Yumeko » verba http://www.yumeko.web.id Belajar budaya dan bahasa Jepang bersama Tue, 16 Mar 2010 08:00:12 +0000 http://wordpress.org/?v=2.9.2 en hourly 1 Daftar verba transitif dan intransitif pada bahasa Jepang http://www.yumeko.web.id/2009/10/27/daftar-verba-transitif-dan-intransitif-pada-bahasa-jepang/ http://www.yumeko.web.id/2009/10/27/daftar-verba-transitif-dan-intransitif-pada-bahasa-jepang/#comments Mon, 26 Oct 2009 23:46:51 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=468 Untuk melengkapi artikel yang lalu tentang cara membedakan kata kerja transitif dan intransitif, di sini akan diberikan contoh kata kerjanya yang lebih lengkap.

Ingat bahwa kemungkinan besar daftar ini belum lengkap, tapi seharusnya kata-kata yang paling umum untuk setiap kategori ada di sini. Kalau kamu menemukan pasangan yang belum ada di daftar ini, silahkan tulis di komentar agar bisa ditambahkan.

Lalu untuk setiap kata hanya akan diberikan satu arti walau mungkin ada arti lainnya. Untuk lengkapnya silahkan cek kamus masing-masing. Variasi kanji (misal 下りる/降りる untuk oriru) juga tidak akan diberikan, jadi hanya salah satu yang akan dimuat di sini. Ini karena fokusnya adalah ke perubahan bentuknya.

Kategori pada artikel sebelumnya dibagi menjadi subkategori lagi di sini. Namun pengetahuan tersebut tidak diperlukan untuk bisa membedakan transitivitas, dan disediakan hanya untuk kelengkapan saja (mungkin bisa berguna bagi mereka yang ingin melakukan analisis akademis tertentu di bidang linguistik/morfologi). Terakhir, gunakan daftar ini lebih ke arah referensi, bukan untuk dihafal semuanya sekaligus!

1) Kalau salah satunya diakhiri -su, maka pasti verba yang diakhiri -su tersebut transitif

1.a) -iru/-osu

Intransitif Transitif
kata arti kata arti
落ちる (ochiru) jatuh 落とす (otosu) menjatuhkan
起きる (okiru) bangun 起こす (otosu) membangunkan
滅びる (horobiru) hancur 滅ぼす (horobosu) menghancurkan
下りる (oriru) turun 下ろす (orosu) menurunkan
過ぎる (sugiru) lewat 過ごす (sugosu) melewati/menempuh

1.b) -ru/-su

Intransitif Transitif
kata arti kata arti
余る (amaru) tersisa 余す (amasu) menyisakan
直る (naoru) menjadi betul 直す (naosu) membetulkan
残る (nokoru) tersisa 残す (nokosu) menyisakan
通る (tooru) lewat 通す (toosu) melewatkan
渡る (wataru) menyeberangi 渡す (watasu) menyerahkan
返る (kaeru) kembali 返す (kaesu) mengembalikan

1.c) -eru/-yasu

Intransitif Transitif
kata arti kata arti
増える (fueru) meningkat 増やす (fuyasu) meningkatkan
冷える (hieru) menjadi dingin 冷やす (hiyasu) mendinginkan
燃える (moeru) terbakar 燃やす (moyasu) membakar

1.d) -reru/-su

Intransitif Transitif
kata arti kata arti
隠れる (kakureru) sembunyi 隠す (kakusu) menyembunyikan
壊れる (kowareru) rusak 壊す (kowasu) merusak
倒れる (taoreru) jatuh 倒す (taosu) menjatuhkan
流れる (nagareru) mengalir 流す (nagasu) mengalirkan

1.e) -ku/-kasu

Perhatikan bahwa perubahan yang ini sebetulnya adalah konjugasi kausatif: odorokasu = odorokaseru (bentuk kausatif odoroku).

Intransitif Transitif
kata arti kata arti
驚く (odoroku) terkejut 驚かす (odorokasu) membuat terkejut
動く (ugoku) bergerak 動かす (ugokasu) menggerakkan
乾く (kawaku) menjadi kering 乾かす (kawakasu) mengeringkan

1.f) Lain-lain

Intransitif Transitif
kata arti kata arti
出る (deru) keluar 出す (dasu) mengeluarkan
消える (kieru) hilang 消す (kesu) menghapus

2) Kalau salah satunya diakhiri -eru, maka pada umumnya verba yang diakhiri -eru tersebut transitif

2.a) -waru/-eru

Intransitif Transitif
kata arti kata arti
変わる (kawaru) berubah 変える (kaeru) mengubah
終わる (owaru) berakhir 終える (oeru)
(bisa juga owaru)
mengakhiri
伝わる (tsutawaru) tersampaikan 伝える (tsutaeru) menyampaikan

2.b) -aru/-eru

Intransitif Transitif
kata arti kata arti
掛かる (kakaru) terpasang 掛ける (kakeru) memasang
閉まる (shimaru) menjadi tertutup 閉める (shimeru) menutup
上がる (agaru) naik 上げる (ageru) menaikkan
当たる (ataru) kena 当てる (ateru) memukul
集まる (atsumaru) berkumpul 集める (atsumeru) mengumpulkan
預かる (azukaru) dititipi 預ける (azukeru) menitipkan
始まる (hajimaru) mulai 始める (hajimeru) memulai
助かる (tasukaru) selamat 助ける (tasukeru) menyelamatkan
曲がる (magaru) bengkok 曲げる (mageru) membengkokkan
混ざる (mazaru) tercampur 混ぜる (mazeru) mencampur
見つかる (mitsukaru) ditemukan 見つける (mitsukeru) menemukan
下がる (sagaru) turun 下げる (sageru) menurunkan
静まる (shizumaru) menjadi tenang 静める (shizumeru) menenangkan
止まる (tomaru) berhenti 止める (tomeru) menghentikan
詰まる (tsumaru) terisi 詰める (tsumeru) mengisi
繋がる (tsunagaru) terhubung 繋げる (tsunageru)
(atau tsunagu)
menghubungkan
儲かる (moukaru) menghasilkan untung 儲ける (moukeru) mendapat untung dari
収まる (osamaru) berada di tempatnya 収める (osameru) meletakkan ke tempatnya

