dengan yang kamu harapkan karena cara berpikir di bahasa Jepang memang berbeda dengan cara berpikir di bahasa Indonesia.

Partikel o dengan verba gerakan

Tidak seperti konsep objek langsung di bahasa Indonesia, tempat juga bisa menjadi objek langsung verba gerakan seperti aruku (berjalan) dan hashiru (berlari). Ini artinya kita bergerak melalui atau melintasi tempat tersebut. Bayangkan saja o menandakan objek injak-injakan kaki kita saat bergerak.

街をぶらぶら歩く
machi o burabura aruku
berjalan sepanjang kota tanpa tujuan. (lit: berjalan kota tanpa tujuan)

街 (machi): kota
ぶらぶら (burabura): tanpa tujuan
歩く (aruku): berjalan

高速道路を走る
kousoku douro o hashiru
berlari melintasi jalan raya. (lit: Berlari jalan raya)

高速 (kousoku): kecepatan tinggi
道路 (douro): jalan
走る (hashiru): berlari

o pada lirik Watarasebashi

Baris pertama lirik Watarasebashi adalah sebagai berikut:

渡良瀬橋で見る夕日を
watarasebashi de miru yuuhi o
(o dibaca “wo” pada potongan lirik ini)

Bisa dilihat bahwa o menempel pada yuuhi (matahari terbenam). Ini artinya “matahari terbenam (yang dilihat dari jembatan Watarase)” menjadi objek langsung dari suatu aksi. Apakah aksinya itu?

Kalimat pertama pada lagu Watarasebashi terdiri dari baris pertama dan kedua. Namun kalau kamu menyelidiki kata-kata yang ada di baris kedua, sebetulnya tidak ada verba di situ. Loh, kok bisa? Kalau tidak ada verba, lalu untuk apa partikel o-nya? Iya, ini memang bisa terjadi karena kalimat pertama di lirik Watarasebashi ternyata menggunakan tata bahasa yang cukup unik. Nanti misteri ini akan kita buka pelan-pelan.

Penutup

Partikel o menandai bahwa suatu kata adalah objek langsung. Bagi verba gerakan seperti aruku (berjalan), objek langsung maksudnya adalah tempat yang dilalui atau dilintasi. Terakhir, kita harus hati-hati karena verba-verba tertentu yang di bahasa Indonesia menggunakan objek langsung seperti “menjadi” ternyata tidak menggunakan partikel o di bahasa Jepang.

Lampiran: daftar kata

Kata-kata yang tadi muncul sebagai contoh didaftar di sini.

魚 (sakana): ikan
手 (te): tangan
食べる (taberu): makan
壁 (kabe): tembok
打つ (utsu): memukul
動物 (doubutsu): hewan
愛 (ai): cinta
する (suru): melakukan
人々 (hitobito): orang-orang
有名 (yuumei): terkenal
小説 (shousetu): novel
読む (yomu): membaca
医者 (isha): dokter
なる (naru): menjadi
街 (machi): kota
ぶらぶら (burabura): tanpa tujuan
歩く (aruku): berjalan
高速 (kousoku): kecepatan tinggi
道路 (douro): jalan
走る (hashiru): berlari

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/08/09/tutorial-watarasebashi-18-partikel-objek-langsung-o-%e3%82%92/feed/ 0
Tutorial bahasa Jepang Tae Kim: Partikel と、や、とか、の http://www.yumeko.web.id/2008/08/05/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-partikel-%e3%81%a8%e3%80%81%e3%82%84%e3%80%81%e3%81%a8%e3%81%8b%e3%80%81%e3%81%ae/ http://www.yumeko.web.id/2008/08/05/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-partikel-%e3%81%a8%e3%80%81%e3%82%84%e3%80%81%e3%81%a8%e3%81%8b%e3%80%81%e3%81%ae/#comments Tue, 05 Aug 2008 03:05:08 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=160 Bab mengenai partikel yang berkaitan dengan nomina pada Tutorial Bahasa Jepang Tae Kim telah diterjemahkan. Pembahasan terutama difokuskan pada partikel の yang memungkinkan kita menggunakan nomina untuk memodifikasi nomina lain dan juga memberi nada penjelasan jika diletakkan di akhir kalimat. Silahkan dibaca.