2.c) -u/-eru

Intransitif Transitif
kata arti kata arti
立つ (tatsu) berdiri 立てる (tateru) mendirikan
付く (tsuku) menempel 付ける (tsukeru) menempelkan
開く (aku) terbuka 開ける (akeru) membuka
間違う (machigau) salah 間違える (machigaeru) membuat kesalahan
向く (muku) menghadap 向ける (mukeru) mengarahkan
進む (susumu) maju 進める (susumeru) memajukan
浮かぶ (ukabu) melayang 浮かべる (ukaberu) melayangkan
埋まる (umaru) terkubur 埋める (umeru) mengubur
育つ (sodatsu) tumbuh 育てる (sodateru) membesarkan
沈む (shizumu) tenggelam 沈める (shizumeru) menenggelamkan

2.d) Lain-lain

Intransitif Transitif
kata arti kata arti
乗る (noru) naik (kendaraan dsb.) 乗せる (noseru) menaikkan
入る (hairu) masuk 入れる (ireru) memasukkan

3) Beberapa verba bertentangan dengan aturan no. 2, jadi hafalkan

3.a) -eru/-u

Intransitif Transitif
kata arti kata arti
焼ける (yakeru) terbakar, dimasak 焼く (yaku) membakar, memasak
割れる (wareru) terbelah 割る (waru) membelah
抜ける (nukeru) copot 抜く (nuku) mencopot, mencabut
砕ける (kudakeru) hancur 砕く (kudaku) menghancurkan
解ける (tokeru) terselesaikan (masalah dsb.) 解く (toku) menyelesaikan (masalah dsb.)
ほどける (hodokeru) lepas (ikatan dsb.) ほどく (hodoku) melepas (ikatan dsb.)

3.b) Lain-lain

Intransitif Transitif
見える (mieru) terlihat 見る (miru) melihat

4) Verba yang bentuk transitif dan intransitifnya sama

Intransitif Transitif
kata arti kata arti
吹く (fuku) bertiup 吹く (fuku) meniup
増す (masu) meningkat 増す (masu) meningkatkan

Semoga daftar ini berguna!

]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/10/27/daftar-verba-transitif-dan-intransitif-pada-bahasa-jepang/feed/ 8
Panduan membedakan verba transitif dengan intransitif http://www.yumeko.web.id/2009/10/12/panduan-membedakan-verba-transitif-dengan-intransitif/ http://www.yumeko.web.id/2009/10/12/panduan-membedakan-verba-transitif-dengan-intransitif/#comments Mon, 12 Oct 2009 15:37:48 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=452 Di bahasa Jepang banyak terdapat pasangan verba intransitif dan transitif, seperti ochiru (jatuh) dan otosu (menjatuhkan):

本は落ちる
hon wa ochiru
Buku jatuh (ochiru bersifat intransitif)

本 (hon): buku
落ちる (ochiru): jatuh

私は本を落とす
watashi wa hon o otosu
Saya menjatuhkan buku (otosu bersifat transitif)

私 (watashi): saya
本 (hon): buku
落とす (otosu): menjatuhkan

Pembahasan mengenai dasar-dasar hal tersebut bisa ditemukan di halaman lain.

Yang akan kita bahas di sini adalah cara membedakan antara pasangan yang ada. Sebagai contoh, mungkin kamu mengingat ada verba kakureru dan kakusu yang sama-sama berhubungan dengan “sembunyi”. Mana yang artinya “sembunyi” (intransitif), dan mana yang artinya “menyembunyikan” (transitif)?

Saat awal belajar bahasa Jepang, saya sering bingung dengan hal ini. Sebetulnya kalau sering menggunakan, nanti lama-lama akan hafal sendiri. Tapi karena sebetulnya ada pola yang bisa membantu, kalau kamu ingat polanya pasti akan lebih mempermudah studi bahasa Jepang kamu. Jadi untuk membedakannya dengan mudah ikuti 3 panduan berikut.

1) Kalau salah satunya diakhiri -su, maka pasti verba yang diakhiri -su tersebut transitif

Perhatikan pasangan-pasangan berikut:

  • ochiru (jatuh) × otosu (menjatuhkan)
  • naoru (sembuh) × naosu (menyembuhkan)
  • kowareru (rusak) × kowasu (merusak)

Semuanya memiliki kesamaan di awalnya, hanya saja salah satunya diakhiri dengan -su. Dalam kasus ini, yang diakhiri -su tersebut pasti transitif (beraksi pada objek tertentu).

私は木の後ろに隠れる
watashi wa ki no ushiro ni kakureru
Saya sembunyi di balik pohon

私 (watashi): saya
木 (ki): pohon
後ろ (ushiro): belakang
隠れる (kakureru): sembunyi

私は本を段ボールの中に隠す
watashi wa hon o danbooru no naka ni kakusu
Saya menyembunyikan buku di dalam kardus

私 (watashi): saya
本 (hon): buku
段ボール (danbooru): kardus
中 (naka): dalam
隠す (kakusu): menyembunyikan

テレビは壊れる
terebi wa kowareru
TV rusak

テレビ (terebi): TV
壊れる (kowareru): rusak

犬はラジオを壊す
inu wa rajio o kowasu
Anjing merusak radio

犬 (inu): anjing
ラジオ (rajio): radio
壊す (kowasu): merusak

Perhatikan bahwa kieru (hilang) dan kesu (menghapus) lalu deru (keluar) dan dasu (mengeluarkan) adalah pasangan, walaupun suara awalnya agak beda. Tapi tetap saja aturannya berlaku, yang diakhiri -su adalah transitif.

私は家を出る
watashi wa ie o deru
Saya keluar rumah

私 (watashi): saya
家 (ie): rumah
出る (deru): keluar

Di sini o bisa dipakai karena di bahasa Jepang partikel o bisa menunjukkan tempat yang dilalui verba gerakan. Tapi ini tidak berarti bahwa deru adalah verba transitif, ini hanya berarti bahwa deru adalah verba gerakan. Walaupun ada o, kita tidak melakukan aksi “mengeluarkan”, tapi tetap “keluar” (intransitif).

お姉さんはお金を財布から出す
oneesan wa okane o saifu kara dasu
Kakak mengeluarkan uang dari dompet

お姉さん (oneesan): kakak perempuan
お金 (okane): uang
財布 (saifu): dompet
出す (dasu): mengeluarkan

2) Kalau salah satunya diakhiri -eru, maka pada umumnya verba yang diakhiri -eru tersebut transitif

Aturan nomor 2 ini memiliki beberapa perkecualian yang akan dibahas di bagian berikutnya. Tapi untuk sebagian besar pasangan verba (jumlahnya sangat banyak!), aturan ini berlaku. Perhatikan beberapa pasangan berikut:

  • kawaru (berubah) × kaeru (merubah)
  • aku (menjadi terbuka) × akeru (membuka)
  • tatsu (berdiri) × tateru (mendirikan)

Pada semua contoh di atas, yang diakhiri -eru adalah yang transitif.

季節は変わる
kisetsu wa kawaru
Musim berganti

季節 (kisetsu): musim
変わる (kawaru): berubah

ママは予定を変える
mama wa yotei o kaeru
Mama mengganti jadwal

ママ (mama): Mama, ibu
予定 (yotei): jadwal
変える (kaeru): merubah

Perhatikan bahwa hairu (masuk) dan ireru (memasukkan) adalah pasangan, walaupun awalnya beda.

3) Beberapa verba bertentangan dengan aturan no. 2, jadi hafalkan

Untuk verba-verba di kategori terakhir ini, bentuk intransitifnya malah diakhiri -eru. Karena jumlahnya sangat sedikit, jadi bisa dianggap verba-verba di sini adalah perkecualian dari aturan nomor 2. Inilah daftarnya (mungkin belum lengkap, tapi ini yang bisa saya temukan, jadi silahkan tambahkan kalau ada yang lain):

Intransitif Transitif
kata arti kata arti
見える (mieru) terlihat 見る (miru) melihat
焼ける (yakeru) terbakar, dimasak 焼く (yaku) membakar, memasak
割れる (wareru) terbelah 割る (waru) membelah
抜ける (nukeru) copot 抜く (nuku) mencopot, mencabut
砕ける (kudakeru) hancur 砕く (kudaku) menghancurkan
とける (tokeru) terselesaikan (masalah dsb.), larut とく (toku) menyelesaikan (masalah dsb.), melarutkan
ほどける (hodokeru) lepas (ikatan dsb.) ほどく (hodoku) melepas (ikatan dsb.)

歯は抜ける
ha wa nukeru
Gigi copot

歯 (ha): gigi
抜ける (nukeru): copot

お医者さんは歯を抜く
o-isha-san wa ha o nuku
Dokter mencabut gigi

医者 (isha): dokter
歯 (ha): gigi
抜く (nuku): mencabut

Penutup

Dengan panduan di atas, semoga kamu bisa lebih cepat merasa-rasa apakah suatu verba transitif atau bukan. Artikel ini akan diikuti oleh daftar verba transitif dan intransitif di lain waktu.

Kalau ingin latihan, coba cocokkan pasangan verba berikut dengan artinya:

  • modoru × modosu (kembali/mengembalikan)
  • yaku × yakeru (terbakar/membakar)
  • hajimeru × hajimaru (mulai/memulai)
  • umaru × umeru (terkubur/mengubur)
  • ugokasu × ugoku (bergerak/menggerakkan)
]]>
http://www.yumeko.web.id/2009/10/12/panduan-membedakan-verba-transitif-dengan-intransitif/feed/ 6
Tutorial Watarasebashi #25 – Penggunaan partikel topik dengan verba dan konsep kala taklampau http://www.yumeko.web.id/2008/11/08/tutorial-watarasebashi-25-penggunaan-partikel-topik-dengan-verba-dan-konsep-kala-taklampau/ http://www.yumeko.web.id/2008/11/08/tutorial-watarasebashi-25-penggunaan-partikel-topik-dengan-verba-dan-konsep-kala-taklampau/#comments Sat, 08 Nov 2008 04:34:08 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=219 [Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Di episode sebelumnya kita telah berkenalan dengan partikel topik wa. Kali ini kita akan mengenalnya lebih jauh, yaitu penggunaannya bersama verba.

Bentuk taklampau verba

Kalau kamu perhatikan pembahasan kita mengenai konjugasi nomina dan adjektiva, misalnya adjektiva-i, kamu bisa melihat bahwa adjektiva bisa berada pada bentuk taklampau dan lampau. Contohnya adalah samui (dingin, taklampau) dan samukatta (dingin, lampau).

Konsep ini disebut kala (tense) dan tidak dikenal pada bahasa Indonesia. Misalnya, pada kalimat “Sekarang dingin” dan “Kemarin dingin” kata “dingin” tidak mengalami perubahan walaupun menunjuk pada dua konsep waktu yang berbeda. Bahasa Indonesia mudah ya :) ?

Di bahasa Jepang, kala pada verba juga dibagi menjadi bentuk taklampau dan lampau. Kita belum mempelajari konjugasi lampau verba, tapi dari namanya sudah jelas bahwa bentuk lampau digunakan untuk menunjuk kejadian di masa lalu. Di lain pihak, verba yang diambil mentah-mentah dari kamus misalnya aruku (berjalan) akan memiliki kala “taklampau”, dan kita akan mempelajari berbagai penggunaannya di sini.

Sebenarnya ini adalah pembahasan yang intrinsik dengan verba, bukan dengan partikel topik wa. Hanya saja, dengan menggunakan partikel wa kita bisa mengangkat contoh-contoh kalimat yang lebih kongkrit. Secara bersamaan kita juga akan lebih menguasai penggunaan partikel wa.

Bentuk taklampau verba untuk menyatakan kebenaran umum

Bentuk taklampau verba bisa digunakan untuk menyatakan kebenaran umum. Inilah contohnya:

馬は走る。鷲は飛ぶ。鯨は泳ぐ。
uma wa hashiru. washi wa tobu. kujira wa oyogu.
Mengenai kuda, berlari. Mengenai burung elang, terbang. Mengenai ikan paus, berenang.