Yang akan diterjemahkan berikutnya adalah bab tentang adverbia dan gobi, yaitu bab terakhir pada “tata bahasa dasar”! Setelahnya lagi kita akan masuk “tata bahasa penting” dan akhirnya akan menemui bentuk sopan です dan ます :) .

Bagi yang belum tahu: Apa itu Tutorial Tae Kim?

Tutorial Tae Kim adalah tutorial bahasa Jepang yang berusaha menerangkan dengan cara yang masuk akal, mengajak kamu berpikir tentang bahasa Jepang sebagaimana orang Jepang memahaminya. Di antara berbagai buku tentang bahasa Jepang yang pernah saya baca, inilah pegangan yang menurut saya terbaik dan paling mudah dimengerti (oleh karenanya saya menerjemahkannya).

Untuk menikmatinya, kamu sebelumnya harus bisa membaca hiragana dan katakana. Namun jangan khawatir, kalau saat ini kamu belum ada waktu untuk mempelajari kedua jenis huruf tersebut, artikel-artikel pada Yumeko akan seringkali mengambil materi dari tutorial Tae Kim dan disajikan dengan disertai romaji.

Nanti kalau bab yang diterjemahkan sudah cukup banyak, saya akan menyediakan versi zip-nya agar kamu bisa mudah berbagi materi belajar bahasa Jepang tersebut ke teman-teman.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/08/05/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-partikel-%e3%81%a8%e3%80%81%e3%82%84%e3%80%81%e3%81%a8%e3%81%8b%e3%80%81%e3%81%ae/feed/ 0
Tutorial Watarasebashi #13 – Latihan partikel konteks de (で) http://www.yumeko.web.id/2008/07/18/tutorial-watarasebashi-13-latihan-partikel-konteks-de-%e3%81%a7/ http://www.yumeko.web.id/2008/07/18/tutorial-watarasebashi-13-latihan-partikel-konteks-de-%e3%81%a7/#comments Fri, 18 Jul 2008 03:06:47 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=142 [Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Kita telah mempelajari fungsi partikel de, yaitu memberikan konteks untuk verba. Konteks tersebut bisa berupa alat atau cara (dengan, menggunakan) maupun konteks tempat (di).

Sekarang waktunya untuk sedikit latihan. Yang perlu kamu lakukan sangat mudah yaitu menulis terjemahan bahasa Indonesianya. Soal-soal berikut berdasarkan lagu (dengan modifikasi seperlunya), dan kamu bisa mengklik ♪ untuk mendengar lagunya dan 詞 untuk melihat liriknya. Gunakan lampiran di akhir artikel ini untuk mencari tahu arti kata-kata yang tidak kamu ketahui.

1) 電話で話す[Koe: | ]
denwa de hanasu
Jawaban: berbicara dengan telepon

2) 東京で暮らす[Furusato: | ]
toukyou de kurasu
Jawaban: tinggal di Tokyo

3) たこ焼き屋さんで読む[Sabori: | ]
takoyaki-ya-san de yomu
Jawaban: membaca di warung takoyaki

4) 自転車で帰る[Suppin to Namida: | ]
jitensha de kaeru
Jawaban: pulang dengan sepeda

Dua soal terakhir di bawah diambil dari novel amatir Atarimae no Nichijou:

5) 階段で転ぶ
kaidan de korobu
Jawaban: jatuh di tangga

6) 小声で話す
kogoe de hanasu
Jawaban: berbicara dengan suara pelan (berbisik). Perhatikan bahwa di sini konteks yang diberikan bukanlah alat fisik, tapi lebih ke arah cara melakukan sesuatu.

Lampiran: daftar kata

東京 (toukyou): Tokyo
暮らす (kurasu): tinggal
電話 (denwa): telepon
話す (hanasu): berbicara
たこ焼き屋さん (takoyaki-ya-san): warung Takoyaki
読む (yomu): membaca
自転車 (jitensha): sepeda
帰る (kaeru): pulang
階段 (kaidan): tangga
転ぶ (korobu): jatuh (terpeleset, tersandung, dsb)
小声 (kogoe): suara pelan

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/07/18/tutorial-watarasebashi-13-latihan-partikel-konteks-de-%e3%81%a7/feed/ 0
Tutorial Watarasebashi #12 – Partikel konteks de (で) http://www.yumeko.web.id/2008/07/16/tutorial-watarasebashi-12-partikel-konteks-de-%e3%81%a7/ http://www.yumeko.web.id/2008/07/16/tutorial-watarasebashi-12-partikel-konteks-de-%e3%81%a7/#comments Wed, 16 Jul 2008 04:39:09 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=138
Matahari terbenam dilihat dari Jembatan Watarase
Matahari terbenam dilihat dari Jembatan Watarase

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Akhirnya kita sampai pada pembahasan liriknya! Pertama-tama, perlu diketahui bahwa dalam lagu seringkali satu kalimat dipecah menjadi beberapa baris. Nah, kalimat pertama yang akan kita pelajari terdiri dari baris pertama dan kedua pada lagu tersebut:

渡良瀬橋で見る夕日をあなたはとても好きだったわ
watarasebashi de miru yuuhi o anata wa totemo suki datta wa
Kamu dulu sangat senang dengan matahari terbenam di Jembatan Watarase

[Download potongan lagunya: watarasebashi-001.mp3 (226 KB)]

Terjemahan yang diberikan di atas sebetulnya bukan terjemahan literalnya, tapi terjemahan yang terdengar enak dan alami di bahasa Indonesia. Ini adalah aturan emas penerjemahan: hasil terjemahanmu harus terdengar alami. Hal tersebut terutama penting dengan bahasa Jepang, karena banyak ide-ide dasar yang diekspresikan dengan cara yang jauh berbeda dibandingkan bahasa Indonesia. Untuk mengatakan “harus makan”, misalnya, orang Jepang sebetulnya mengatakan “jika tidak makan, tidak baik”. Kalau terjemahan mentahnya digunakan, tentu terdengar ganjil.

Kita akan menggunakan konvensi tersebut di tutorial ini. Saat membahas kalimat baru dari lagunya, yang pertama kali akan diberikan adalah terjemahan bagusnya agar kamu punya gambaran jelas mengenai kalimatnya. Baru setelahnya kita akan mempelajarinya dari kacamata pelajar bahasa dan menyelidiki arti mentah yang sebetulnya dikandung kalimat tersebut.

Urutan dalam kalimat

Di bahasa Indonesia, kalimatnya menggunakan struktur SUBJEK VERBA OBJEK. Contohnya adalah “saya makan ikan”. Posisi subjek dan objeknya sangat penting, sebab mengubah urutannya bisa menghasilkan kalimat yang artinya lain seperti “ikan makan saya”.

Namun di bahasa Jepang, aturan utama dalam susunan kalimat hanya satu: verba (kata kerja) harus diletakkan di belakang. Sudah, itu saja! Mengenai subjek, objek, dan lainnya, semuanya muncul sebelum verba dan bisa dalam urutan apapun. Jadi bisa saja strukturnya SUBJEK OBJEK VERBA atau bahkan OBJEK SUBJEK VERBA tanpa ada perubahan arti. Kita akan melihat nanti bahwa ini bisa dilakukan karena peran tiap kata ditandai dengan partikel (dan kita akan mempelajari salah satunya di sini).

Jadi buang segala asumsi atau ajaran bahwa urutan kalimat di bahasa Jepang harus begini atau begitu. Yang penting hanya satu yaitu verba harus di akhir. Itu akan menyelamatkanmu dari banyak masalah saat berusaha memahami bahasa Jepang.

Partikel de (で) untuk menyatakan alat dan lokasi

Partikel de (で) pada dasarnya menyatakan konteks suatu aksi. Kalau seseorang makan, dengan alat apa dia makan? Kalau seseorang pergi, dengan kendaraan apa? Alat yang digunakan ditandai de seperti pada contoh berikut:

1) 箸で食べる。
hashi de taberu
Makan dengan sumpit.