馬 (uma): kuda
走る (hashiru): berlari
鷲 (washi): burung elang
飛ぶ (tobu): terbang
鯨 (kujira): ikan paus
泳ぐ (oyogu): berenang

Perhatikan bahwa kita masih menggunakan terjemahan literalnya yaitu “Mengenai…” agar membiasakan diri dengan cara berpikir orang Jepang yang sebenarnya. Kalimat tersebut bermakna “Kuda berlari. Burung elang terbang. Ikan paus berenang.” Semuanya menunjuk pada kebenaran umum: Kuda adalah binatang yang berlari, entah itu dulu, saat ini, maupun di masa depan. Jadi bentuk taklampau bisa digunakan untuk membuat pernyataan yang selalu benar kapanpun waktunya.

Bentuk taklampau verba untuk menyatakan rutinitas

Bentuk taklampau juga bisa kita gunakan untuk menyatakan kebiasaan. Inilah contoh mudahnya:

私は日記を書く。
watashi wa nikki o kaku
Mengenai saya, menulis buku harian.

私 (watashi): saya
日記 (nikki): buku harian
書く (kaku): menulis

Kalimat tersebut tentu saja maksudnya “Saya menulis buku harian.” Di situ verba kaku menyatakan bahwa “menulis” merupakan aktivitas rutin. Ini beda dengan kebenaran umum, karena kebenaran umum merupakan hal yang berlaku setiap saat sedangkan rutinitas hanyalah aktivitas yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja: Di kalimat atas kita tidak bermaksud bahwa kita menulis setiap saat, tapi misalnya hanya setiap hari sebelum tidur saja.

Dengan rutinitas ini, kita tentunya bisa menyisipkan keterangan waktu:

弟は毎朝牛乳を飲む。
otouto wa maiasa gyuunyuu o nomu
Mengenai adik, tiap pagi minum susu.

弟 (otouto): adik laki-laki
毎朝 (maiasa): setiap pagi
牛乳 (gyuunyuu): susu (sapi)
飲む (nomu): minum

Kalimat yang berarti “Adik saya minum susu tiap pagi.” tersebut memiliki keterangan waktu maiasa (tiap pagi). Perhatikan bahwa keterangan waktu itu tinggal disisipkan tanpa perlu partikel apapun. Keterangan waktu lain yang bisa kamu gunakan contohnya adalah mainichi (毎日, tiap hari), maiban (毎晩, tiap malam), itsumo (いつも, selalu), dan tokidoki (時々, kadang-kadang). Ini contoh lainnya:

彼は時々ジョギングをする。
kare wa tokidoki jogingu o suru
Mengenai dia, terkadang melakukan jogging

彼 (kare): dia (laki-laki)
時々 (tokidoki): kadang-kadang
ジョギング (jogingu): jogging
する (suru): melakukan

Secara sederhana kalimat tersebut bermakna “Dia terkadang jogging.” Hal menarik di sini adalah bahwa di bahasa Jepang jogingu merupakan nomina. Jadi kalau ingin menyatakan aksi jogging, kita harus menggunakan verba suru (melakukan). Verba umum suru ini akan dibahas lebih lanjut di lain kesempatan.

Bentuk taklampau verba untuk menyatakan aksi masa depan

Bentuk taklampau juga bisa digunakan untuk menyatakan aksi masa depan. Contoh ini dengan gamblang menunjukkannya:

明日は行く。
ashita wa iku
Mengenai besok, pergi.

明日 (ashita): besok
行く (iku): pergi

Ingat, pada episode sebelumnya telah dibahas bahwa topik tidak selalu berarti subjek. Di kalimat atas, topiknya adalah “besok”. Namun jelas bahwa subjeknya bukan “besok” karena “besok” tidak mungkin “pergi” ke mana-mana. Subjeknya tidak disebutkan, jadi bisa saja “saya”, “kamu”, “dia”, atau yang lainnya. Salah satu terjemahan yang mungkin adalah “Saya akan pergi besok.”

Yang menarik di sini adalah bahwa keterangan waktu sebetulnya tidak diperlukan untuk membuat kalimat dengan kala masa depan. Inilah contohnya:

彼は行く。
kare wa iku
Mengenai dia, pergi.

彼 (kare): dia (laki-laki)
行く (iku): pergi

Kalimat dia atas berarti “Dia akan pergi.” walaupun pada kalimat Jepangnya tidak ada kata apapun yang artinya “akan”. Ini karena bentuk taklampau memang bisa memiliki makna masa depan tanpa perlu tambahan kata apapun. Ingat hal tersebut baik-baik.

Tentunya kita bisa menyertakan lengkap pelaku beserta waktunya. Kamu bisa menggunakan contohnya kyou (今日, hari ini), ashita (明日, besok), raishuu (来週, minggu depan), raigetsu (来月, bulan depan), rainen (来年, tahun depan), dan ato de (後で, belakangan/nanti). Perhatikan bahwa ato de menggunakan partikel konteks de (“dengan cara belakangan”). Inilah contohnya:

お母さんは今日帰る。
okaasan wa kyou kaeru
Mengenai ibu, hari ini pulang.

お母さん (okaasan): ibu
今日 (kyou): hari ini
帰る (kaeru): pulang, kembali

Dengan bahasa Indonesia yang lebih alami, kalimatnya adalah “Ibu akan pulang hari ini.”

Ambiguitas

Perhatikan lagi kalimat ini:

私は日記を書く。
watashi wa nikki o kaku
Mengenai saya, menulis buku harian.

私 (watashi): saya
日記 (nikki): buku harian
書く (kaku): menulis

Setelah dibahas bahwa bahasa Jepang tidak memerlukan kata “akan” untuk menunjuk pada masa depan, bukankah kalimat di atas juga bisa berarti “Saya akan menulis buku harian”? Tentu saja bisa, dan sekali lagi di sini kita perlu tahu konteks pembicaraannya untuk bisa tahu arti yang sebenarnya.

Dalam bahasa Jepang, kita memang harus belajar menerima bahwa kalimat-kalimat yang terpisah memiliki banyak ambiguitas. Namun jangan khawatir karena kalau kita mengikuti pembicaraan atau teksnya dari awal, konteksnya akan cukup jelas untuk mengetahui arti yang sebetulnya dimaksud. Yang penting adalah selalu berpikiran terbuka atas kemungkinan yang ada dan banyak latihan.

Penutup

Di sini kita telah melihat contoh penggunaan partikel wa dengan verba. Bisa dilihat sekali lagi bahwa topik tidak selalu menunjukkan pelaku atau subjek kalimat. Kita juga telah melihat berbagai makna yang bisa disampaikan kala taklampau. Secara spesifik, bentuk taklampau sudah langsung bisa menyatakan aksi di masa depan (akan) tanpa perlu tambahan kata apapun.

Untuk lebih mempermudah pemahaman, berikut diberikan diagram yang menunjukkan tiga makna yang bisa disampaikan bentuk taklampau. Garis biru merupakan garis waktu, sedangkan titik merah menunjukkan kapan aksinya terjadi:

Diagram kala taklampau pada bahasa Jepang

Di episode berikutnya, kita juga masih akan membahas seputar partikel wa.

Lampiran: daftar kata

寒い (samui): dingin
歩く (aruku): berjalan
馬 (uma): kuda
走る (hashiru): berlari
鷲 (washi): burung elang
飛ぶ (tobu): terbang
鯨 (kujira): ikan paus
泳ぐ (oyogu): berenang
私 (watashi): saya
日記 (nikki): buku harian
書く (kaku): menulis
弟 (otouto): adik laki-laki
毎朝 (maiasa): setiap pagi
牛乳 (gyuunyuu): susu (sapi)
飲む (nomu): minum
毎日 (mainichi): tiap hari
毎晩 (maiban): tiap malam
いつも (itsumo): selalu
時々 (tokidoki): kadang-kadang
彼 (kare): dia (laki-laki)
ジョギング (jogingu): jogging
する (suru): melakukan
明日 (ashita): besok
行く (iku): pergi
今日 (kyou): hari ini
来週 (raishuu): minggu depan
来月 (raigetsu): bulan depan
来年 (rainen): tahun depan
後で (ato de): belakangan, nanti
お母さん (okaasan): ibu
帰る (kaeru): pulang, kembali
アニメ (anime): film kartun
見る (miru): melihat
魚 (sakana): ikan

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/11/08/tutorial-watarasebashi-25-penggunaan-partikel-topik-dengan-verba-dan-konsep-kala-taklampau/feed/ 11
Tutorial Watarasebashi #16 – Klausa subordinat deskriptif http://www.yumeko.web.id/2008/08/02/tutorial-watarasebashi-16-klausa-subordinat-deskriptif/ http://www.yumeko.web.id/2008/08/02/tutorial-watarasebashi-16-klausa-subordinat-deskriptif/#comments Sat, 02 Aug 2008 14:23:47 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=158
Matahari yang melihat
matahari yang melihat?

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Di episode sebelumnya kita telah melihat bagaimana adjektiva bisa menerangkan sifat nomina. Hal yang sama juga bisa dilakukan dengan mudah oleh suatu klausa yang diakhiri verba. Misalnya kita punya klausa berikut:

自転車で通う
jitensha de kayou
berangkat dan pulang dengan sepeda

自転車 (jitensha): sepeda
通う (kayou): pulang pergi (ke sekolah, tempat kerja, dsb)

Klausa itu bisa digunakan untuk menerangkan nomina misalnya gakusei:

自転車で通う学生[1]
jitensha de kayou gakusei
murid yang berangkat dan pulang dengan sepeda

学生 (gakusei): murid

Klausa subordinatnya ditandai dengan warna beda. Seperti yang bisa dilihat, kita tinggal memperlakukan klausanya layaknya suatu adjektiva! Aturan peletakannya juga sama yaitu sebelum nominanya. Dengan ini kemampuan berekspresi kita menjadi jauh lebih luas! Inilah contoh-contoh lainnya:

冬眠する動物[2]
toumin suru doubutsu
binatang yang berhibernasi

冬眠 (toumin): hibernasi
する (suru): melakukan
動物 (doubutsu): binatang

Perhatikan bahwa toumin adalah nomina yang artinya “hibernasi”. Dengan diberi verba suru, maka artinya menjadi “melakukan hibernasi” atau sederhananya “berhibernasi”. Banyak sekali nomina yang bisa diubah menjadi verba dengan diberi suru, misalnya benkyou (belajar, nomina) yang menjadi benkyou suru (belajar, verba) dan ai (cinta) yang menjadi ai suru (mencintai).

お箸で食べる[3]
ohashi de taberu hito
orang yang makan dengan sumpit

お箸 (ohashi): sumpit
食べる (taberu): makan
人 (hito): orang

Sumpit bisa disebut hashi maupun ohashi. Kata-kata tertentu memang sering diberi prefix o-, seperti bentou (makanan dalam kotak) yang sering juga disebut obentou. Yang diberi o- terdengar lebih sopan.

ストローで飲む[4]
sutoroo de nomu onna
perempuan yang minum dengan sedotan

ストロー (sutoroo): sedotan (Inggris: straw)
飲む (nomu): minum
女 (onna): wanita, perempuan

シーワールドで泳ぐイルカ[5]
shii waarudo de oyogu iruka
lumba-lumba yang berenang di Sea World

シーワールド (shii waarudo): Sea World
泳ぐ (oyogu): berenang
イルカ (iruka): lumba-lumba

低い声で唸る人狼[6]
hikui koe de unaru jinrou
manusia serigala yang menggeram dengan suara rendah

低い (hikui): rendah
声 (koe): suara
唸る (unaru): menggeram
人狼 (jinrou): manusia serigala

Nah sekarang kita kembali ke lirik Watarasebashi. Kita punya:

渡良瀬橋で見る夕日
watarasebashi de miru yuuhi

yuuhi berarti “matahari terbenam”. Loh, lalu apakah artinya jadi “matahari terbenam yang melihat di Jembatan Watarase“? Tentu ini tidak masuk akal karena matahari tidak mungkin bisa melihat (kecuali kalau kita bicara kiasan atau fantasi, tapi bukan itu kasusnya di lagu ini). Lalu terlebih lagi matahari tidak bisa datang ke Jembatan Watarase. Ilmu dasarnya telah kita pelajari di episode ini, namun jawabannya harus menunggu di episode berikutnya karena memerlukan penjelasan tambahan.