箸 (hashi): sumpit
食べる (taberu): makan

Partikel ditempel di belakang kata yang ingin ditandai. Dalam hal ini de menempel di belakang hashi (sumpit). Saat kata diberi partikel, bayangkan bahwa mereka kini menjadi satu kesatuan dengan partikelnya seperti ilustrasi berikut:

Ilustrasi kesatuan partikel

Kalau bisa tergambar semacam ikatan seperti pada diagram-diagram kimia (H-O-H), maka penulisannya adalah hashi-de taberu dan bukan hashi de-taberu. Terakhir, perhatikan bahwa verbanya yaitu taberu (makan) diletakkan di akhir seperti yang sudah kita bahas.

(Kalau kamu masih ingat, hashi juga berarti jembatan. Tapi penulisan kanjinya beda, 橋 untuk jembatan dan 箸 untuk sumpit. Ini bukan hal yang langka di bahasa Jepang: banyak sekali kata-kata yang bunyinya sama namun artinya berbeda.)

Ini contoh lain:

2) バスで行く。
basu de iku
Pergi dengan bis.

バス (basu): bis
行く (iku): pergi

Pada kedua contoh di atas, konteksnya adalah alat. Namun, konteks juga bisa menunjukkan lokasi. Kalau seseorang bermain, di mana dia bermain? Partikel de memberikan informasi tersebut, seperti pada contoh-contoh berikut:

3) レストランで飲む。
resutoran de nomu
Minum di restoran.

レストラン (resutoran): restoran
飲む (nomu): minum

4) 帰り道で会う。
kaerimichi de au
Bertemu di jalan pulang.

帰り道 (kaerimichi): jalan pulang
会う (au): bertemu

Dengan pengetahuan ini, kita sudah bisa memahami sepotong dari lagu Watarasebashi:

渡良瀬橋で見る
watarasebashi de miru
melihat di Jembatan Watarase

渡良瀬橋 (watarasebashi): Jembatan Watarase
見る (miru): melihat

Mudah bukan?

Ada satu perkecualian yang perlu diketahui. Untuk menyatakan keberadaan (“ada”), misalnya “ada di rumah”, tidak digunakan partikel de untuk menandai lokasinya. Kasus penting ini akan dibahas di artikel lain.

Penutup

Partikel menunjukkan peran kata dalam kalimat dan digunakan secara ekstensif di bahasa Jepang. Menguasai berbagai jenis partikel yang ada akan menjadi salah satu tema utama dalam menguasai bahasa Jepang. Di sini kita telah belajar partikel konteks de yang menandai bahwa suatu kata berfungsi sebagai alat atau sebagai lokasi kejadian.

Lampiran: daftar kata

Kata-kata yang tadi muncul sebagai contoh didaftar di sini.

箸 (hashi): sumpit
食べる (taberu): makan
橋 (hashi): jembatan
バス (basu): bis
行く (iku): pergi
レストラン (resutoran): restoran
飲む (nomu): minum
帰り道 (kaerimichi): jalan pulang
会う (au): bertemu
渡良瀬橋 (watarasebashi): Jembatan Watarase
見る (miru): melihat

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/07/16/tutorial-watarasebashi-12-partikel-konteks-de-%e3%81%a7/feed/ 9
Tutorial bahasa Jepang Tae Kim: Partikel-partikel untuk verba (kata kerja) http://www.yumeko.web.id/2008/06/30/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-partikel-partikel-untuk-verba-kata-kerja/ http://www.yumeko.web.id/2008/06/30/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-partikel-partikel-untuk-verba-kata-kerja/#comments Mon, 30 Jun 2008 09:16:35 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=123 Bab mengenai partikel-partikel yang penting untuk verba pada Tutorial Bahasa Jepang Tae Kim telah diterjemahkan. Secara spesifik, di sini kamu akan dikenalkan dengan partikel を, に, へ, dan で. Dengan ini, kamu bisa mengatakan hal-hal seperti “saya makan ikan“, “dia pergi ke sekolah”, “dia bermain di taman”, dan “dia menulis menggunakan spidol”. Bab berikutnya yang akan diterjemahkan adalah tentang verba transitif dan intransitif.

Bagi yang belum tahu: Apa itu Tutorial Tae Kim?

Tutorial Tae Kim adalah tutorial bahasa Jepang yang berusaha menerangkan dengan cara yang masuk akal, mengajak kamu berpikir tentang bahasa Jepang sebagaimana orang Jepang memahaminya. Di antara berbagai buku tentang bahasa Jepang yang pernah saya baca, inilah pegangan yang menurut saya terbaik dan paling mudah dimengerti (oleh karenanya saya menerjemahkannya).