Penutup

Klausa yang diakhiri verba bisa digunakan layaknya adjektiva. Dengan meletakkannya sebelum nomina, kita bisa menggambarkan nomina tersebut dengan cukup kompleks.

Lampiran: daftar kata

Kata-kata yang tadi muncul sebagai contoh didaftar di sini.

自転車 (jitensha): sepeda
通う (kayou): pulang pergi (ke sekolah, tempat kerja, dsb)
学生 (gakusei): murid
冬眠 (toumin): hibernasi
する (suru): melakukan
動物 (doubutsu): binatang
勉強 (benkyou): belajar
愛 (ai): cinta
お箸 (ohashi): sumpit
食べる (taberu): makan
人 (hito): orang
弁当 (bentou): makanan dalam kotak
ストロー (sutoroo): sedotan (Inggris: straw)
飲む (nomu): minum
女 (onna): wanita, perempuan
シーワールド (shii waarudo): Sea World
泳ぐ (oyogu): berenang
イルカ (iruka): lumba-lumba
低い (hikui): rendah
声 (koe): suara
唸る (unaru): menggeram
人狼 (jinrou): manusia serigala

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/08/02/tutorial-watarasebashi-16-klausa-subordinat-deskriptif/feed/ 3
Tutorial bahasa Jepang Tae Kim: Klausa subordinat http://www.yumeko.web.id/2008/07/22/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-klausa-subordinat/ http://www.yumeko.web.id/2008/07/22/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-klausa-subordinat/#comments Tue, 22 Jul 2008 04:52:24 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=155 Bab mengenai klausa subordinat deskriptif dan urutan kata pada kalimat pada Tutorial Bahasa Jepang Tae Kim telah diterjemahkan. Kedengarannya sangat teknis, tapi itu sebetulnya aturan gampang yang memungkinkan kita menerangkan nomina dengan verba seperti pada kalimat “orang yang kemarin datang“. Silahkan dibaca.

Yang akan diterjemahkan berikutnya adalah bab tentang partikel lagi yang memuat partikel yang sangat penting yaitu の. Dengannya kamu bisa menyatakan kepemilikan seperti “bukunya teman”.

Bagi yang belum tahu: Apa itu Tutorial Tae Kim?

Tutorial Tae Kim adalah tutorial bahasa Jepang yang berusaha menerangkan dengan cara yang masuk akal, mengajak kamu berpikir tentang bahasa Jepang sebagaimana orang Jepang memahaminya. Di antara berbagai buku tentang bahasa Jepang yang pernah saya baca, inilah pegangan yang menurut saya terbaik dan paling mudah dimengerti (oleh karenanya saya menerjemahkannya).

Untuk menikmatinya, kamu sebelumnya harus bisa membaca hiragana dan katakana. Namun jangan khawatir, kalau saat ini kamu belum ada waktu untuk mempelajari kedua jenis huruf tersebut, artikel-artikel pada Yumeko akan seringkali mengambil materi dari tutorial Tae Kim dan disajikan dengan disertai romaji.

Nanti kalau bab yang diterjemahkan sudah cukup banyak, saya akan menyediakan versi zip-nya agar kamu bisa mudah berbagi materi belajar bahasa Jepang tersebut ke teman-teman.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/07/22/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-klausa-subordinat/feed/ 2
Tutorial Watarasebashi #12 – Partikel konteks de (で) http://www.yumeko.web.id/2008/07/16/tutorial-watarasebashi-12-partikel-konteks-de-%e3%81%a7/ http://www.yumeko.web.id/2008/07/16/tutorial-watarasebashi-12-partikel-konteks-de-%e3%81%a7/#comments Wed, 16 Jul 2008 04:39:09 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=138
Matahari terbenam dilihat dari Jembatan Watarase
Matahari terbenam dilihat dari Jembatan Watarase

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.]

Akhirnya kita sampai pada pembahasan liriknya! Pertama-tama, perlu diketahui bahwa dalam lagu seringkali satu kalimat dipecah menjadi beberapa baris. Nah, kalimat pertama yang akan kita pelajari terdiri dari baris pertama dan kedua pada lagu tersebut:

渡良瀬橋で見る夕日をあなたはとても好きだったわ
watarasebashi de miru yuuhi o anata wa totemo suki datta wa
Kamu dulu sangat senang dengan matahari terbenam di Jembatan Watarase

[Download potongan lagunya: watarasebashi-001.mp3 (226 KB)]

Terjemahan yang diberikan di atas sebetulnya bukan terjemahan literalnya, tapi terjemahan yang terdengar enak dan alami di bahasa Indonesia. Ini adalah aturan emas penerjemahan: hasil terjemahanmu harus terdengar alami. Hal tersebut terutama penting dengan bahasa Jepang, karena banyak ide-ide dasar yang diekspresikan dengan cara yang jauh berbeda dibandingkan bahasa Indonesia. Untuk mengatakan “harus makan”, misalnya, orang Jepang sebetulnya mengatakan “jika tidak makan, tidak baik”. Kalau terjemahan mentahnya digunakan, tentu terdengar ganjil.

Kita akan menggunakan konvensi tersebut di tutorial ini. Saat membahas kalimat baru dari lagunya, yang pertama kali akan diberikan adalah terjemahan bagusnya agar kamu punya gambaran jelas mengenai kalimatnya. Baru setelahnya kita akan mempelajarinya dari kacamata pelajar bahasa dan menyelidiki arti mentah yang sebetulnya dikandung kalimat tersebut.

Urutan dalam kalimat

Di bahasa Indonesia, kalimatnya menggunakan struktur SUBJEK VERBA OBJEK. Contohnya adalah “saya makan ikan”. Posisi subjek dan objeknya sangat penting, sebab mengubah urutannya bisa menghasilkan kalimat yang artinya lain seperti “ikan makan saya”.

Namun di bahasa Jepang, aturan utama dalam susunan kalimat hanya satu: verba (kata kerja) harus diletakkan di belakang. Sudah, itu saja! Mengenai subjek, objek, dan lainnya, semuanya muncul sebelum verba dan bisa dalam urutan apapun. Jadi bisa saja strukturnya SUBJEK OBJEK VERBA atau bahkan OBJEK SUBJEK VERBA tanpa ada perubahan arti. Kita akan melihat nanti bahwa ini bisa dilakukan karena peran tiap kata ditandai dengan partikel (dan kita akan mempelajari salah satunya di sini).

Jadi buang segala asumsi atau ajaran bahwa urutan kalimat di bahasa Jepang harus begini atau begitu. Yang penting hanya satu yaitu verba harus di akhir. Itu akan menyelamatkanmu dari banyak masalah saat berusaha memahami bahasa Jepang.

Partikel de (で) untuk menyatakan alat dan lokasi

Partikel de (で) pada dasarnya menyatakan konteks suatu aksi. Kalau seseorang makan, dengan alat apa dia makan? Kalau seseorang pergi, dengan kendaraan apa? Alat yang digunakan ditandai de seperti pada contoh berikut:

1) 箸で食べる。
hashi de taberu
Makan dengan sumpit.

箸 (hashi): sumpit
食べる (taberu): makan

Partikel ditempel di belakang kata yang ingin ditandai. Dalam hal ini de menempel di belakang hashi (sumpit). Saat kata diberi partikel, bayangkan bahwa mereka kini menjadi satu kesatuan dengan partikelnya seperti ilustrasi berikut:

Ilustrasi kesatuan partikel

Kalau bisa tergambar semacam ikatan seperti pada diagram-diagram kimia (H-O-H), maka penulisannya adalah hashi-de taberu dan bukan hashi de-taberu. Terakhir, perhatikan bahwa verbanya yaitu taberu (makan) diletakkan di akhir seperti yang sudah kita bahas.

(Kalau kamu masih ingat, hashi juga berarti jembatan. Tapi penulisan kanjinya beda, 橋 untuk jembatan dan 箸 untuk sumpit. Ini bukan hal yang langka di bahasa Jepang: banyak sekali kata-kata yang bunyinya sama namun artinya berbeda.)

Ini contoh lain:

2) バスで行く。
basu de iku
Pergi dengan bis.

バス (basu): bis
行く (iku): pergi

Pada kedua contoh di atas, konteksnya adalah alat. Namun, konteks juga bisa menunjukkan lokasi. Kalau seseorang bermain, di mana dia bermain? Partikel de memberikan informasi tersebut, seperti pada contoh-contoh berikut:

3) レストランで飲む。
resutoran de nomu
Minum di restoran.

レストラン (resutoran): restoran
飲む (nomu): minum

4) 帰り道で会う。
kaerimichi de au
Bertemu di jalan pulang.

帰り道 (kaerimichi): jalan pulang
会う (au): bertemu

Dengan pengetahuan ini, kita sudah bisa memahami sepotong dari lagu Watarasebashi:

渡良瀬橋で見る
watarasebashi de miru
melihat di Jembatan Watarase

渡良瀬橋 (watarasebashi): Jembatan Watarase
見る (miru): melihat

Mudah bukan?

Ada satu perkecualian yang perlu diketahui. Untuk menyatakan keberadaan (“ada”), misalnya “ada di rumah”, tidak digunakan partikel de untuk menandai lokasinya. Kasus penting ini akan dibahas di artikel lain.

Penutup

Partikel menunjukkan peran kata dalam kalimat dan digunakan secara ekstensif di bahasa Jepang. Menguasai berbagai jenis partikel yang ada akan menjadi salah satu tema utama dalam menguasai bahasa Jepang. Di sini kita telah belajar partikel konteks de yang menandai bahwa suatu kata berfungsi sebagai alat atau sebagai lokasi kejadian.

Lampiran: daftar kata

Kata-kata yang tadi muncul sebagai contoh didaftar di sini.

箸 (hashi): sumpit
食べる (taberu): makan
橋 (hashi): jembatan
バス (basu): bis
行く (iku): pergi
レストラン (resutoran): restoran
飲む (nomu): minum
帰り道 (kaerimichi): jalan pulang
会う (au): bertemu
渡良瀬橋 (watarasebashi): Jembatan Watarase
見る (miru): melihat

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/07/16/tutorial-watarasebashi-12-partikel-konteks-de-%e3%81%a7/feed/ 9
Tutorial bahasa Jepang Tae Kim: Verba transitif dan intransitif http://www.yumeko.web.id/2008/07/14/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-verba-transitif-dan-intransitif/ http://www.yumeko.web.id/2008/07/14/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-verba-transitif-dan-intransitif/#comments Mon, 14 Jul 2008 07:40:36 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=132 Bab mengenai verba transitif dan intransitif pada Tutorial Bahasa Jepang Tae Kim telah diterjemahkan. Di situ kamu akan dikenalkan pada pasangan verba yang sebenarnya menunjuk pada aksi yang sama, misalnya “jatuh” (落ちる) dan “menjatuhkan” (落とす). Silahkan dibaca.

Yang akan diterjemahkan berikutnya adalah bab yang sangat penting yaitu tentang klausa subordinat, yang memungkinkan kamu melukiskan nomina secara kompleks misalnya “orang yang makan ikan“.

Bagi yang belum tahu: Apa itu Tutorial Tae Kim?

Tutorial Tae Kim adalah tutorial bahasa Jepang yang berusaha menerangkan dengan cara yang masuk akal, mengajak kamu berpikir tentang bahasa Jepang sebagaimana orang Jepang memahaminya. Di antara berbagai buku tentang bahasa Jepang yang pernah saya baca, inilah pegangan yang menurut saya terbaik dan paling mudah dimengerti (oleh karenanya saya menerjemahkannya).

Untuk menikmatinya, kamu sebelumnya harus bisa membaca hiragana dan katakana. Namun jangan khawatir, kalau saat ini kamu belum ada waktu untuk mempelajari kedua jenis huruf tersebut, artikel-artikel pada Yumeko akan seringkali mengambil materi dari tutorial Tae Kim dan disajikan dengan disertai romaji.