Untuk menikmatinya, kamu sebelumnya harus bisa membaca hiragana dan katakana. Namun jangan khawatir, kalau saat ini kamu belum ada waktu untuk mempelajari kedua jenis huruf tersebut, artikel-artikel pada Yumeko akan seringkali mengambil materi dari tutorial Tae Kim dan disajikan dengan disertai romaji.

Nanti kalau bab yang diterjemahkan sudah cukup banyak, saya akan menyediakan versi zip-nya agar kamu bisa mudah berbagi materi belajar bahasa Jepang tersebut ke teman-teman.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/06/30/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-partikel-partikel-untuk-verba-kata-kerja/feed/ 4
Tips dan trik menggunakan Input Method Editor (IME) bahasa Jepang di Windows XP – bagian 1 http://www.yumeko.web.id/2008/06/06/tips-dan-trik-menggunakan-input-method-editor-ime-bahasa-jepang-di-windows-xp-bagian-1/ http://www.yumeko.web.id/2008/06/06/tips-dan-trik-menggunakan-input-method-editor-ime-bahasa-jepang-di-windows-xp-bagian-1/#comments Fri, 06 Jun 2008 13:50:46 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=63 Menulis bahasa Jepang menggunakan Input Method Editor (IME) Windows XP

Pada artikel kemarin telah dibahas cara menginstall IME di Windows XP agar kamu bisa menulis huruf Jepang. Setelah mengetahui dasarnya, sekarang kita akan membahas kesalahan-kesalahan yang umum terjadi dan beberapa penggunaan lebih lanjutnya.

Artikel ini terutama ditujukan untuk mereka yang telah mengerti hiragana dan katakana, jadi kalau kamu sama sekali tidak mengerti apa yang dibicarakan, simpan saja dahulu untuk referensi di masa datang (karena kamu pasti membutuhkannya).

Menghindari kesalahan-kesalahan umum

Orang yang baru menggunakan IME, terutama orang yang juga baru belajar bahasa Jepang, akan sering melakukan beberapa kesalahan dasar pengetikan. Kesalahan-kesalahan tersebut berkaitan dengan partikel dan akan dibahas di sini. Kalau belum bisa membaca kanjinya, fokus saja pada hiragana yang sedang dibahas.

Pertama adalah mengenai partikel topik “wa”, misalnya pada kalimat “watashi wa takahashi to moushimasu” (nama saya Takahashi). Partikel tersebut memang bunyinya “wa”, namun dia ditulis dengan hiragana は (ha). Jadi saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “ha”.

Salah: 私わ高橋と申します
Benar: 私は高橋と申します

Kedua adalah partikel arah yang sering ditulis “e” menggunakan romaji, misalnya pada “yamaguchi e sayumi to iku” (pergi ke Yamaguchi bersama Sayumi). Partikel tersebut ditulis menggunakan hiragana へ (he). Saat menggunakan IME, jangan lupa untuk menulis “he”.

Salah: 山口えさゆみと行く
Benar: 山口へさゆみと行く

Ketiga adalah partikel objek langsung yang sering ditulis “o” menggunakan romaji, misalnya “purezento o risako ni ageru” (memberi hadiah ke Risako). Partikel tersebut sebetulnya menggunakan hiragana を (wo), jadi saat menggunakan IME jangan lupa untuk menulis “wo”.

Salah: プレゼントお梨沙子にあげる
Benar: プレゼントを梨沙子にあげる

n mati (ん)

Penulisan romaji seringkali menyebabkan ambigu pada huruf “n”. Sebagai contoh adalah “kinenbi”. Apakah maksudnya ki-nen-bi (hari perayaan) atau kin-en-bi (hari dilarang merokok)?

Pada kasus tersebut, IME akan menganggap kinenbi sebagai きねんび (ki-nen-bi). Untuk memaksa menulis “n” mati (ん) pada kasus-kasus ambigu tersebut, kita harus menulis n' atau nn. Jadi untuk menulis kin-en-bi (きんえんび), kita harus menulis kin'enbi atau kinnenbi.

Kita harus selalu hati-hati dengan masalah “n” tersebut. Sebagai contoh, misalnya kita ingin menulis hiragana dari nama seseorang yaitu “konno”. Kalau kita menuliskan persis konno, maka nn tersebut akan dianggap sebagai “n” mati dan hasilnya salah yaitu こんお (kon-o). Kita harus memasukkan kon'no atau konnno untuk mendapatkan tulisan yang benar yaitu こんの.

tsu kecil (っ)

“tsu” kecil digunakan untuk menggandakan konsonan misalnya pada なっち. Yang perlu diingat adalah IME Windows XP tidak akan menerima gaya penulisan “tch” misalnya “natchi”. Kita harus menulisnya sebagai “nacchi”.

Kana kecil lainnya

Beberapa kana selain “tsu” memiliki versi kecil seperti “yu” kecil (ゅ) dan “a” kecil (ぁ). Umumnya, mereka akan muncul sendiri saat kamu menuliskan romajinya. Sebagai contoh, kalau kamu menulis shashinshuu atau syashinsyuu maka otomatis akan muncul huruf-huruf kecilnya: しゃしんしゅう. Sebagai contoh lain, kalau kamu menulis fankurabu maka otomatis akan muncul “a” kecil: ファンクラブ

Tapi kalau kamu karena alasan yang aneh ingin menulis kana kecil pada kasus-kasus yang tidak wajar, misalnya ingin menulis “niinii” sebagai ニィニィ (katakana dengan dua buah “i” kecil), maka kamu bisa menulis “x” sebelum huruf yang ingin kamu kecilkan tersebut. Pada contoh tadi, caranya adalah dengan menulis nixinixi. Ingat, tidak semua kana memiliki versi kecil.

Tanda baca

Inilah beberapa tanda baca yang umum dan cara menulisnya menggunakan IME:

Simbol Cara menulis
Titik Jepang 。 . (titik)
Koma Jepang 、 , (koma)
Tanda “atau”/spasi katakana ・ / (garis miring kanan)
Tanda kutip 「」 [ dan ] (kurung kotak)
Tanda baca panjang katakana ー - (minus)
Tanda pembatas/tanda baca panjang ~ ~ (tilda)

Kebanyakan tanda baca lainnya, jika ditulis dalam mode edit IME, akan memberikan versi lebar gandanya. Sebagai contoh, menulis tanda seru (!) pada IME akan menghasilkan !, yaitu tanda seru versi lebar ganda. Guna karakter-karakter versi lebar ganda adalah agar terlihat seragam jika ditulis berdampingan dengan kanji. Karakter lebar ganda sering juga disebut karakter lebar penuh (full width), dan karakter-karakter normal sering disebut karakter lebar setengah (half width).

Karakter-karakter rahasia

Kalau kita menuliskan kata-kata tertentu, IME memberikan pilihan untuk mengubahnya menjadi karakter khusus. Inilah daftar beberapa masukan rahasia tersebut dan karakter yang akan dihasilkan:

  • dakuten: Tanda “tenten” ゛. Coba juga “handakuten”.
  • kakko: Berbagai tanda kurung misalnya 〔〕, 《》, dan 【】. “kakko” artinya tanda kurung.
  • onpu: ♪. “onpu” artinya not.
  • ecchi: Berbagai versi huruf “h”. Orang Jepang memang mengucapkan “h” sebagai “ecchi”. Memangnya kamu berharap apa?

Jangan lupa menekan tombol konversi Space sampai mendapatkan karakter rahasia tersebut. Silahkan bermain-main dengan berbagai kata-kata dalam bahasa Jepang, mungkin saja kamu akan mendapat suatu karakter rahasia.

Penutup

Ini baru bagian 1 dari tips dan trik. Masih ada catatan penggunaan tambahan yang akan ditulis di lain artikel. Yang pasti, kemahiran menggunakan IME sangat vital bagi penulisan bahasa Jepang, sama seperti kemahiran menekan tombol-tombol keyboard saat menulis huruf latin.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/06/06/tips-dan-trik-menggunakan-input-method-editor-ime-bahasa-jepang-di-windows-xp-bagian-1/feed/ 5