Nanti kalau bab yang diterjemahkan sudah cukup banyak, saya akan menyediakan versi zip-nya agar kamu bisa mudah berbagi materi belajar bahasa Jepang tersebut ke teman-teman.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/07/14/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-verba-transitif-dan-intransitif/feed/ 0
Tutorial bahasa Jepang Tae Kim: Partikel-partikel untuk verba (kata kerja) http://www.yumeko.web.id/2008/06/30/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-partikel-partikel-untuk-verba-kata-kerja/ http://www.yumeko.web.id/2008/06/30/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-partikel-partikel-untuk-verba-kata-kerja/#comments Mon, 30 Jun 2008 09:16:35 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=123 Bab mengenai partikel-partikel yang penting untuk verba pada Tutorial Bahasa Jepang Tae Kim telah diterjemahkan. Secara spesifik, di sini kamu akan dikenalkan dengan partikel を, に, へ, dan で. Dengan ini, kamu bisa mengatakan hal-hal seperti “saya makan ikan“, “dia pergi ke sekolah”, “dia bermain di taman”, dan “dia menulis menggunakan spidol”. Bab berikutnya yang akan diterjemahkan adalah tentang verba transitif dan intransitif.

Bagi yang belum tahu: Apa itu Tutorial Tae Kim?

Tutorial Tae Kim adalah tutorial bahasa Jepang yang berusaha menerangkan dengan cara yang masuk akal, mengajak kamu berpikir tentang bahasa Jepang sebagaimana orang Jepang memahaminya. Di antara berbagai buku tentang bahasa Jepang yang pernah saya baca, inilah pegangan yang menurut saya terbaik dan paling mudah dimengerti (oleh karenanya saya menerjemahkannya).

Untuk menikmatinya, kamu sebelumnya harus bisa membaca hiragana dan katakana. Namun jangan khawatir, kalau saat ini kamu belum ada waktu untuk mempelajari kedua jenis huruf tersebut, artikel-artikel pada Yumeko akan seringkali mengambil materi dari tutorial Tae Kim dan disajikan dengan disertai romaji.

Nanti kalau bab yang diterjemahkan sudah cukup banyak, saya akan menyediakan versi zip-nya agar kamu bisa mudah berbagi materi belajar bahasa Jepang tersebut ke teman-teman.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/06/30/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-partikel-partikel-untuk-verba-kata-kerja/feed/ 4
Tutorial bahasa Jepang Tae Kim: Bentuk lampau verba (kata kerja) http://www.yumeko.web.id/2008/06/23/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-bentuk-lampau-verba-kata-kerja/ http://www.yumeko.web.id/2008/06/23/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-bentuk-lampau-verba-kata-kerja/#comments Mon, 23 Jun 2008 04:50:07 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=106 Materi dan soal latihan untuk bab bentuk lampau verba pada tutorial Tae Kim telah diterjemahkan. Sekarang, kamu bisa mengungkapkan hal-hal seperti “kemarin makan”, “waktu itu melihat”, dan sebagainya! Bab berikutnya yang akan diterjemahkan adalah tentang partikel-partikel yang biasa dipakai bersamaan dengan verba (を、に、へ、で).

Bagi yang belum tahu: Apa itu Tutorial Tae Kim?

Tutorial Tae Kim adalah tutorial bahasa Jepang yang berusaha menerangkan dengan cara yang masuk akal, mengajak kamu berpikir tentang bahasa Jepang sebagaimana orang Jepang memahaminya. Di antara berbagai buku tentang bahasa Jepang yang pernah saya baca, inilah pegangan yang menurut saya terbaik dan paling mudah dimengerti (oleh karenanya saya menerjemahkannya).

Untuk menikmatinya, kamu sebelumnya harus bisa membaca hiragana dan katakana. Namun jangan khawatir, kalau saat ini kamu belum ada waktu untuk mempelajari kedua jenis huruf tersebut, artikel-artikel pada Yumeko akan seringkali mengambil materi dari tutorial Tae Kim dan disajikan dengan disertai romaji.

Nanti kalau bab yang diterjemahkan sudah cukup banyak, saya akan menyediakan versi zip-nya agar kamu bisa mudah berbagi materi belajar bahasa Jepang tersebut ke teman-teman.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/06/23/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-bentuk-lampau-verba-kata-kerja/feed/ 0
Tutorial bahasa Jepang Tae Kim: Bentuk negatif verba (kata kerja) http://www.yumeko.web.id/2008/06/17/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-bentuk-negatif-verba-kata-kerja/ http://www.yumeko.web.id/2008/06/17/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-bentuk-negatif-verba-kata-kerja/#comments Tue, 17 Jun 2008 06:48:23 +0000 Agro Rachmatullah http://www.yumeko.web.id/?p=94 Materi dan soal latihan untuk bab bentuk negatif verba pada tutorial Tae Kim telah diterjemahkan. Sekarang, kamu bisa mengungkapkan hal-hal seperti “tidak makan”, “tidak melihat”, dan “tidak ada”! Bab berikutnya yang akan diterjemahkan berisi aturan konjugasi tersulit yaitu bentuk lampau verba.

Bagi yang belum tahu: Apa itu Tutorial Tae Kim?

Tutorial Tae Kim adalah tutorial bahasa Jepang yang berusaha menerangkan dengan cara yang masuk akal, mengajak kamu berpikir tentang bahasa Jepang sebagaimana orang Jepang memahaminya. Di antara berbagai buku tentang bahasa Jepang yang pernah saya baca, inilah pegangan yang menurut saya terbaik dan paling mudah dimengerti (oleh karenanya saya menerjemahkannya).

Untuk menikmatinya, kamu sebelumnya harus bisa membaca hiragana dan katakana. Namun jangan khawatir, kalau saat ini kamu belum ada waktu untuk mempelajari kedua jenis huruf tersebut, artikel-artikel pada Yumeko akan seringkali mengambil materi dari tutorial Tae Kim dan disajikan dengan disertai romaji.

Nanti kalau bab yang diterjemahkan sudah cukup banyak, saya akan menyediakan versi zip-nya agar kamu bisa mudah berbagi materi belajar bahasa Jepang tersebut ke teman-teman.

]]>
http://www.yumeko.web.id/2008/06/17/tutorial-bahasa-jepang-tae-kim-bentuk-negatif-verba-kata-kerja/feed/ 0